Tim Black Pearl Network kunjungi Papua

Tim Black Pearl Network yang terdiri dari Ross Gobby, Jan dan Brian Thorpe, Geoff Schupp dan Moderator Uniting Church WA, Steve Francis saat mengunjungi Papua. Pada hari pertama mereka di Jayapura, mereka bertemu dengan BP -AM Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKI TP) dan menandatangani Nota Kesepahaman antara dua gereja.

Dalam perjalanan ke Papua, tim bertemu dengan Deborah Murthy dari Uniting World di Bali untuk membicarakan tentang rencana kerja sama.

Pertemuan kedua dengan David Bradbury dari Yayasan Bahasa Indonesia Australia yang dapat mengarah pada proyek-proyek masa depan di Papua.

Pada malam harinya, tim tersebut di  jamu untuk makan malam di rumah Ditrich dan Welmin Rumboirusi di Jayapura, keduanya adalah alumi dari kursus APCEP.

Setelah bertemu dengan GKI TP di Jayapura, tim jaringan Black Pearl dan Moderator UCA WA menuju ke Kabupaten Nabire di mana mereka bertemu dengan manajer BPN, Fred Bundah dan guru, siswa dan orang tua BPEC. Moderator memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Badan pengurus Klasis GKI di Nabire dan Jan Thorpe memberikan penghargaan kepada siswa yang paling menonjol dalam proses kursus Bahasa inggris yang telah dilaksanakan.

Dari Nabire tim melakukan perjalanan ke Napan di mana mereka mengunjungi kelas yang diajarkan oleh Willie dan penghargaan lain diberikan kepada siswa yang dinilai telah melakukan upaya yang paling luar biasa di kelas bahasa Inggrisnya. Setelah tur keliling dari kelas Nabire / Napan, tim terbang kembali ke Jayapura untuk mengambil kendaraan selama enam jam perjalanan ke Sarmi di mana mereka mengunjungi kelas Rita dan memberikan penghargaan lebih lanjut kepada siswa yang paling menonjol dalam kursus Bahasa inggris. Sementara di Sarmi, tim juga bertemu dengan Badan Pengurus Klasis GKI dan kabupaten untuk mendiskusikan pengaturan administratif untuk Kursus Bahasa Inggris Mutiara Hitam di daerah tersebut sebelum melakukan perjalanan ke distrik Apawer.

Di Apawer, mereka bekerja untuk menyiapkan sarana air bersih dan memulai kelas bahasa Inggris, setelah guru dapat direkrut untuk daerah tersebut. Anggota tim yang belum pernah mengunjungi Apawer itu disuguhi upacara penyambutan tradisional yang luar biasa.

Sumber : https://www.blackpearlnetwork.org/

GEREJA PEMBAWA DAMAI

Pelayan Firman  :  Pdt.D Roboth, S.Th

BACAAN MINGGU PAGI II KORINTUS 5 : 11 – 21

JEMAAT YANG DIKASIHI OLEH TUHAN….SYALOM,….SYALOM….KITA BERSYUKUR …HUJAN-HUJAN BEGINI…TUHAN MEMBAWA BERKAT DALAM KEHIDUPAN JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN, KARNA BANYAK YANG DATANG MEMBAWA DAMAI DAN BERKAT DALAM KEHIDUPAN JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN, ADA EMPAT PUJI-PUJIAN , ADA DARI SMA YPPK TARUNA DHARMA, ADA PUJI-PUJIAN DARI BAPAK – BAPAK MARANATHA – KAMPUNG HARAPAN  WIJK II , DAN JUGA MASIH ADA PADUAN SUARA. INI SUNGGUH LUAR BIASA YANG JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN RASAKAN , SAUDARA-SAUDARA’KU INI SEBAGAI TANDA BAHWA AGAR KITA SELALU MENJAGA HUBUNGAN PERSAUDARAAN ANTAR SESAMA , TAPI JUGA HUBUNGAN BAIK KITA DENGAN TUHAN , SUAPAYA DIDALAM KEHIDUPAN KITA, KITA TIDAK ADA PEMRUSUHAN, TAPI KITA HIDUP SELALU ADA DAMAI YANG BERASAL DARI TUHAN JEMAAT YANG DIKASIHI OLEH TUHAN YESUS KRISTUS , HUBUNGAN MENJADI TIDAK BAIK BERARTI DISITU ADA PERMASALAHAN ATAU PERMUSUHAN , DAN HIDUP DALAM PERMUSUHAN ATAU PERMASALAHAN ITU BERARTI MEREKA TIDAK ADA KEDAMAIAN DARI TUHAN.

RASUL PAULUS WAKTU MENULIS SURAT II KORINTUS INI, DIA ADA DALAM MASA SULIT , TEGANG, BERMASALAH DENGAN JEMAAT YANG ADA DI KORINTUS, KARENA ADA JEMAAT YANG KETIKA DALAM PELAYANANNYA TIDAK SUKA DENGAN DIA , ADA YANG MENGATAKAN YANG MANA DIA SOMBONG, DIA TIDAK CAKAP, DIA TIDAK JUJUR DAN DIA BUKAN RASUL YANG SEJATI, TAPI DIA ADALAH RASUL YANG PALSU, NAMUN PAULUS BERUSAHA TETAP TEGAR , DIA PERCAYA TUHAN BERSAMA DENGAN DIA , KARENA APA YANG DIA LAKUKAN ITU SEMUA UNTUK HORMAT DAN KEMULIAAN NAMA TUHAN, KALAU KITA LANTAS BERBUAT DAN ADA ORANG MENGATAKAN KITA, BEGINI ATAU BEGITU..PASTI KITA TENSI NAIK DAN BUKAN MEMBALAS DENGAN KATA-KATA MAKIAN TAPI PASTI DENGAN TINDAKAN  FISIK.

DAN RASUL PAULUS TIDAK TERPENGARUH, MALAHAN DIA BERUSAHA UNTUK BERBUAT BAIK DENGAN MEREKA , BERUSAHA UNTUK HIDUP BERDAMAI DENGAN MEREKA , PAULUS KATAKAN KEPADA JEMAAT DIKORINTUS, KAMI TAHU  ARTI TAKUT AKAN TUHAN , KARENA ITU KAMI BERUSAHA UNTUK  MEYAKINKAN ORANG LAIN , MENGENAI PELAYANAN , SEHINGGA MEREKA PERCAYA PELAYANAN KAMI , KARENA TUHAN ALLAH SUDAH MENGETAHUI PERSIS ISI HATI KAMU , KAMI JUGA PUNYA KERINDUAN , RASUL PAULUS KATAKAN UNTUK JEMAAT YANG ADA DIKORINTUS , KAMI JUGA PUNYA KERINDUAN AGAR SUPAYA KAMU JUGA MENGETAHUI ISI HATI KAMI DALAM PELAYANAN. BUKAN KAMU KENAL SUPAYA KAMI DIPUJI-PUJI , TAPI SUPAYA KAMU JUGA MENGETAHUI, SEHINGGA JANGAN MANIS DI MULUT  LAIN DIHATI , LAIN DIMULUT LAIN DIHATI.

KALAU DI DUNIA INI ORANG -ORANG HIDUP LAIN DI MULUT , LAIN DIHATI MAKA HANCUR DUNIA INI , HANCUR TIDAK ADA ARTI DUNIA INI , APALAGI DALAM MENJAGA PERSEKUTUAN BERIBADAH “ HANCUR “ KARENA TUHAN MEMPUNYAI KERINDUAN, DIDALAM PELAYANAN KITA, SESUAI HATI DAN MULUT , SUPAYA MEMBAWA  SUKA CITA  DAN  DAMAI YANG BERASAL DARI TUHAN , DAN JUGA RASUL PAULUS KATAKAN, WALAUPUN MEREKA  KATAKAN KAMI GILA, KAMI TIDAK WARAS , KAN TIDAK APA-APA ITU SEMUA KAMI BUAT UNTUK TUHAN , DAN KALAU MEREKA KATAKAN ITU KAMU LAKUKAN UNTUK KEPENTINGAN KAMU , DAN  KAMI BERSYUKUR , DAN JIKA SATU ORANG MATI UNTUK SEMUA ORANG , MAKA SEMUA SUDAH MATI , DAN KRISTUS MATI UNTUK SEMUA ORANG SUPAYA ORANG YANG HIDUP TIDAK HIDUP UNTUK DIRINYA SENDIRI MELAINKAN UNTUK KRISTUS YANG SUDAH MATI  DAN DIBANGKITKAN UNTUK MEREKA , SAUDARA- SAUDARA YANG DIKASIHI TUHAN, KITA HIDUP DIDUNIA INI , BUKAN UNTUK DIRI KITA SENDIRI , TETAPI KITA HIDUP DIDUNIA INI UNTUK KRISTUS, JADI KITA JANGAN MEMBANGGAKAN APA YANG ADA PADA KITA , KRISTUS TIDAK INGINKAN YANG DEMIKIAN , JADI SIAPA HIDUP DIDALAM KRISTUS, IA ADALAH CIPTAAN BARU  , DAN YANG LAMA SUDAH BERLALU , SUPAYA HIDUP KITA TIDAK BERMUSUHAN KARENA CARA – CARA YANG LAMA SUKA MEMBAWA PERMUSUHAN, KARENA ITU ALLAH MENGHADIRKAN YESUS KRISTUS UNTUK MENGHILANGKAN, UNTUK MENGUBURKAN YANG LAMA, SUPAYA KITA DIHIDUPKAN KEMBALI.

KITA HIDUP BUKAN UNTUK DIRI KITA SENDIRI  TAPI UNTUK KRISTUS, SUPAYA KITA HIDUP RUKUN DAN DAMAI  DIMANA ALLAH TELAH MENDAMAIKAN KITA DENGAN PERANTARA YESUS KRISTUS , DENGAN TIDAK MEMPERHITUNGKAN  DOSA-DOSA KITA  MANUSIA  DAN PAULUS KATAKAN KEPALA JEMAAT YANG ADA DI KORINTUS, ALLAH YANG MEMBERIKAN PEKERJAAN PELAYANAN INI KEPADA KAMI , JADI KAMI INI BETUL – BETUL UTUSAN KRISTUS, BUKAN PALSU ATAU BOHONG, IKUT-IKUT , TAPI KAMI INI BETUL-BETUL UTUSAN KRISTUS DAN KAMI ADALAH PERANTARA ALLAH UNTUK MENYAMPAIKAN NASIHAT-NASIHAT TUHAN ALLAH KEPADA KAMU . DALAM NAMA KRISTUS KAMI MEMINTA KEPADA MU, BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH , INI YANG DISAMPAIKAN KEPADA JEMAAT DIKORINTUS WAKTU ITU, JANGAN KERASKAN HATI , INI JUGA YANG MAU DISAMPAIKAN KEPADA JEMAAT YANG ADA SAAT INI, BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH , JANGAN KERASKAN HATI , JANGAN HIDUP BERMUSUHAN, TIDAK BAIK, HAL ITU TIDAK MENDATANGKAN BERKAT , HAL ITU HANYA MENDATANGKAN KESULITAN KITA , TAPI MARILAH KITA JEMAAT YANG DIKASIHI OLEH TUHAN , KITA HIDUP BERDAMAI, KITA HIDUP BERSAHABAT, KITA HIDUP RUKUN  TAPI MELAKUKAN SEMUA INI JANGAN TIPU – TIPU , JANGAN BUAT-BUAT , KARENA ITU HIDUP BERSAHABAT , BERDAMAI, DAN RUKUN ITU HARUS DILAKUKAN DENGAN KETULUSAN HATI , SUPAYA DENGAN KITA SUNGGUH – SUNGGUH AKAN MENDATANGKAN BERKAT.

