Arsip Kategori: Aktivitas Jemaat

Jun 06 2017

Pesan Damai BTM Usai Ibadah Minggu di Jemaat Lembah Yordan Organda

JAYAPURA (LINTAS PAPUA )  –  Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengajak warga kota untuk tidak kembangkan informasi – informasi provokatif dan tidak benar di media sosial dan media lainya.

“Peristiwa tanggal 25 Mei 2017 adalah pelajaran bagi kita dan janganlah kita menambah foto dan memuat berita – berita bohong di media sosial,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, saat memberikan sambutan dalam kunjungannya ke Gereja GKI Jemaat Lembah Yordan Organda Padang Bulan,Distrik Heram, Minggu (28/5/2017).

 Dikatakan, bahwa bukan hanya di media sosial saja, namun dirinya juga telah memberikan perhatian dan pesan kepada media – media untuk tidak memberikan informasi yang provokatif, tetapi berikanlah informasi yang edukasi.

“Saya ingin Kota Jayapura  jadi rumah kita bersama dan kota yang damai dan aman, saya tidak mau seperti kota – kota  lain yang banyak masalah dan telah menjadi contoh akibat konflik – konflik berkepanjangan,” kata Wali Kota BTM, yang kini berpasangan dengan Wakil Wali Kota Jayapura Terpilih , Rustan Saru.

Walikota BTM mengajak, kepad amasyarakat untuk bersama mendukung program kerja kedepan dalam membangun kota.

“Saya juga dalam kesempatan ini ingin menyampaiakn untuk kta sebagai umat Kristen bisa memberikan pengampunan atau mengampuni dan tidak ada pembalasan, sebab kita diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk mengampuni sesaama kita,” tuturnya berpesan.

Wali Kota Jayapura yang menjabat dua periode ini mengakui, pentingnya menjadi surat – surat Kristus, sehingga kita menjadi surat yang dibaca dan menjadi berkat bagi semua orang.

“Kemarin dalam pertemuan bersama telah saya sampaikan juga agar semua proses ini bisa diselesaikan dalam seminggu, tentunya Pangdam dan Kapolda telah berkomitmen selesaikan semua ini,” katanya.

Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan, Pdt. Moses Pulalo, M.Th. (Eveerth Joumilena/LintasPapua.com)

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan, Pdt. Moses Pulalo, M.Th., mengatakan bahwa  pelayanan kedepan adalah  apa yang diharapkan Walikota dengan menjaga kedamaian dan kebersamaan.

“Saya kira ini tugas gereja dan semua masyarakat  dan kami berusaha membangun dari berbagai agama yang ada untuk menjaga kedamaian, sebab siapapun engkau yang adalah manusia harus menjaga Tanah Tabi sebagai tanah damai untuk dipancarkan kehidupan  yang harmonis,:” harapnya.

Sumber Berita :

Pesan Damai BTM Usai Ibadah Minggu di Jemaat Lembah Yordan Organda

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/06/06/pesan-damai-btm-usai-ibadah-minggu-di-jemaat-lembah-yordan-organda/

Jun 06 2017

BTM Bantu Rp. 50 Juta Untuk Perayaan Hari Pentakosta

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM)  mendukung penuh perayaan Hari Pentakosta untuk Klasis GKI Kota Jayapura Rayon C dengan memberikan bantuan dana Rp. 50 juta, kepada panitia di Gereja GKI Jemaat Lembah Yordan  Organda.

“Bantuan ini kiranya menjadi berguna dalam membantu pelayanan dan tentunya untuk membangun kemuliaan nama Tuhan,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, dalam sambutanya di Gereja GKI Lembah Yordan di Organda Padang Bulan, Minggu (28/5).

Dirnya mengajak, kepada warga jemaat untuk hidup dan bersahabat dengan alam, termasuk menjaga alam.

“Sebab itu, saya juga akan berusaha  memberikan yang terbaik kepada warga, termasuk bagi warga yang membangun diatas drainase akan saya tertibkan dan membongkarnya,” katanya.

Dikatakan, untuk masalah pembangunan akan dilihat baik untuk ijin – ijin, karena dirinya tidak akan memberikan ijin untuk membangun sembartangan.

“Saya tidak bicara omongkosong , tetapi berbicara di bait Allah, sehingga saya mengajak semua mari membantu saya dan kita membangun kota ini,”tuturnya berpesan.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Organda, Pdt. Moses Pulalo, M.Th., mengatakan, sangat berterimakasih kepada Bapak Wali Kota Jayapura atas dukungan dan bantuan yang sudah menutupi kekurangan dari panitia.

“Kiranya keluarga dan pekerjaan diberkati Tuhan Yesus, demikian yabg menjadi pesan – pesan damai dari Wali Kota Jayapura juga selalu kami berikan kesadaran dan pemahaman yag baik untuk warga bersama menjaga kedamaian,” akuinya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Hari Pentakosta Rayon C Klasis GKI  Kota Jayapura, Frans Rumere mengakui sangat berterimakasih kepada Wali Kota Jayapura yang sudah membantu dari kesiapan panitia.

“Rencana akan dilakukan ibadah dari jemaat – jemaat Rayon C pada tanggal 5 Juni 2017, sebanyak 20 jemaat dan tentunya sekitar 3 ribu – 5 ribu jemaat, sehingga kesiapan ini sudah dibantu banyak dari pa Wali Kota, selkali lagi terimakasih bnyak  Tuhan berkati pa Walikota ,” tuturnya.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan warga jemaat serta Kepala Kelurahan Hedam, Dionisius Deda serta majelis jemaar yang diakhiri dengan foto bersama. (Eveerth Joumilena)

http://lintaspapua.com/2017/05/28/btm-bantu-rp-50-juta-untuk-perayaan-hari-pentakosta/

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/06/06/btm-bantu-rp-50-juta-untuk-perayaan-hari-pentakosta/

Apr 18 2017

PASKAH DI TENGAH JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN

Mensyukuri pengorbanan Yesus Kristus, di tengah Jemaat GKI Lembah Yordan di lakukan berbagai kegiatan antara lain :
1. SEMINAR KANKER SERVIKS
Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada mulut leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina di mana semua wanita dari berbagai usia beresiko terserang penyakit ini. Tapi penyakit ini cenderung terkena pada wanita yang aktif secara seksual. Seperti wanita yang sudah menikah ataupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Pada walnya penyakit kanker serviks tidak memiliki gejala tapi penyakit ini dapat di curigai ketika terjadi perdarahan pada wanita tersebut sat melakukan atau setelah hubungan seksul , dan perdarahan ini terjadi di luar siklus haid.
Mengapa kami mengadakan seminar tentang kanker serviks?
Karena kami ingin agar para wanita di dalam jemaat ini dapat mengenal dan mengetahui secara dini apa penyebab dan gejala kanker serviks sehingga ada pencegahan secara dini karena telah banyak wanita yang kehilangan nyawanya akibat dari penyakit ini, dan dari hasil penelitian penyakit ini dapat membunuh 1 wanita dalam tiap 2 menit. Oleh sebab itu penyakit ini menjadi penyakit pembunuh wanita nomor 1 di dunia.
Dan sebenarnya bukan hanya para wanita saja yang wajib mengenal dan mengetahui penyebab kanker serviks , laki-laki juga wajib tahu karena penyakit ini pun dapat di bawa oleh laki-laki dan di tularkan kepada wanita, walaupun pada akhirnya laki-laki hanya sebagai pembawa dan tidak pernah menderita penyakit ini.
Harapan kami setelah kegiatan ini di laksanakan adalah, kiranya apa yang telah bapa/ibu dan pemuda/pemudi ketahui lewat seminar ini kita tidak hanya menjadi pendengar saja tapi mari kita sampaikan kepada suami/istri yang tidak ikut dalam kegiatan ini ataupun rekan-rekan kita yang lain yang mempunyai resiko terkena penyakit ini agar mereka lebih hati-hati dan melakukan pencegahan sejak dini agar tidak adalagi wanita yang menjadi korban dari penyakit ini. (R/Y)

