«

»

Okt 05 2016

Cetak ini Pos

PILIHAN HIDUP YANG BENAR

yosuaIbadah KSP 2 WIJK III Bukit Zaitun, Jemaat GKI Lembah Yordan – Perumahan Organda pada Selasa 4 Oktober 2016 di Rumah Keluarga Yulius Rego, Gang Cempaka di Pimpin oleh Pdt. S Mandibondibo,S.Si Theol, tampak dihadiri oleh warga KSP , dalam khotbahnya yang terambil didalam kitab Yosua 24:1-28 yang mana dari uraian firman Tuhan ini yang terambil sebagai Nats Perenungan bersama adalah “Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan.” Yosua 24:14
Lebih lanjut diuraikan setelah Yosua berhasil membawa bangsa Israel menduduki dan mendiami Tanah Perjanjian untuk beberapa waktu lamanya, usia Yosua semakin bertambah tua. Menyadari bahwa masa hidupnya tidak akan lama lagi, Yosua mengumpulkan seluruh orang Israel termasuk para pemimpin tiap-tiap suku di Sikhem. Untuk apa? Dalam tradisi Israel, bila seorang pemimpin sudah berusia lanjut, di mana masa tugasnya akan berakhir dan kematiannya sudah sangat dekat, ia akan mengumpulkan seluruh rakyatnya untuk menyampaikan pidato perpisahan yang berisi nasihat atau pesan-pesan terakhir. Saat berada di Sikhem ini selain menyampaikan pidato perpisahan, Yosua juga hendak mengingatkan kembali komitmen bangsa Israel kepada Tuhan. Mengapa perlu diingatkan? Karena selama ini mereka sering mengalami jatuh bangun di dalam dosa, hati gampang berubah dan tidak lagi setia kepada Tuhan padahal mereka telah mengecap kasih dan kebaikan Tuhan begitu limpahnya. Saat ke luar dari perbudakan, perjalanan di padang gurun hingga tiba dan menikmati Kanaan, perkara-perkara besar dan ajaib telah dinyatakan Tuhan atas mereka. Karena itu Yosua menghendaki agar mereka membuat pilihan yang benar dan tegas kepada siapa mereka akan beribadah! Memilih beribadah kepada allah nenek moyang di seberang sungai Efrat, allah orang Amori atau kepada Allah yang hidup? Akan halnya Yosua sendiri, dengan tegas ia menyatakan, “…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (ayat 15b). Akhirnya umat Israel pun membuat pilihan yang sama yaitu berjanji dan tetap beribadah kepada Allah yang hidup. Mereka tidak boleh main-main dengan apa yang telah diucapkan, janji itu harus benar-benar ditepati. Ini komitmen mereka, “…Jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain!” (ayat 16). Jika mereka ingkar, lalu beribadah kepada allah asing, Tuhan tidak segan-segan akan menghukum mereka karena Dia adalah Allah yang kudus dan Pencemburu.Pilihan hidup yang benar menentukan masa depan kita, dan kita harus sungguh-sungguh mengerjakannya karena Tuhan tidak bisa dipermainkan! Dalam penerapannya di Jemaat, Pdt. S Mandibondibo,S.Si Theol menyinggung soal permainan ” Togel ” menurutnya itu sudah tidak menunjukkan pilihan yang benar dalam berjemaat, Pendeta juga berharap untuk setiap orang selalu mengerjakan keselamatannya, karena pilihan hari ini akan menentukan masa depan kita bersama Tuhan. Dalam setiap Ibadah minggu dan Ibadah – Ibadah di dalam persekutuan , dari waktu ke waktu mengalami penurunan , hal ini menunjukkan warga Jemaat sudah mulai sibuk dengan urusannya ataupun mulai membuat pilihan yang tidak sesuai dengan harapan firman Tuhan, Pendeta mengingatkan bahwa Hidup ini sangat berarti jika pilihan yang di buat adalah bersama Tuhan kita YESUS KRISTUS, semua tantangan yang dijalani akan semakin mudah ketika Yesus dilibatkan dalam semua urusan kita. artinya ada pilihan yang kita buat untuk melibatkan Yesus dalam hidup kita

Sumber Dok : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/10/05/pilihan-hidup-yang-benar/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *