«

»

Mar 26 2017

Cetak ini Pos

Pdt. M Pulalo, M.Th : Petrus, Thomas & Filipus mewakili kekristenan masa kini

“Jawab Yesus:  ‘Nyawamu akan kauberikan bagiKu?  Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:  Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  Yohanes 13:38

Minggu ini kita akan memasuki minggu advent yang kelima atau Laetare yang artinya Bersuka-citalah bersama-sama Yerusalem , dalam Pembacaan dan perenungan Firman Tuhan di pagi ini kita akan belajar bersama di dalam Kitab Yohanes : 13 – 36 – 38 dan Yohanes 14 : 5 – 9  Yesus telah menunjukkan kasihNya dan Allah dipermuliakan di dalam Yesus.  Begitu juga jika kita mempraktekkan kasih itu secara nyata kepada orang lain, kehidupan kita akan menjadi kesaksian bagi dunia yang sedang ‘kering’ kasih dan Tuhan pun dimuliakan melalui kita.  Maka dari itu kehidupan para pengikut Kristus haruslah berbeda dari orang dunia, dan yang membedakan itu adalah buah kasih yang dihasilkan.

Dalam pembacaan kita , terkait Pidato Tuhan Yesus yang menubuatkan tentang Jalan Via Dolorosa, seperti kita tahu bersama Jalan Via Dolorosa  adalah sebuah jalan di Kota Yerusalem Kuno. Jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggl salib menuju Kalvari. Jalan ini ditandai dengan 14 titik salib. Lima titik salib terakhir berada di dalam Gereja Sanctum Sepulchrum, dalam konteks kekristenan saat ini  jalan Penyangkalan, artinya ketika kita mau mengikuti Kristus ..kita harus berani menyangkal diri seperti di mimbar ini minggu sebelum saya ke Raja Ampat, saya sampaikan dalam Khotbah saya bahwa Iman Kristen itu sederhana saja, Katakan ” Ya” , bila Ya dan Katakan Tidak, bila tidak….sesungguhnya “ karakter dan perilaku dari Petrus menggambarkan Kita Warga Jemaat Lembah Yordan hari-hari ini, kita dengan karakter yang menunjukkan egoisme serta tekad yang kuat mengiringi Yesus tetapi sesungguhnya kita tidak mengenal Siapa Yesus sesungguhnya, Yesus mengajarkan kita Kasih , untuk itu kita juga harus berbuat kasih kepada sesama kita ,    Mengapa kita harus menunjukkan kasih kepada orang lain?  Karena Tuhan dapat memakai orang lain sebagai alatNya untuk menolong kita.  Orang lain juga bisa dipakai Tuhan untuk membentuk dan memproses kita.  Selain itu Tuhan pun bisa memakai kita menjadi alat untuk menjawab doa orang lain.  Selain itu, seorang pengikut Kristus haruslah memiliki kesetiaan.  Banyak orang pintar, cakap, rajin, tapi orang yang setia hanya bisa dihitung dengan jari.  Dalam keadaan apa pun kita harus setia mengiring Tuhan.  Petrus, berulang kali berjanji setia kepada Tuhan, namun janji tinggal janji.  Adalah paling mudah untuk berjanji, tapi bagaimana untuk menepatinya?  Simak pernyataan Petrus di hadapan Yesus:  “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”  (Matius 26:33),  “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”  (Lukas 22:23).  Tapi kenyataannya:  “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  (Yohanes 13:38b).  Yang Tuhan mau dalam hidup kita bukan hanya mengatakan janji kepada Tuhan, tetapi kita juga harus melakukannya.  Seringkali kita berkata seperti Petrus,  “Aku akan setia melayani Tuhan kalau sakitku Kausembuhkan.  Aku akan setia beribadah dan ikut doa puasa kalau Tuhan pulihkan ekonomi keluargaku”.  Namun ketika semua telah dipulihkan Tuhan, apa yang pernah kita ucapkan itu begitu mudah kita lupakan.
Banyak orang Kristen begitu setia mengiring Tuhan ketika semua keadaan berjalan baik dan lancar, tapi saat masalah dan tantangan datang kita rentan sekali untuk tidak setia.

Sementara karakter Thomas dan Filipus, mewakili para intelektual atau akademisi yang kadang-kadang diluar logika dan hal-hal rasional mengukur pekerjaan Kristus melalui Gereja-Nya, saat ini dengan hadirnya media Komunikasi seperti Radio, Televisi banyak Orang Kristen menggunakan Logikanya untuk mengukur pekerjaan Kristus , yaitu mereka mengatakan tanpa ke Gereja mereka dapat mendengarkan injil dari Radio atau Televisi berupa Firman Tuhan, menurut Pdt. M Pulalo,M.Th ini adalah pemahaman yang keliru , salah satu Tripanggilan Gereja adalah bersekutu, Persekutuan itu penting agar didalam kehidupan ini ketika kita berada dalam situasi dukacita ada pelayanan dari Gereja dan Hamba-Nya serta warga Jemaat, untuk itu dalam kehidupan kekristenan masa kini karakter Petrus, Thomas dan Filipus masih kita jumpai, untuk itu warga Jemaat di ajak untuk merenung arti dan pengorbanan Kristus bagi kita.

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/26/pdt-m-pulalo-m-th-petrus-thomas-filipus-mewakili-kekristenan-masa-kini/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *