Mar 18

Cegah Perubahan Iklim, Iman Perlu Aksi Nyata

12698133_798650443601362_1469362146059567619_oDalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD PC. Siswantoko Pr di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 4 Februari 2016 bulan lalu mengingatkan perubahan iklim atau Climate Change merupakan bencana kemanusiaan dengan korban utama orang-orang kecil yang hidupnya hanya tergantung dan mengandalkan keteraturan musim. Untuk itu Gereja menyerukan perlunya “pertobatan ekologi” dengan mengubah perilaku yang menyebabkan orang tidak peduli pada lingkungan melalui pendidikan formal dan non-formal. GKI Lembah Yordan pada Keputusan Sidang Jemaat VII, telah menetapkan beberapa program konkrit sebagai bagian dari tanggung jawab Iman Jemaat kepada Tuhan melalui kerja bakti yang telah dilakukan oleh PHMJ bersama Pemerintah Distrik Heram dan Kelurahan Hedam beberapa waktu lalu.
Dan sebagai bentuk aktualisasi Iman dalam masa raya pelaksanaan Hari Paskah, Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi GKI Lembah Yordan melaksanakan gerakan menanam 1000 Pohon di Wilayah Pelayanan GKI Lembah Yordan yang melibatkan semua Urusan dan Unsur Jemaat , Frans Rumere, selaku ketua mengingatkan Masalah lingkungan hidup – mau tidak mau – merupakan milik kita bersama, baik lokal maupun global. Juga keprihatinan kita bersama? Belajar dari pengalaman Banjir selalu menyisahkan kisah buruk bagi Warga Perum Organda, Penanaman 1000 Pohon ini adalah bentuk dari aktualisasi Iman Kekristenan kita.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jemaat GKI Lembah Yordan, Pnt.Maikel Kareth, yang juga selaku staf PNS di Lingkungan Dinas Kehutanan Provinsi Papua kepada Panitia dihimbau untuk melakukan penanaman di lokasi yang telah ditetapkan, lalu perhatikan pola tanam dan tentunya tidak sampai berdampak pada masalah pada Pemilik Tanah di Organda.
GKI Lembah Yordan melalui Badan Usaha Jemaat, bekerja sama dengan WWF Region Papua dan Pemerintah Kota Jayapura , siap menyukseskan pelaksaan Penanaman 1000 Pohon, Bapak Edison Koibur selaku Waket Pembangunan GKI Lembah Yordan, siang tadi saat menerima Tim Teknis dari WWF Region Papua, menjelaskan kepada Tim bahwa Penanaman ini merupakan langkah awal kami di panitia pembangunan bahwa di lokasi ini akan dibangun gedung gereja yang baru, untuk itu keterlibatan semua pihak Gereja , Pemerintah dan WWF pada kegiatan ini sangat strategis untuk pengembangan Jemaat kedepan nantinya, sebelum dibangun perlu penataan dan tentunya melibatkan semua pihak baik dari Gereja & Pemerintah serta Stakeholder lainnya.
Sementara itu dari Tim teknis WWF sangat mengapresiasi kegiatan ini, mereka berpesan bahwa Warga Jemaat harus memulai, karena dengan menanam kita mewarisi masa depan bagi anak cucu kita, mereka berjanji akan memberikan pendampingan jika diperlukan, secara Alkitabiah terdapat dalam kitab sebagai berikut Setelah Allah menciptakan langit dan bumi dan mengisinya dengan segala makhluk yang bergerak di cakrawala, dalam air, di udara dan di atas muka bumi, pada hari keenam direncanakanNya membuat manusia menurut gambar dan rupa Allah sendiri, agar manusia ‘berkuasa’ atas makhluk-makhluk yang lain itu. Dan demikian terjadi. Manusia diciptakan menurut gambar Allah, laki-laki dan perempuan, lalu diberkati Allah dengan kata-kata ini:
“Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu ({yunani}, kibsylrha, dari kata kerja kabbasy), berkuasalah (a r, redu, dari kata kerja raddah) atas ikan-ikan di taut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej. 1:28b).
Menyikapi fenomena perubahan iklim, maka dukungan dan partisipasi semua Warga Jemaat GKI Lembah Yordan sangat diperlukan untuk Gerakan EARTH HOUR .Tahun ini, perayaan Earth Hour di Jemaat GKI Lembah Yordan yang jatuh pada Sabtu, 19 Maret 2016 pukul 20.30-21.30 waktu setempat, Jemaat GKI Lembah Yordan pada Gerakan EARTH HOUR Tahun ini, sebagaimana diketahui tahun ini perayaan EARTH HOUR jatuh pada Sabtu, 19 Maret 2016 pukul 20:30 – 21.30 , EARTH HOUR merupakan gerakan publik, untuk menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk berkomitmen bergaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam. Di tahun ke-8 di Indonesia, EARTH HOUR akan diselenggarakan pada tanggal 19 Maret 2016, pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Show Buttons
Hide Buttons