SAUDARA-SAUDARA, JEMAAT YANG DIKASIHI TUHAN YESUS KRISTUS , SUPAYA HIDUP  KITA INI MEMANG SUNGGUH-SUNGGUH ANAK TUHAN DAN MEMBAWA PEMDAMAIAN BAGI ORANG LAIN YANG HIDUP TIDAK RUKUN , TIDAK HARMONIS , HIDUP YANG TIDAK NYAMAN, HIDUP YANG GALAU-GALAU ,  MARI KITA HADIR SEBAGAI PEMBAWA DAMAI DALAM HIDUP MEREKA DALAM HIDUP KELUARGA , BAHKAN JUGA DALAM HIDUP BERJEMAAT , KARENA DENGAN KITA MAMPU MELAKUKAN INI , KAMU HIDUP MEMBAWA DAMAI BAGI ORANG LAIN , MAKA KITA HIDUP MEMBAWA SUKA CITA BAGI ORANG LAIN .

KALAU JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN, KITA SEMUA YANG HADIR SAAT INI, KITA HIDUP TAKUT AKAN TUHAN , KITA BERUSAHA DAN BERUSAHA HIDUP MEMBAWA DAMAI KEPADA MEREKA YANG SEDANG  TIDAK HARMONIS, BERMASALAH DAN YAKIN JIKA KITA JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN HIDUP SEBAGAI PEMBAWA DAMAI DAMAI, MAKA YAKIN KITA PUNYA GEREJA INI AKAN TUMBUH DAN BERKEMBANG DIDALAM MENJAGA SATU PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN.AMIN

 

KITA TERUS ANDALKAN HIKMAT DARI TUHAN

Pdt.Andrikus Mofu sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, telah menyampaikan pesan Natal kepada  seluruh warga GKI dan umat kristiani di Tanah Papua, Beliau mengajak Umat Tuhan bersyukur kepada Tuhan karena oleh pertolongan dan penyertaanNya, warga GKI di Tanah Papua bisa  menjalani seluruh kehidupan dan juga pekerjaan pelayanan kita di sepanjang tahun 2018. Kita terus percaya bahwa kasih Tuhan, berkat dan perlindungan Tuhan selalu akan nyata dalam hidup kita, dan terus menyertai dan memberkati kita dalam tugas kerja dan panggilan  pelayanan kita.

Kita sebagai warga GKI di Tanah Papua dalam mempersiapkan diri untuk menjalani perayaan minggu-minggu adven, dan juga natal 2018, maka melalui  kesempatan baik dan berbahagia ini, saya selaku  Ketua Sinode GKI di Tanah Papua mengajak kita sekalian agar selalu mempersiapkan diri dengan baik secara bersama sama.Tentu untuk kita dapat memasuki perayaan-perayaan di bulan Desember secara khusus minggu-minggu adven dan juga natal secara baik.

Untuk itu saya mengajak kita bersama sama menghayati dan juga memahami tema natal secara sentral dari persekutuan gereja-gereja di Indonesia tahun 2018 yang terdapat dari kitab Korintus, 1:30a, yakni “Yesus Kristus hikmat bagi kita”.

Tema ini tentu mengandung pesan yang sangat dalam bahwa sebagai orang orang percaya dan pengikut Kristus,  harus menyadari dan meyakini bahwa Yesus Kristus adalah sumber keselamatan dan kekuatan bagi kita. Dan di dalam tema ini, Yesus Kristus adalah hikmat bagi kita, tetapi juga di tengah-tengah pergumulan dunia, nasional. Kita sedang menghadapi begitu banyak masalah, tantangan dan persoalan yang tidak sedikit dan tidak kecil, yang terjadi baik itu persoalan internal di dalam gereja dan juga di tengah tengah masyarakat, bangsa bahkan secara global. Maka dar itu  yang berkaitan dengan kesadaran spiritual ataupun penghayatan iman kita itu menjadi hal yang sangat penting.

Tema sentral natal 2018 yang di ambil dari Korintus, 1:30a ini hendak mengandung sebuah makna dan pesan, tetapi juga relasi. Nah jikalau kita memasuki ruang waktu dan ruang hidup kita, maka tidak hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri atau otoritas kita sendiri. Tetapi kiranya kita terus mengandalkan Tuhan dan juga mengandalkan hikmat yang berasal dari Tuhan, karena itu saja yang bisa mengantar kita untuk melakukan hal hal yang berguna, baik diri kita sendiri, gereja, masyarakat dan bangsa.

Itulah sebabnya saya pada bagian ini mengajak kita semua, baik itu di lingkup BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, tetapi juga para pelayan. Baik itu pendeta, guru jemaat, penginjil, vikaris, para penatua, dan syamas, bahkan seluruh warga gereja GKI di Tanah Papua. Supaya baiklah kita mempersiapkan diri, dan hidup kita dibulan Desembar dalam memasuki perayan perayaan 4 minggu adven yang akan kita lewati bersama sama. Tetapi juga dalam perayaan natal supaya kita tidak hanya melewati ini sebagai perayaan perayaan seremonial saja, tetapi dengan penghayatan diri secara penuh dengan hikmat mengandalkan kekuatan dan juga berkat yang Tuhan berikan buat hidup kita dan kita akan menjalani hari hari hidup kita kedepan dengan lebih baik lagi.

Hari ini begitu banyak persoalan dan masalah bukan hanya diluar kita, tetapi juga dilingkup gereja bahkan di tengah masyarakat dan keluarga, maka kiranya kita mau menyadari dan memberi diri, terutama hidup kita kepada Tuhan. Juga Terus hidup dalam ketaatan akan firman Tuhan, supaya didalamnya kita dituntun dan ditolong untuk terus melakukan hal hal yang berguna bagi diri kita sendiri, bagi gereja dan juga untuk masyarakat, bahkan kita menjadi saksi saksi di tengah tengah dunia ini.

Itu pesan saya sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua.

Selamat mempersiapkan diri dalam memasuki bulan Desember, bulan yang penuh dengan perayaan perayaan iman, baik itu minggu adven perayaan natal, tetapi juga kita bersama sama akan  menyambut tahun baru 1 Januari 2019 dalam berkat kasih dan pertolongan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian!!

Sumber : https://kemitraangki.com/

PGI TOLAK SEKOLAH MINGGU DIATUR DALAM RUU PESANTREN DAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN

Sumber Dokumentasi : http://www.sinarharapan.co

Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menyatakan keberatannya  dengan Rancangan Undang-Undang (RANCANGAN UNDANG – UNDANG) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang telah di sahkan dan masuk dalam UU Prioritas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  Yang menjadi point keberatan adalah pasal yang mengatur tentang sekolah minggu dan katekisasi , yaitu pasal 69 dan Pasal 70. Secara substansi RANCANGAN UNDANG – UNDANG ini tidak memahami konsep pendidikan keagamaan Kristen dimana ada pendidikan formal melalui sekolah-sekolah yang didirikan oleh gereja-gereja dan ada pendidikan non-formal melalui kegiatan pelayanan di gereja , hal ini sebagaimana disampaikan oleh  Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/10). Hal ini menjadi catatan penting bagi PGI untuk mengkritisi hadirnya rancangan Undang-Undang tersebut, karena adanya batas minimal peserta sekolah minggu dan perizinan untuk sekolah minggu. Yang mana kita tahu bersama  tidak bisa disamakan dengan pesantren.

Pada dasarnya , Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi merupakan bagian hakiki dari peribadahan Gereja, yang tidak dapat dibatasi oleh jumlah peserta, serta mestinya tidak membutuhkan izin karena merupakan bentuk peribadahan artinya  sekolah minggu bukanlah pendidikan formal. Melainkan pelayanan dari Gereja untuk para jemaat, dalam hal ini anak-anak. . Pendidikan Sekolah Minggu dan Katekisasi, yang juga sengaja  diatur dalam RANCANGAN UNDANG – UNDANG ini pada pasal 69 & 70, seharusnya dipahami sebagai proses interaksi edukatif yang dilakukan oleh gereja-gereja di Indonesia, ini merupakan pendidikan nonformal dan masuk dalam kategori pelayanan ibadah bagi anak-anak dan remaja. Persekutuan gereja-Gereja  Indonesia atau PGI   pada dasarnya sepakat dengan RANCANGAN UNDANG – UNDANG Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sepanjang RANCANGAN UNDANG – UNDANG itu tidak mengatur pengajaran non-formal di Gereja.  Karena hal ini jika dibiarkan akan dikhawatirkan beralih pada model intervensi negara pada agama.

Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) secara kelembagaan  mendukung Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan ini menjadi undang-undang , hanya hal yang dikritisi adalah  hanya mengatur kepentingan Pendidikan formal dan tidak memasukkan pengaturan model pelayanan pendidikan non-formal gereja-gereja di Indonesia, karena itu bagian dari pelayanan Gereja.

Seperti kita ketahui Bersama ,  dalam RANCANGAN UNDANG – UNDANG Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Pasal 69 di ayat (1), berbunyi RANCANGAN UNDANG – UNDANG ini mengakui Sekolah Minggu, Sekolah Alkitab, Remaja Gereja, Pemuda Gereja dan Katekisasi, masuk sebagai jalur pendidikan Kristen nonformal. Tetapi  yang mengganjal adalah bunyi  ayat berikutnya (3) dan (4) menjadi dasar penolakan  dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).  Ayat (3) Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan dalam bentuk program yang memiliki peserta paling sedikit 15 (lima belas) orang peserta didik. Dan Ayat  (4) Pendidikan Keagamaan Kristen nonformal yang diselenggarakan dalam bentuk satuan pendidikan atau yang berkembang menjadi satuan pendidikan wajib mendapatkan izin dari kantor Kementerian Agama kabupaten/kota setelah memenuhi ketentuan tentang persyaratan pendirian satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2).

Namum menurut , Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily mengatakan RANCANGAN UNDANG – UNDANG  masih bersifat draf dan itu masih akan dikonsultasikan dengan lembaga -lembaga terkait, termasuk PGI , menurutnya ini masih merupakan rancangan (draf awal)  sehingga  akan dibahas  akan ada waktunya Komisi VIII memanggil lembaga-lembaga terkait untuk  bersama-sama menyempurkan RANCANGAN UNDANG – UNDANG Pesantren dan Pendidikan Keagamaan ini. Tetapi Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia  (PGI) melalui Sekretaris Umum Gomar Gultom menyatakan penolakan lebih awal sehingga menjadi masukan awal bagi komisi VII , sehingga tidak menimbulkan perdebatan dan polemik di Warga Gereja (Editor)

TERUSLAH KUAT DALAM IMAN KRISTEN

Gubernur Papua Lukas Enembe pada Ibadah HUT GKI di Tanah Papua Ke-62 di Jemaat Paulus Dok V mengingatkan agar Warga Jemaat dan seluruh Warga GKI di Tanah Papua harus tetap kuat dalam Iman Kekristenan dan juga tetap menjaga kerukunan umat beragama di Tanah Papua dan jadikan Papua sebagai Tanah yang Damai, selain itu juga karena julukan Papua sebagai Tanah Injil , maka Injil harus terus bergema di Tanah Papua. Pada kesempatan tersebut beliau mengapresiasi GKI di Tanah Papua yang sudah 62 Tahun hadir menjadi berkat bagi Papua, Beliau juga mengharapkan dengan adanya gedung gereja yang baru ini, terus meningkatkan pelayanan dalam kasih bagi Jemaat GKI Paulus Dok V Jayapura., Beliau juga menghimbau untuk seluruh Gereja yang ada di Tanah Papua untuk terus bergandengan tangan dan saling menopang dalam pelayanan Injil di Tanah Papua.
Di tempat yang sama Ketua Majelis Jemaat GKI Paulus Dok V, Pdt. Piet Daniel Yoweni yang mewakili para majelis jemaat dan juga warga jemaat GKI Paulus menyampaikan sangat bersuka-cita dan juga berterima kasih atas kehadiran Gubernur Papua bersama perangkat pemerintahaan yang juga berkenan hadir serta tamu undangan lainnya, Pdt. Piet Daniel Yoweni juga berharap dengan peresmian dan pentabisan ini jemaat Paulus dapat berkumpul dan bertemu dengan Tuhan, sesuai khotbah firman Tuhan ” Inilah tempat kediaman Tuhan tempat pertemuan Tuhan dengan manusia, dalam syukuran HUT GKI di Tanah Papua serta Peresmian dan Pentabisan Gedung Gereja GKI Paulus dok V yang baru dilaksanakan pemotongan kue ulang tahun oleh Gubernur Papua, bersama Ketua Sinode GKI, Kapolda dan Pangdam.

Gedung Gereja GKI Paulus Dok V diresmikan Gubernur

Sumber Dokumentasi : https://www.papuatoday.com

Memperingati HUT GKI di Tanah Papua ke 62, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH turut serta dalam ibadah perayaan sekaligus meresmikan pembangunan gedung GKI Paulus Dok V Atas Jayapura, Jumat (26/10). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lukas Enembe menyampaikan sambutannya dengan menyebutkan betapa pentingnya peran gereja bagi Pemerintah Provinsi Papua dan rakyat Papua pada umumnya, terlebih dalam menciptakan damai di negeri ini. Beliau menegaskan bahwa “Hikmat Tuhan sungguh luar biasa terhadap Jemaat GKI Paulus Dok V Jayapura. Sebab, peresmian gedung ibadah yang bertepatan pengucapan syukur HUT GKI di Tanah Papua yang ke 62. Untuk itu, beliau  berharap dengan adanya gedung gereja yang baru diresmikan dengan berdiri  kokoh dan megah ini, semakin banyak warga hemaat yang  semangat untuk datang beribadah.

Gubernur Lukas Enembe juga mengingatkan bahwa dalam progress pembangunan Gedung Gereja ini jemaat GKI Paulus mengalami pergumulan yang panjang, di mana banyak suka-duka yang dialami meskipun bukan suatu hambatan dan tantangan dalam terus setia bekerja bagi pekerjaan Tuhan. Ini nyata dalam pekerjaan pembangunannya, serta melalui campur tangan Tuhan, semua yang dirindukan dapat terwujud dengan baik. Artinya bahwa melalui pembangunan dan peresmian pembangunan GKI Paulus Dok V Jayapura, tentu sudah banyak yang dilakukan, dengan begitu banyak  pengorbanan, baik dari segi waktu, tenaga, maupun biaya yang besar. Beliau juga mengatakan bahwa di periode pertama , Beliau yang melakukan peletakkan batu pertama pada 2013 silam. Dan saat ini, setelah satu bulan lebih menjabat Gubernur Papua, beliau bias kembali meresmikan gedung ini. Lima tahun pembangunan merupakan pekerjaan luar biasa, kenangnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, MTh, menyampaikan sukacita seluruh Jemaat karena gedung GKI Paulus Dok V Jayapura diresmikan dan ditabiskan.

Gedung yang menurutnya  sangat megah ini kiranya dapat mewarnai keimanan dan ketakwaan jemaat untuk beribadah, memuji, dan memulikan Tuhan. Bersama  Jemaat GKI Paulus kita semua boleh bersukacita karena memiliki tempat ibadah yang luar biasa. Ini semua bias terjadi  karena kekuatan yang datang dari Tuhan. Kiranya, melalui gedung yang sangat megah ini, dapat mewarnai keimanan kita semua untuk memuji dan memuliakan Tuhan, dalam kesempatan itu juga Ketua Panitia Pembangunan GKI Paulus, Jansen Monim dalam laporannya menyampaikan, jika pembangunan GKI Paulus membutuhkan total dana sebesar Rp 17,2 miliar, dimana Rp 5,8 miliar diantaranya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua. (Editor)

Ibadah Perayaan HUT GKI Ke-62 di Kab.Teluk Wondama

Jemaat GKI Betesda manggurai kampung, mengadakan ibadah perayaan HUT GKI ke-62, pada Jumat 26 Oktober 2018. Ibadah ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas berdirinya GKI di Tanah Papua, sebagai hasil dari pemberitaan Injil Ottow dan Geisler. Ibadah dipimpin oleh Wakil ketua sinode Pdt.Hizkia Rollo, S.Th dengan thema ” Datanglah kerajaan’Mu ” Ibadah dihadiri oleh Bupati Bernadus Imburi dikuti oleh anggota forkompinda, serta seluruh jemaat . Perayaan ini merupakan bentuk ungkapan syukur seluruh jemaat atas berdirinya GKI di tanah Papua, sebagai hasil dari pemberitaan injil oleh Ottow & Geissler 163 tahun yang lalu. Sebelumnya pihak gereja telah melaksanakan beberapa kegiatan , seperti jalan santai berhadia, lomba yosim pancar, ibadah KKR dan diskusi panel yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.

Sementara itu dari Kepolisian Resor Teluk Wondama Melalui Kasat Binmas IPTU ABD.MUCHLIS, SH.MH memimpin patroli guna terciptanya situasi yang aman dan kondusif dalam pelaksanaan HUT GKI ke-62 di tanah Papua, Kegiatan Ibadah tersebut dilaksanakan /dipusatkan di Gereja Baitesda Manggarai Kab.Teluk Wondama. Jumat, (26/10/2018) pukul 09.30 wit. Untuk memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang sedang merayakan HUT GKI tersebut, Polres Teluk Wondama menurunkan beberapa personil untuk melakukan pengamanan di gereja jemaat GKI yang sedang melakukan ibadah. “Puluhan personil kami libatkan dalam pengamanan peringatan HUT GKI di Teluk Wondama, dan personil yang dilibatkan adalah non nasrani dengan maksud memberikan kesempatan kepada personil yang beragama Nasrani untuk tetap dapat mengikuti ibadah perayaan tersebut, selain itu juga merupakan bentuk toleransi yang telah terjalin dengan baik di Wilayah ini, “ujar Kasat Binmas. Kapolres AKBP Murwoto, SH, S,iK juga menambahkan bahwa, pelaksanaan perayaan HUT GKI ke-62, secara umum telah berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif, itu semua berkat kerjasama semua pihak dan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Teluk Wondama. (Dihimpung dari berbagai sumber )

Suling Tambur pada Prosesi Pemberkatan Nikah

Pada hari Rabu, 20 Juni 2018  bertempat di Gedung Gereja GKI Lembah Yordan – Emereuw , berlangsung pemberkatan nikah kudus , . Ibadah Pemberkatan Nikah kudus di layani oleh pelayan Jemaat GKI  Lembah Yordan – Emereuw yang juga sebagai ketua majelis Jemaat Pdt. J Pantauw,S.Th  , Pemberkatan Nikah kudus bagi Sdr.  Kristian Ronald Wandadaya & Yunice Barbalina Jewun.

Sdr.Kristian Ronald Wandadaya, adalah putra pertama dari Bapak Guru K Wandadaya,S.Pd dan Ibu Alfonsina Toto, sedangkan  Pengantin perempuan , Yunice B Yewun, adalah Putri dari Bapak Guru  W S Jewun dan Ibu S Mansumber

Dalam Ibadah Pemberkatan Nikah Kudus, Pdt. J Pantauw,S.Th memberikan Nasihat Pernikahan yang merupakan pedoman dalam menjalani hidup keluarga kristen , dengan membagikan firman Tuhan di dalam Alkitab perjanjian lama  Bilangan 6 : 22 – 27 sebagai kekuatan dan pegangan bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan sebagai keluarga yang baru.

UCAPAN BERKAT IMAM

6:22 TUHAN berfirman kepada Musa: 6:23 “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati e  orang Israel 1 , katakanlah kepada mereka: 6:24 TUHAN memberkati engkau f  dan melindungi engkau; g  6:25 TUHAN menyinari engkau h  dengan wajah-Nya dan memberi engkau i  kasih karunia; 6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya j  kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. k  6:27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku l  atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Prosesi Ibadah Pemberkatan Nikah kudus ini berlangsung dengan penuh sukacita, bersama keluarga besar Wandadaya dan Jewun, tampak hadir Anggota Jemaat GKI Lembah Yordan-Emereuw . Dalam Ibadah pemberkatan Nikah kudus di Jemaat GKI lembah Yordan – Emereuw ikut menyambut mempelai adalah Group Suling tambur dari kampung kandate, yang adalah salah satu  kampung di Distrik DepapreKabupaten JayapuraPapua, kehadiran Group suling tambur ini , menambah nuansa budaya dan tradisi masyarakat dipesisir pantai utara – Kabupaten Jayapura. Sebelumnya dalam prosesi adat group suling tambur ini ikut memeriahkan pengantaran mas kawin ke  Kabupaten Keerom.