2. JALAN SALIB
Jalan salib dilaksanakan pada hari kamis, 13 April 2017 bertempat di Lapangan Trikora. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Jemaat GKI Marthen Luther dan partisipasi dari Jemaat-Jemaat yang ada di sekitar kedua Jemaat seperti I.S.Kijne Padang Bulan dan Kairos Kampung Tiba-Tiba. Kronologis jalan cerita berdasarkan kitab injil tentang penyaliban Tuhan Yesus pada saat itu tetapi juga tentang situasi penyaliban pada saat ini seperti Narkoba, Perselingkuhan, Korupsi, KDRT dan Judi. Kegiatan Jalan Salib mendapat respon yang sangat baik dengan warga jemaat sehingga dapat dilihat bannyak warga gereja, wartawan, tetapi juga masyarakat ada di Kota Jayapura khususnya daerah Abepura yang terlibat tetapi juga merasakan dan larut dengan adegan fragmen yang dimainkan oleh Pemuda dari Lembah Yordan dan juga Marthen Luther. Fragmen ini juga menjadi kesan tersendiri dari beberapa pemain tetapi juga penanggung jawab, antara lain : Pemeran Tuhan Yesus (Voornawan Rumbino) ”yang saya rasakan ketika berperan sebagai Tuhan Yesus hal pertama yang saya rasakan ialah merasa Gugup, Takut, Sedih,dan merasakan sangat Berat ketika berperan sebagai Tuhan Yesus dan memikul salib dan ketika Berperan sebagai Yesus beberapa hal ini sangat saya rasakan, ketika sudah berperan sangat saya rasakan ialah sedih ,takut, berat dan sangat terpukul.
Ketkia berperan hal ini membuat pertanyaan pada diri sendiri, Apakah saya layak beradegan sebagai Tuhan Yesus ? atau Apakah saya layak memikul salib Tuhan Yesus?
Hal ini menjadi pertanyaan pribadi yang tidak bisa di jawab dan satu hal lagi yang masih jadi pertanyaan dalam diri ialah ketika saya kembali ke rumah dan lingkungan sekitar atau kehidupan sehari-hari dan bagaimana saya mengaplikasikan diri didalam rumah dan lingkungan sekitar. Apa yang harus saya lakukan hal ini yang masih jadi pertanyaan pribadi sampai saat ini ”. Pemeran Ibu Yesus (Ruth Yoteni) ; saya secara pribadi saya merasa apakah saya pantas memerankan tokoh ini. Karena dalam kehidupan nyata saya sangat jauh dari tokoh tersebut .saya selalu sempatkan diri untuk berdoa dan memohon tuntunan TUHAN agar saya dapat memerankan peran ini dengan baik dan ketika proses ini di jalankan saya merasa hati saya begitu tersentuh dan peran yang saya lakukan mengalir begitu saja. Dalam berperan sebagai ibu YESUS ada dua hal yang sangat saya rasakan 1. Sebagai ibu yang anak nya akan di hukum mati karena kesalahan yang tidak pernah di lakukan dan yang ke 2. Sebagai diri saya sendiri yang melihat begitu besar kasih TUHAN YESUS sehingga ia rela mati dan menderita demi menebus dosa-dosa kita. Pesan saya kiranya apa yang kami kerjakan dalam melakukan drama ini kami dapat memberitakan kepada sesama kami terutama yang belum mengenal YESUS tentang bagaimana kasih ALLAH kepada kita umat manusia sehingga ia rela menanggung derita demi menyelamatkan kita. Dan kiranya apa yang telah kami kerjakan hanya demi hormat dan kemuliaan nama TUHAN.Kegiatan ini di akhiri oleh renungan oleh Pdt. B Nanlohi,M.Th yang menegaskan agar makna paskah secara khusus prosesi penyaliban kristus menjadi faktor pemicu sukacita bagi jemaat seperti pengakuan penjahat di sebelah kanaan yang walaupun sudah berdosa tetapi berbahagia karena mengaku secara jujur disalib dan karena pengakuannya dia selamatkan. (F.R/V.R/R.T)

3. Ibadah-Ibadah
Terdapat beberapa rangkaian Ibadah dalam memperingati kematian Yesus Kristus antara lain Ibadah Jumat Agung, Ibadah Fajar Paskah dan Ibadah Paskah II. Ibadah Jumat Agung dipimpin oleh Pdt. M. Pulalo dengan mengambil pembacaan alkitab dari Lukas 23 : 33 – 43. Dalam khutbah yang disampaikan beliau menggolongkan sifat orang Kristen dalam 3 sifat yaitu sifat seperti prajurit dan orang Yahudi yang mengolok-olok Yesus, sifat seperti seorang penjahat yang menghujat Yesus serta sifat seperti penjahat yang mengakui kesalahannya di depan Yesus Kristus. Dalam Ibadah ini juga dirangkaikan dengan peneguhan sidi sebanyak 16 anggota sidi jemaat baru.
Ibadah berikutnya adalah Ibadah Fajar Paskah. Sebelum dilaksanakan ibadah fajar paskah, terdapat beberapa kegiatan menyambut kebangkitan Yesus Kristus diantaranya adalah Malam Puji-Pujian dan Pawai Obor. Ibadah Fajar Paskah dipimpin langsung oleh Pdt. Deisvan Robot dan beliau berpesan dalam khotbahnya bahwa dengan kebangkitan Kristus dapat membangkitkan semangat kita dalam menghadapi setiap pergumulan hidup.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, PAR juga melaksanakan Sekolah Alkitab Liburan tanggal 12 – 15 April 2017 dan dirangkaikan juga dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kreativitas anak sekolah minggu.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/18/paskah-di-tengah-jemaat-gki-lembah-yordan/

