Belajar dari Jemaat mula-mula…

pinoaIbadah Persekutuan Kaum Bapak (PKB)  gabungan wilayah I & II  Jemaat GKI Lembah Yordan yang bertempat di kediaman Pnt. Lucky Sondakh pada Senin, 23 Mei 2016 di Pimpin oleh Pelayan Firman Pnt. Yonathan Pinoa,  dalam bagian pembacaan yang terambil di dalam dua pembacaan yaitu di Kitab Surat Rasul Paulus yang pertama kepada Jemaat di Korintus , yaitu I Korintus 3: 4 – 9 serta pembacaan yang kedua didalam kitab para rasul pasal 2 : 41 – 47 kedua bagian pembacaan ini menjadi bagian perenungan bersama Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Jemaat GKI Lembah Yordan , dengan  thema belajar dari Jemaat mula-mula, Pembacaan pertama di Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus yang menguraikan tentang Perselisihan, dalam penekanan Khobatnya yang Pnt.Yonathan Pinoa, menegaskan bahwa Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak mengklaim Pekerjaan Tuhan bahwa kitalah yang paling berjasa dalam pendirian Jemaat Lembah Yordan, karena klaim tersebut akan menimbulkan perselisihan dan persilisihan itu datangnya dari Iblis untuk mau mengacaukan Persekutuan Jemaat. Tetapi  beliau mengutip  Firman Tuhan “ Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan “ ini mau mengajarkan bahwa Tugas Panggilan kita baik sebagai Majelis, atau panitia adalah sama-sama melayani dengan tugas masing-masing, tetapi Tuhanlah yang akan memberkati pelayanan kita.

Di bagian Pembacaan yang kedua di Kitab Kisah Para Rasul  2: 41 – 47 yang berjudul Cara Hidup Jemaat Pertama, Pnt.Yonathan Pinoa mencontohkan  Jemaat GKI Lembah Yordan ketika pertama didirikan semua anggota Jemaat sehati dan saling menopang dalam pelayanan, untuk itu beliau menegaskan untuk Anggota PKB Jemaat GKI Lembah Yordan harus meneladani cara hidup Jemaat pertama, Firman Tuhan tersebut tentu masih dalam suasana HUT Jemaat yang ke-7, tepatnya tanggal 17 Mei 2016 yang baru saja dirayakan oleh Warga Jemaat GKI Lembah Yordan.  Dalam khotbahnya juga beliau mengatakan bahwa PKB sebagai Imam dalam keluarga harus meneladani cara hidup Tuhan, sehingga dapat dicontohi oleh keluarga kita, terutama anak-anak dalam persekutuan berjemaat. Karena anak-anak kita adalah masa depan gereja kita….

Bagikan untuk Pembaca!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.