Jun 15

KASIH YANG MENEMBUS BATAS NEGARA

Dari tapal batas RI – PNG dari Jemaat Diaspora Skofro sejak pertemuan  awal Jemaat GKI Lembah Yordan-Emereuw  dan Jemaat Diaspora Skofro, upaya – upaya bersama untuk terus menumbuh kembangkan pelayanan dan kemitraan di tingkat lokal terus dilakukan, salah satunya adalah kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw  harus memberikan dampak positif bagi Jemaat GKI Diaspora Skofro, tidak hanya dalam jangka waktu yang terbatas, tetapi lebih diharapkan terus bergandengan tangan dalam satu misi, yaitu Injil harus terus dikabarkan di tapal batas RI-PNG.

Bersama – sama dengan Warga Jemaat GKI Diaspora Skofro, Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw  terus berupaya bermitra untuk mengembangkan potensi yang ada di Jemaat GKI Diaspora Skofro, dengan mempersiapkan bibit tanaman pertanian dan kehutanan yang diperuntukan bagi warga dan Jemaat yang ada di GKI Diaspora – Skofro. Beberapa warga di Jemaat GKI Diaspora Skofro adalah warga asli yang mendiami kedua wilayah RI-PNG di tapal batas RI-PNG yang kesehariaannya aktivitas mereka di kedua wilayah tersebut, dalam banyak hal mereka berkomunikasi dengan bahasa  sehari-hari menggunakan bahasa Pisin (Tokpisin).  Kampung Skofro berasal dari bahasa Biak yang berarti tempat persembunyian. Sebelum warga migrasi ke PNG kampung itu bernama Kampung Nawi. Menurut beberapa cerita dari Warga pada tahun 1968-1969 banyak pejuang kemerdekaan Papua (TPN/OPM) yang tinggal di kampung Nawi. Keberadaan mereka dirasa menjadikan masyarakat tak aman hingga migrasi ke Papua New Guinea. Namun tahun 1969, terjadi operasi besar-besaran oleh militer Indonesia hingga menguasai kampung tersebut. Setelah daerah itu dikuasai oleh pihak militer Indonesia, masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke Papua Nugini akhirnya satu per satu kembali ke kampung halaman mereka. Masyarakat di kampung Skofro mengandalkan bercocok tanam. Hasil yang mereka dapatkan di kebun untuk memenuhi kebutuhan mereka di kampung. Memasuki tahun 2000-an masyarakat kampung itu mengenal dunia luar berbarengan dengan pembentukan kabupaten Keerom. Kehadiran GKI di Skofro terus memberikan dampak positif yang mana sejak awalnya agak kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat di sana. Namun karena pelayanan Gereja maka harus berinteraksi dengan mereka.Ternyata setelah memahami kehidupan mereka, masyarakat tersebut sebenarnya tidak mau meminta yang muluk-muluk kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini Kabupaten Keerom. Mereka hanya ingin pendidikan dan pelayanan kesehatan harus diperhatikan dengan baik karena mereka juga termasuk dalam NKRI

Beberapa anak di Kampung Skofro yang kami jumpai kemarin menceritakan bahwa menghadapi tahun ajaran baru mereka harus mencari uang untuk mendaftar di SMP ataupun SMA, beberapa aktivitas yang dilakukan oleh Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw bersama warga Skofro,  mereka bisa mendapat imbalan untuk membantu biaya sekolah. Inilah kontribusi nyata dari kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan-Emereuw yang memberikan dampak langsung.

Wakil Sekretaris Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw , Pnt. Maichel Kareth, diakhir pertemuan bersama warga menyampaikan terima kasih atas  dukungannya kepada  warga GKI Lembah Yordan-Emereuw  selama aktivitas di Skofro.

Jun 03

KUASA YESUS YANG MEMBEBASKAN

Ibadah minggu pagi, 3 Juni 2018 di Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw yang dihadiri oleh 281 Jiwa , Ibadah di pimpin oleh Pdt. D Robot, S.Th dengan pembacaan firman Tuhan di Kitab Kisah Para Rasul 3 ; 1- 10 dengan perikop pembacaan “ Petrus menyembuhkan orang lumpuh “ berikut khotbah oleh pelayan Tuhan “ Petrus dan Yohanes , mereka mau pergi ke Bait Allah disitu banyak orang , Gerbang Indah , ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir , dia diperhadapkan dengan kesulitan , kesulitan untuk mencari makan , jadi dia mencari makan dengan meminta sedekah kepada orang yang datang dibait Allah, ketika dia melihat petrus dan Yohanes datang di Bait Allah , dia berpikir , dia mengharapkan supaya mendapatkan kekuatan, masuklah petrus dan Yohanes ini dan dia meminta, Petrus katakan kepada orang lumpuh ini, “ Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang ada pada’ku akan aku berikan “ Dalam nama Yesus Kristus Orang Nazaret , berdirilah , berjalanlah, petrus mengambil tangannya dan membantu dia berjalan, disitulah keajaiban terjadi, orang lumpuh yang sejak lahir , belum pernah jalan, dia bisa jalan, karena nama Yesus Kristus orang nazaret itu , dia senang, dia bahagia, dia lompat , dia jalan kesana kemari , bahkan juga dia lompat memuji memuliakan Allah , Petrus dan Yohanes masuk di Bait Allah dimana mereka akan berdoa . Mereka akan sembayang pada jam 3 sore , orang – orang yang melihat mereka heran , mereka katakan itu orang yang duduk di depan, meminta-minta , kenapa dia sudah berdiri , berjalan dan sudah ada disini, itu semua adalah pekerjaan Roh Kudus Tuhan , Roh kudus Tuhan yang ada didalam diri Petrus , sehingga Petrus bisa menyembuhkan orang lumpuh bisa berjalan. Peristiwa ini membuat banyak orang datang dan tercengang-cengang, peristiwa ini mengundang orang banyak datang untuk percaya kepada Tuhan . Saudara-saudara Jemaat yang di kasihi oleh Tuhan Yesus Kristus , firman Tuhan mau mengingatkan kepada kita, gereja yaitu bukan gedungnya tapi orangnya kita semua adalah gereja , atau kita kita dipanggil untuk melayani, yaitu melayani dengan hati yang bersih, hati yang tulus , melayani dengan hati yang percaya sungguh kepada Tuhan, melayani dengan ada kerja sama satu dengan lain, kalau dia sifat sombong, sifat ego, sifat angkuh dia mau melayani bagaimana , karena Roh kudus Tuhan tidak suka dengan orang egois , sombong tapi Roh kudus Tuhan suka dengan orang yang rendah hati percaya kepada Tuhan, kalau kita menjalankan pelayanan Tuhan, dengan melayani orang lain dengan rendah hati , percaya kepada Tuhan, pasti Roh kudus akan datang kepada kita dan pelayanan kita akan mendatangkan hasil dan buah yang baik. Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus , kalau melayani, gereja melayani dengan hati terbuka , percaya kepada Tuhan, ada kerja sama , pasti akan merasakan pelayanan diberkati oleh Tuhan, kita melayani mereka yang sakit , supaya mendapat kekuatan pemulihan, mereka yang berduka supaya mendapatkan kekuatan penghiburan , supaya tidak larut dengan duka yang ada, mereka yang hidup tidak tenang karena persoalan, kita harus melayani, kita hadir supaya memberikan kekuatan , sehingga ada suka cita didalam menghadapi pergumulan sebesar apapun didalam kehidupan. Mereka yang hati sakit atau hati galau kita datang melayani supaya mereka dijamah, dipulihkan supaya tidak ada lagi kegalauan, tetapi memilih hati yang selalu percaya kepada Tuhan dan selalu memuji Tuhan. Saudara – saudara, keajaiban dan mujizat Tuhan , pekerjaan Roh Kudus Tuhan, bukan saja melayani jemaat pada mula-mula pada waktu itu , tapi masih berlaku sampai saat ini asalkan kita percaya kepada Tuhan, asalkan kita melakukan hal-hal yang baik, akan mendatangkan sukacita bahagia bagi orang lain, lebih dari itu kita juga mendatangkan sukacita bagi Tuhan. Jangan kita berpikir waktu itu ada petrus atau yohanes , tetapi sekarang masih ada petrus dan yohanes , yaitu mereka yang percaya nama Tuhan Yesus, nama Tuhan Yesus punya kuasa , nama Tuhan Yesus itu sungguh menghibur, nama Tuhan Yesus itu sungguh menguatkan bahkan juga nama Tuhan Yesus itu memberikan semangat untuk kita hidup, mengapa saya mengatakan nama Tuhan Yesus itu sungguh menghibur dan menguatkan , ketika kita mendengar sesuatu atau misalnya peristiwa bom , ketika kita melihat kita akan katakan “ Oh Tuhan , kita harus tahu bahwa ketika kita menyebut nama Tuhan itu doa yang sedang kita ucapkan , tapi ada juga kita menyebut nama Tuhan misalnya ketika kita menendang sesuatu , lalu kita menyebut nama Tuhan, Ia itu sesuatu yang keliru karena kita tidak menggunakan mata kita melihat untuk berjalan.
Hari – hari ini , banyak anak-anak Tuhan yang lumpuh , bukan lumpuh dari segi fisik, tetapi lumpuh dari segi Iman , misalnya malas Ibadah, malas berdoa, malas baca Alkitab, tapi saat ini lebih senang jalan-jalan ke Mall dan tempat rekreasi, kiranya dengan firman Tuhan ini, kita bisa membuka mata rohani kita atau mata Iman kita bahwa kita tidak lumpuh dalam pelayanan di gereja Tuhan. Amin.
Dalam Ibadah ini juga , turut menyaksikan kasih Tuhan melalui kidung pujian adalah paduan suara Pria Dewasa Provinsi Papua dan solo Bapak Dr. Y Haurisa. [EK]

Mei 26

Penyerahan bantuan kepada Jemaat Diaspora Skofro

Skofro – Bertempat dihalaman Gereja Jemaat Diaspora Skofro , Kabupaten Keerom  telah diserahkan 1 unit mesin babat kepada Jemaat Diaspora Skofro. Bantuan ini diserahkan oleh Bapak Womsiwor kepada Pdt. D Wompere,S.Th selaku pelayan Jemaat di Diaspora Skofro. Menurut Pdt. D Wompere,S.Th bantuan mesin babat ini akan sangat bermanfaat bagi Jemaat Diaspora Skofro, dimana dengan peralatan yang diberikan ini, Pemuda Gereja dan Majelis yang ada di Jemaat Diaspora Skofro akan memanfaatkannya untuk membersihkan halaman Gedung Gereja, dan selaku pelayanan Jemaat di Jemaat Diaspora Skofro, beliau berharap setiap orang yang hadir dan terpanggil untuk datang ke Skofro setidaknya memiliki hati untuk bersama-sama menjadi penjaga Injil di Tapal Batas.

Dengan kondisi Jemaat yang masih membutuhkan dukungan daya dan dana, berbagai bentuk kemitraan dilakukan untuk saling menopang dalam pelayanan. Kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan di Jemaat Diaspora Skofro , harus memberikan dampak dalam pelayanan di Jemaat Diaspora Skofro, dampak yang sangat terasa adalah bersama-sama memiliki tanggung jawab yang sama untuk meningkatkan mutu pelayanan di Skofro. Hal yang terpenting adalah bersama – sama menjadi penjaga Injil di Tapal Batas , artinya Injil harus terus bergema di tapal batas, kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan disana tentu menjadi bagian dari pergumulan Jemaat Diaspora Skofro

Mei 19

Dari Sekolah Minggu Cikal bakal lahirnya Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw

Menjadi pergumulan awal adalah  dipikirkan bagaimana anak-anak dapat beribadah / bersekolah minggu yang dekat, sehingga dengan kesehatian Jemaat disini mendirikan Balai Kerohanian dan peletakan Batu Pertamanya oleh Pdt. YOS WAMBRAUW, S.Th Ketua Jemaat GKI SION Padang Bulan hanya berukuran 9×15 Meter. Pada Tanggal 22 April 2004 persekutuan keluarga dibangun dengan indahnya, dan akhirnya diusulkan dalam Sidang Jemaat GKI SION Padang Bulan Tahun 2007 untuk mandiri, tetapi waktu itu tidak memungkinkan karena Gereja masih dalam proses pembangunan fisik dan pada Tahun 2008 dimana Wijk ini selaku penyelenggara Sidang Jemaat ke-13 GKI Sion Padang Bulan yang dipimpin oleh Pdt. Greace Sodanding, S.Th direkomendasikan untuk dimekarkan sebagai Bakal Jemaat Mandiri melalui Ibadah Perdana pada hari Minggu, 17 Mei 2009 Jam 09.00 yang juga dihadiri oleh BPK Klasis Jayapura dan Bapak Walikota Jayapura.  Itulah kisah awal hadirnya Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw , tepat ditanggal 17 Mei 2018  Jemaat GKI Lembah Yordan genap berusia 9 tahun. Dalam perjalanan pelayanan untuk menghadirkan misi kerajaan Allah di dunia Jemaat ini terus meningkatkan mutu pelayanan dari waktu ke waktu.

Untuk memeriahkan  HUT Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw ke-9, diadakan lomba paduan suara Jemaat, dari lombah yang diadakan  yang berhasil meraih juara 1 adalah Wijk III Bukit Zaitun, Juara 2  Wijk IV Getsemani KSP 2, Juara III Wijk I Samaria KSP 2.

Dalam ibadah Syukur HUT jemaat adapun menjadi renungan bersama adalah kitab Efesus 4 : 1-3

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda

4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan s  karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan t  dengan panggilan u  itu. 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu v  dalam hal saling membantu. w  4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan 1  x  Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Bagian firman Tuhan ini menjadi kado terindah buat Jemaat, dan diakhir ibadah diadakah pemotongan kue HUT jemaat yang ke – 9 dengan dihadiri oleh pengurus unsur dan kepanitiaan yang ada dalam Jemaat bersama tua-tua Jemaat.

 

Mei 12

RABUNI : DISINI AKU DAPAT MELIHAT

Alkitab mengisahkan kisah pelayanan Yesus , dimana Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho bersama-sama murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, ia memanggil engkau.” Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus. Tanya Yesus kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Jawab orang buta itu, “Rabuni, aku ingin dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. (Mrk 10:46-52)

Hari ini kunjungan kami ke Jemaat Diaspora Skofro – Kab.Keerom sekaligus pembersihan halaman gereja bersama majelis Jemaat disana, dari kunjungan tersebut kami sempat berdiskusi dengan  Istri dari Pdt. D Wompere Ibu Betty Kanikir,S.Si mengenai PAUD di SKOFRO yang dikelolah oleh Ketua Majelis Jemaat  Dispora Skofro bersama istri, menurut penuturan dari Ibu Betty  Kanikir,S.Si jumlah murid atau anak didik sekitar 30 –an anak yang merupakan warga dari negara  RI – PNG dan menggunakan dua bahasa pengantar yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Fiji , kehadiran PAUD ini merupakan bentuk pelayanan kasih yang nyata bagi warga disana, gereja hadir untuk menyuarakan suara kenabian dan kehadiran dari gereja telah memberikan buah yang nyata , kehadiran PAUD ini memberikan makna teologis bahwa pengenalan akan kasih Yesus akan memberikan dampak yang besar dalam pola pelayanan kasih bagi sesama, dan sesungguhnya  Rabuni menjadi refleksi bersama kita bahwa anak-anak kita di Skofro adalah pewaris masa depan Gereja, mereka harus diberi pengetahuan dasar untuk mengenal dunia luar melalui pengetahuan membaca, sehingga mereka dapat membaca dan melihat dunia luar dari batas negara RI-PNG.

Warga Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw yang melakukan kunjungan beberapa waktu lalu ke Jemaat GKI Diaspora Skofro terus berkomitmen untuk saling bahu membahu dalam meningkatkan mutu pelayanan dalam Jemaat terutama saling berbagi dalam kasih , seperti yang telah diajarkan Yesus.  Ketika kita kembali menyelidiki Alkitab ,  Apakah yang dilakukan oleh si buta Bartimeus (anak Timeus) yang sedang duduk di pinggir jalan ketika rombongan Yesus baru saja ke luar dari kota Yerikho? Apakah dia hanya berseru keras-keras: “Yesus, apa kabar?” Bayangkanlah situasi ketika itu. Ingatlah bahwa Yesus dikelilingi oleh orang banyak yang berbondong-bondong mengiringi-Nya, dan Bartimeus sedang duduk di pinggir jalan. Tidak mudahlah bagi orang buta ini untuk berteriak agar suaranya dapat didengar di tengah “hiruk-pikuk” yang terjadi. Jelas kelihatan bahwa Bartimeus sangat menginginkan untuk memperoleh sesuatu dari Yesus sehingga dia terus saja berteriak, malah setiap kali semakin keras, walaupun ditegur oleh banyak orang supaya dia tutup mulut. Hal ini mengingatkan kita pada cara anak-anak melakukan pendekatan kepada orangtua mereka, jika mereka menginginkan sesuatu. Yang perlu kita  perhatikan adalah tanggapan Bartimeus ketika Yesus menyuruh orang memanggilnya. Dia menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus (Mrk 10:50). Arti jubah penting bagi seorang pengemis. Biasanya si pengemis menggelar jubahnya di atas tanah dan dia duduk di atasnya ketika meminta-minta sedekah dari orang-orang yang lewat. Orang-orang yang lewat akan melemparkan kepingan uang logam dan/atau makanan ke atas jubah yang digelar itu. Jubah juga mempunyai arti sangat penting bagi orang miskin, karena menanggalkan jubah atau mantel berarti meninggalkan segalanya.

Kehadiran  Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw di Klasis Keerom, terutama di Jemaat GKI Diaspora Skofro mempunyai makna teologis , sebagai mana arti dari Rabuni, dimana ” Aku ingin dapat melihat ” , artinya masyarakat asli di Skofro tercatat belum ada yang mendapat gelar sarjana, ini adalah tanggung jawab bersama untuk menyukseskan pendidikan, kehadiran pondok belajar Rabuni atau PAUD disana menjadi tempat dimana anak-anak di kampung Skofro di didik untuk dapat membaca, dimana ketika mereka dapat membaca, maka mereka dapat melihat dunia, tantangannya adalah tanggung jawab bersama kita untuk memajukan pendidikan disana,  dan menjadi pergumulan kita bersama dalam menopang pendidikan melalui kehadiran gereja disana. [EK]

 

Mei 11

Ketua Sinode Menghimbau, Umat GKI-TP Menjaga Netralitas Pilkada Papua 2018

Saya, pendeta Andrikus Mofu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua dalam kesempatan yang baik ini menghimbau kepada seluruh hamba-hamba Tuhan, ketua-ketua jemaat GKI di Tanah Papua yang bekerja di jemaat-jemaat dan klasis-klasis agar bersama-sama berdoa dan mendukung sehingga pelaksanaan pemilihan kepala daerah (bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur) supaya dapat berlangsung dengan aman dan damai.

Nah berkaitan dengan itu maka sekali lagi saya menghimbau kepada saudara-saudara semua, khususnya kepada pelayan dan ketua majelis jemaat maupun Badan Pekerja Klasis agar kita menjaga netralitas, tetapi juga kita menjaga sebagai gereja tidak terlibat langsung dengan kampanye-kampanye praktis untuk mendukung salah satu pasangan ataupun juga mereka yang maju di pencalonan gubernur dan wakil gubernur , calon bupati dan wakil bupati.

Tugas sudara saudara ialah, sekali lagi berdoa dan mengarahkan seluruh warga jemaat supaya ikut menjaga keamanan, ketertiban dan ikut dalam memberi suara sesuai hak politik agar pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dapat terlaksana dengan baik, aman dan sukses.

Sekali lagi saya menghimbau supaya saudara-saudara semuanya menjaga netralitas dan menjaga agar sebagai pimpinan umat kita tidak terlibat secara langsung dalam politik praktis sebagaimana saya katakana tadi.

Dengannya pada kesempatan baik dan berbahagia ini saya menyampaikan selamat memasuki masa-masa dimana sebagai masyarakat kita akan melaksanakn pesta demokrasi dan kita semua berdoa supaya pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2018 berjalan dengan aman dan lancar.

Tuhan memberkati!

Sumber Berita : https://kemitraangki.com/2018/05/10/ketua-sinode-menghimbau-umat-gki-tp-menjaga-netralitas-pilkada-papua-2018/

Mei 06

Saling menopang dalam Pelayanan Kasih

Emereuw – Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw melaksanakan kunjungan ke Jemaat Diaspora Skofro Kabupaten Keerom, sabtu/05/05/2018.

Rombongan Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw  bersama pengurus Jemaat dalam hal ini di pimpin oleh Wakil Sekreteris Jemaat tiba di kampung Skofro disambut oleh Ketua Jemaat Gereja Dispora Skofro, Bapak Pendeta Daniel Wompere dan Ondoafi Skofro serta Jemaat dan Masyarakat Kampung Skofro.

Wakil Sekretaris Jemaat Pnt. M Kareth, pada kesempatan tersebut meyampaikan bahwa, maksud dan tujuan kami melakukan kunjungan kesini adalah, “ kami ingin berbagi kasih dengan masyarakat dan jemaat yang ada di Skofro sehingga terjalin suatu hubungan dalam kehidupan kebersamaan dengan saudara-saudara di Skofro ini.

Dan Pnt. M kareth juga menegaskan bahwa  Jemaat GKI Lembah Yordan berharap menjadi jawaban doa dari warga jemaat di Diaspora Skofro – Klasis Keerom untuk bersama – sama saling menopang dalam kasih Kristus.

Kunjungan ini diharapkan berdampak di masa mendatang , ada proses yang memberikan arti positif kepada warga di Jemaat Diaspora Skofro, artinya Jemaat di Perbatasan ini boleh menjadi bagian dari Warga Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw di masa mendatang untuk saling berkontribusi dalam membangun Jemaat bersama.

Kurang dari 6 Jam berada bersama warga Jemaat Diaspora Skofro, Ketua Jemaat Gereja Dispora Skofro, Bapak Pendeta Daniel Wompere dan Ondoafi Skofro serta Jemaat dan Masyarakat Kampung Skofro menyampaikan harapan bahwa hubungan ini boleh terjadi dalam tujuan bersama, saling menopang dalam pelayanan gereja ini kedepan, dan diakhir pertemuan diadakan doa bersama yang di pimpin oleh Pdt. D Wompere. [EK]

 

 

Mar 30

CAMP PASKAH MEMBENTUK KARAKTER ANAK & REMAJA

Perayaan Paskah 2018 dirayakan serentak di seluruh tanah Papua terutama Camp Paskah anak-anak sekolah Minggu. Pengasuh Sekolah Minggu, Gereja GKI Lembah Yordan- Emereuw mengatakan perayaan Paskah 2018 ini bisa membawa perubahan besar bagi anak-anak khususnya sekolah Minggu Remaja dan anak-anak agar semakin menyadari betapa pentingnya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dalam Iman orang Kristen.

”Saya menilai anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan ini dengan menyelami makna Paskah,”katanya. Perayaan Camp Paskah di GKI Lembah Yordan – Emereuw , Padang Bulan berlangsung sejak Kamis (29/3) sampai dengan Minggu (1/4).

”Saya senang bisa kumpul dengan teman-teman dan bernyanyi lagu-lagu bertema Paskah,”kata seorang anak sekolah Minggu GKI Lembah Yordan kepada media ini . Dia menambahkan mereka memaknai camp paskah ini sebagai bagian dari refleksi tentang Yesus yang rela berkorban untuk memberi nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa manusia .

Sementara itu menurut ketua Persekutuan Anak & Remaja (PAR) GKI Lembah Yordan, jumlah peserta camp paskah tahun ini sekitar 120-an anak, dan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak dalam berinteraksi sosial dan kesempatan seperti ini anak-anak bisa mengeksplor pengetahuan dan wawasannya tentang dunia sekitarnya, misalnya saja materi tentang lingkungan hidup atau perubahan iklim ataupun berbagai materi yang sangat bermanfaat dalam membentuk mental dan karakter anak selama kegiatan ini, kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 1 April di mana akan ada pawai obor paskah bersama Warga Jemaat GKI Lembah Yordan.

Pesan Paskah 2018 Oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Andrikus Mofu

Sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, saya menyampaikan selamat menjalani dan memasuki masa-masa sengsara peringatan Tuhan Yesus Kristus. Kini kita berada pada minggu peringatakan Tuhan Yesus yang ke enam dan kita akan melewati minggu sengsara ke tujuh, selanjutnya kita akan mempersiapkan diri untuk memasuki perayaan Paskah di tahun 2018.

Oleh karena itu pada kesempatan ini saya sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua berdasarkan tema sentral yang terambil dari, Roma 6:18, “Kuasa Kebangkitan Kristus Menjadikan Kita Hamba Kebenaran”. Maka saya mengajak kita semua agar sunguh-sunguh menghayati makna pengorbanan kematian Yesus Kristus, tetapi juga kita merayakan dengan penuh suka cita atas kemenangan Kristus atas maut lewat peristiwa Paskah.

Ya momentum perayaan Paskah yang didahuli dengan perayaan dan penghayatan sengsara Tuhan Yesus ini mengantarkan kita semua sebagai gereja dan umat Kristen, khusus warga GKI di Tanah Papua agar memaknai sengsara ini dan ikut bersama-sama dalam seluruh pergumulan untuk meningkatkan pelayanan di berbagai bidang yang kita laksanakan demi dan untuk membangun pertumbuhan kehidupan iman tetapi juga kehidupan rill kita.

Maka dalam kesempatan ini tentu saya mengajak kita semua kiranya dengan menghayati Paskah kebangkitan Yesus Kristus memotivasi kita dan juga memberi spirit bagi kita supaya semakin dewasa dalam membangun kehidupan, persekutuan dan pelayanan kita.

Sebagai gereja khususnya GKI di Tanah Papua tentu banyak hal kita terus kerjakan bersama, baik di aras sinode, klasis dan jemaat-jemaat. Di awal saya sudah katakan bahwa ada banyak pergumulan dan masalah yang kita hadapi tetapi mari kita menghayati dalam semangat Paskah ini supaya kita semakin termotivasi untuk membangun pelayanan kita demi meningkatkan nilai-nilai kemanusian bagi seluruh umat di wilayah kota, pinggiran hingga ke pedalaman.

Akhirnya dalam kesempatan yang baik ini sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menyampaikan selamat merayakan Paskah hari kemenangan, hari kebangkitan Kristus.

Kiranya semangat Paskah memotivasi kita untuk terus mendorong kebersamaan dan juga pelayanan kita kedepan.

Sekian dan terima kasih!

Sumber Berita : https://kemitraangki.com/2018/03/24/pesan-paskah-2018-oleh-ketua-sinode-gki-di-tanah-papua-pdt-andrikus-mofu/

Jan 28

Doa bukan membawa kita bebas dari masalah tetapi doa membawa kita untuk menang dari Masalah

Dalam Ibadah Minggu, 28 Januari 2018 melalui perenungan firman Tuhan di Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw , dalam firman Tuhan Matius 6 : 5 – 13 Pdt. M Pulalo,M.Th menyampaikan khotbahnya dengan dengan tegas menyampaikan kepada Jemaat bagaimana seharusnya berdoa, jangan berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. menurutnya ada 4 hal yang perlu di ketahui tentang hal berdoa, diantaranya : Asal usul Doa, dilihat dari sosiologi doa, dimana dijumpai rasa kekaguman manusia pada alam disekitarnya sehingga ada ungkapan syukur, berikutnya adalah apa sebenarnya doa itu, menurutnya doa adalah komunikasi manusia dengan Sang Klangitnya, Doa bukan membawa kita bebas dari masalah tetapi doa membawa kita untuk menang dari Masalah, berikutnya Doa adalah landasan hidup atau dasar hidup seseorang, dan yang terakhir Doa adalah tindakan bukan sekedar berkata-kata.
Di akhir ibadah Minggu ini, diadakan rapat perdana oleh Panitia pembangunan Gedung Gereja, dalam rapat tersebut di bahas 3 agenda penting yaitu reposisi struktur panitia untuk efektifitas dan efesiensi kerja panitia, mengingat bekerja dalam kebun anggur Tuhan adalah sebuah panggilan maka setiap orang dipanggil untuk merefleksikan tanggung-jawab bagi pekerjaan Tuhan, berikutnya adalah Ibadah bulanan panitia untuk mengefektifkan partisipasi anggota panitia dalam merespon panggilan sebagai panitia pembangunan gedung gereja, dan agenda yang sangat penting adalah review hasil sidang jemaat untuk segera di kongkritkan dalam hidup berjemaat melalui pembangunan talud gereja sebagai langkah awal mempersiapkan pembangunan fondasi gereja, hadir dalam rapat tersebut 13 Anggota Panitia dari 54 Anggota Panitia, ketua PHMJ Pdt M Pulalo,M.Th dalam arahannya menyampaikan terima kasih dan mohon terus setia bekerja menopang pembangunan Gedung gereja yang baru, sementara beliau sudah dilantik sebagai Ketua Klasis Muara Tami (EK)

Load more

Show Buttons
Hide Buttons