Bapak Daniel Toto, dalam memberikan sambutan tunggal dari pihak keluarga Wandadaya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh keluarga yang terlibat, secara khusus Group Suling Tambur yang langsung datang dari Kampung Kandate untuk ikut turur serta memberikan dukungan moril, sekaligus memberikan nuansa khusus bagi seluruh tamu undangan dan keluarga besar yang hadir pada acara resepsi yang diselenggarakan di Aula SMP 13  Emereuw. Terlihat para tamu undangan yang hadir turut memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, dan nampak seluruh warga perumahan Organda ikut hadir dalam jamuan makan bersama.

 

 

.

KASIH YANG MENEMBUS BATAS NEGARA

Dari tapal batas RI – PNG dari Jemaat Diaspora Skofro sejak pertemuan  awal Jemaat GKI Lembah Yordan-Emereuw  dan Jemaat Diaspora Skofro, upaya – upaya bersama untuk terus menumbuh kembangkan pelayanan dan kemitraan di tingkat lokal terus dilakukan, salah satunya adalah kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw  harus memberikan dampak positif bagi Jemaat GKI Diaspora Skofro, tidak hanya dalam jangka waktu yang terbatas, tetapi lebih diharapkan terus bergandengan tangan dalam satu misi, yaitu Injil harus terus dikabarkan di tapal batas RI-PNG.

Bersama – sama dengan Warga Jemaat GKI Diaspora Skofro, Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw  terus berupaya bermitra untuk mengembangkan potensi yang ada di Jemaat GKI Diaspora Skofro, dengan mempersiapkan bibit tanaman pertanian dan kehutanan yang diperuntukan bagi warga dan Jemaat yang ada di GKI Diaspora – Skofro. Beberapa warga di Jemaat GKI Diaspora Skofro adalah warga asli yang mendiami kedua wilayah RI-PNG di tapal batas RI-PNG yang kesehariaannya aktivitas mereka di kedua wilayah tersebut, dalam banyak hal mereka berkomunikasi dengan bahasa  sehari-hari menggunakan bahasa Pisin (Tokpisin).  Kampung Skofro berasal dari bahasa Biak yang berarti tempat persembunyian. Sebelum warga migrasi ke PNG kampung itu bernama Kampung Nawi. Menurut beberapa cerita dari Warga pada tahun 1968-1969 banyak pejuang kemerdekaan Papua (TPN/OPM) yang tinggal di kampung Nawi. Keberadaan mereka dirasa menjadikan masyarakat tak aman hingga migrasi ke Papua New Guinea. Namun tahun 1969, terjadi operasi besar-besaran oleh militer Indonesia hingga menguasai kampung tersebut. Setelah daerah itu dikuasai oleh pihak militer Indonesia, masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke Papua Nugini akhirnya satu per satu kembali ke kampung halaman mereka. Masyarakat di kampung Skofro mengandalkan bercocok tanam. Hasil yang mereka dapatkan di kebun untuk memenuhi kebutuhan mereka di kampung. Memasuki tahun 2000-an masyarakat kampung itu mengenal dunia luar berbarengan dengan pembentukan kabupaten Keerom. Kehadiran GKI di Skofro terus memberikan dampak positif yang mana sejak awalnya agak kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat di sana. Namun karena pelayanan Gereja maka harus berinteraksi dengan mereka.Ternyata setelah memahami kehidupan mereka, masyarakat tersebut sebenarnya tidak mau meminta yang muluk-muluk kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini Kabupaten Keerom. Mereka hanya ingin pendidikan dan pelayanan kesehatan harus diperhatikan dengan baik karena mereka juga termasuk dalam NKRI

Beberapa anak di Kampung Skofro yang kami jumpai kemarin menceritakan bahwa menghadapi tahun ajaran baru mereka harus mencari uang untuk mendaftar di SMP ataupun SMA, beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw bersama warga Skofro,  mereka bisa mendapat imbalan untuk membantu biaya sekolah. Inilah kontribusi nyata dari kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan-Emereuw yang memberikan dampak langsung.

Wakil Sekretaris Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw , Pnt. Maichel Kareth, diakhir pertemuan bersama warga menyampaikan terima kasih atas  dukungannya kepada  warga GKI Lembah Yordan-Emereuw  selama aktivitas di Skofro.

KUASA YESUS YANG MEMBEBASKAN

Ibadah minggu pagi, 3 Juni 2018 di Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw yang dihadiri oleh 281 Jiwa , Ibadah di pimpin oleh Pdt. D Robot, S.Th dengan pembacaan firman Tuhan di Kitab Kisah Para Rasul 3 ; 1- 10 dengan perikop pembacaan “ Petrus menyembuhkan orang lumpuh “ berikut khotbah oleh pelayan Tuhan “ Petrus dan Yohanes , mereka mau pergi ke Bait Allah disitu banyak orang , Gerbang Indah , ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir , dia diperhadapkan dengan kesulitan , kesulitan untuk mencari makan , jadi dia mencari makan dengan meminta sedekah kepada orang yang datang dibait Allah, ketika dia melihat petrus dan Yohanes datang di Bait Allah , dia berpikir , dia mengharapkan supaya mendapatkan kekuatan, masuklah petrus dan Yohanes ini dan dia meminta, Petrus katakan kepada orang lumpuh ini, “ Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang ada pada’ku akan aku berikan “ Dalam nama Yesus Kristus Orang Nazaret , berdirilah , berjalanlah, petrus mengambil tangannya dan membantu dia berjalan, disitulah keajaiban terjadi, orang lumpuh yang sejak lahir , belum pernah jalan, dia bisa jalan, karena nama Yesus Kristus orang nazaret itu , dia senang, dia bahagia, dia lompat , dia jalan kesana kemari , bahkan juga dia lompat memuji memuliakan Allah , Petrus dan Yohanes masuk di Bait Allah dimana mereka akan berdoa . Mereka akan sembayang pada jam 3 sore , orang – orang yang melihat mereka heran , mereka katakan itu orang yang duduk di depan, meminta-minta , kenapa dia sudah berdiri , berjalan dan sudah ada disini, itu semua adalah pekerjaan Roh Kudus Tuhan , Roh kudus Tuhan yang ada didalam diri Petrus , sehingga Petrus bisa menyembuhkan orang lumpuh bisa berjalan. Peristiwa ini membuat banyak orang datang dan tercengang-cengang, peristiwa ini mengundang orang banyak datang untuk percaya kepada Tuhan . Saudara-saudara Jemaat yang di kasihi oleh Tuhan Yesus Kristus , firman Tuhan mau mengingatkan kepada kita, gereja yaitu bukan gedungnya tapi orangnya kita semua adalah gereja , atau kita kita dipanggil untuk melayani, yaitu melayani dengan hati yang bersih, hati yang tulus , melayani dengan hati yang percaya sungguh kepada Tuhan, melayani dengan ada kerja sama satu dengan lain, kalau dia sifat sombong, sifat ego, sifat angkuh dia mau melayani bagaimana , karena Roh kudus Tuhan tidak suka dengan orang egois , sombong tapi Roh kudus Tuhan suka dengan orang yang rendah hati percaya kepada Tuhan, kalau kita menjalankan pelayanan Tuhan, dengan melayani orang lain dengan rendah hati , percaya kepada Tuhan, pasti Roh kudus akan datang kepada kita dan pelayanan kita akan mendatangkan hasil dan buah yang baik. Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus , kalau melayani, gereja melayani dengan hati terbuka , percaya kepada Tuhan, ada kerja sama , pasti akan merasakan pelayanan diberkati oleh Tuhan, kita melayani mereka yang sakit , supaya mendapat kekuatan pemulihan, mereka yang berduka supaya mendapatkan kekuatan penghiburan , supaya tidak larut dengan duka yang ada, mereka yang hidup tidak tenang karena persoalan, kita harus melayani, kita hadir supaya memberikan kekuatan , sehingga ada suka cita didalam menghadapi pergumulan sebesar apapun didalam kehidupan. Mereka yang hati sakit atau hati galau kita datang melayani supaya mereka dijamah, dipulihkan supaya tidak ada lagi kegalauan, tetapi memilih hati yang selalu percaya kepada Tuhan dan selalu memuji Tuhan. Saudara – saudara, keajaiban dan mujizat Tuhan , pekerjaan Roh Kudus Tuhan, bukan saja melayani jemaat pada mula-mula pada waktu itu , tapi masih berlaku sampai saat ini asalkan kita percaya kepada Tuhan, asalkan kita melakukan hal-hal yang baik, akan mendatangkan sukacita bahagia bagi orang lain, lebih dari itu kita juga mendatangkan sukacita bagi Tuhan. Jangan kita berpikir waktu itu ada petrus atau yohanes , tetapi sekarang masih ada petrus dan yohanes , yaitu mereka yang percaya nama Tuhan Yesus, nama Tuhan Yesus punya kuasa , nama Tuhan Yesus itu sungguh menghibur, nama Tuhan Yesus itu sungguh menguatkan bahkan juga nama Tuhan Yesus itu memberikan semangat untuk kita hidup, mengapa saya mengatakan nama Tuhan Yesus itu sungguh menghibur dan menguatkan , ketika kita mendengar sesuatu atau misalnya peristiwa bom , ketika kita melihat kita akan katakan “ Oh Tuhan , kita harus tahu bahwa ketika kita menyebut nama Tuhan itu doa yang sedang kita ucapkan , tapi ada juga kita menyebut nama Tuhan misalnya ketika kita menendang sesuatu , lalu kita menyebut nama Tuhan, Ia itu sesuatu yang keliru karena kita tidak menggunakan mata kita melihat untuk berjalan.
Hari – hari ini , banyak anak-anak Tuhan yang lumpuh , bukan lumpuh dari segi fisik, tetapi lumpuh dari segi Iman , misalnya malas Ibadah, malas berdoa, malas baca Alkitab, tapi saat ini lebih senang jalan-jalan ke Mall dan tempat rekreasi, kiranya dengan firman Tuhan ini, kita bisa membuka mata rohani kita atau mata Iman kita bahwa kita tidak lumpuh dalam pelayanan di gereja Tuhan. Amin.
Dalam Ibadah ini juga , turut menyaksikan kasih Tuhan melalui kidung pujian adalah paduan suara Pria Dewasa Provinsi Papua dan solo Bapak Dr. Y Haurisa. [EK]

Load more