Apr 11 2017

SEMINAR KESEHATAN “KANKER SERVIKS”

Dalam rangka menyambut perayaan paskah, Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi bersama PHMJ GKI Lembah Yordan melaksanakan Seminar Kesehatan tentang Kanker Serviks. Selain menyambut perayaan paskah, seminar ini dilaksanakan karena penyakit kanker serviks yang semakin berkembang di Kota Jayapura terlebih khusus lingkungan Organda. Sasaran dari kegiatan ini bukan hanya warga jemaat GKI Lembah Yordan melainkan seluruh warga masyarakat yang tinggal di lingkungan Organda. Seminar ini dibawakan oleh dr. Josef Watimury, Sp.OG yang merupakan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) serta merupakan salah satu dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih.

Seminar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 April 2017, bertujuan agar masyarakat mampu memahami apa itu kanker serviks, bagaimana mencegah kanker serviks serta mengetahui gejala kanker serviks secara dini. Dalam seminar ini, dokter menyampaikan bahwa kanker serviks dapat dicegah jika kita telah mengetahui gejala kanker serviks secara dini dan dilakukan penanganan yang tepat. Dokter juga menyampaikan bahwa tingkat penyebaran Kanker Serviks di Papua biasanya melalui tindakan seks bebas yaitu berganti-ganti pasangan sehingga dapat meningkatkan resiko terinfeksi kanker serviks. Untuk mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah dapat dilakukan Tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Selain mudah dan murah, tes ini juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi luka prakanker, yaitu mencapai 90%.

Seminar ini dihadiri oleh mayoritas anggota persekutuan wanita, oleh karena itu jika ada seminar selanjutnya dokter sangat mengharapkan bapak, pemuda serta pemudi dapat berpartisipasi dalam seminar selanjutnya, kelanjutan dari kegiatan ini juga, dokter akan datang bersama tim khusus untuk melakukan pendeteksian dini terkait kanker serviks sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat jika ada yang terdeteksi menderita kanker serviks. Diakhir dari kegiatan ini, mewakili seluruh jemaat GKI Lembah Yordan, Pdt. J. Pantouw memberikan piagam sebagai ucapan terima kasih atas kehadiran dr. Josef Wattimury, Sp.OG sebagai pembicara dalam seminar kesehatan (YF)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/11/seminar-kesehatan-kanker-serviks/

Mar 29 2017

MENGANDALKAN TUHAN DALAM HIDUP

Ibadah KSP 2 Wijk III Bukit Zaitun di Keluarga Y Rego  yang di pimpin oleh Syms. R Kafiar dalam refleksi Firman Tuhan yang terambil dari  I Samuel 17: 43 – 47 dengan sorotan tema “ Mengandalkan Tuhan dalam hidup “

Dalam pembacaan kita, kita jumpai dua sosok yaitu Daud dan Goliat, Daud adalah seorang gembala  yang masih muda dengan elok parasnya dan berperawakan biasa sedangkan Goliat adalah raksasa orang filistin, Dia seorang  tentara profesional dengan bersenjata lengkap, Daud  seorang gembala yang tugas utamanya menggembalakan kambing domba,setiap menggembalakan domba  sering Daud berhadapan dengan singa dan beruang , Daud selalu percaya bahwa terbebas dari cakar singa dan beruang karena Tuhan yang maha kuasa. Bila dilihat secara fisik Daud dan Goliat tidak sebanding. Daud bersenjata umban dan batu  sedangkan Goliat bersenjata lengkap pedang, tombak dan lembing, Goliat menghadapi Daud dengan bersenjata lengkap dan ejekan , tetapi Daud menghadapi Goliat dengan nama Tuhan,  Jika Daud melihat raksasa itu pastilah Daud kalah sebelum berperang tetapi yang Daud lakukan adalah berfokus kepada Tuhan, itulah kunci kesuksesan Daud.

Dalam kehidupan kita ditengah dunia ini, seringkali kita berhadapan dengan kesukaran, kekuatiran , kebiasaan buruk yang membelenggu , sombong, iri  hati, angkuh , egois itu semua raksasa dalam kehidupan kita. Tetapi ketika kita mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita untuk menghadapi raksasa maka Tuhan akan membela tepat pada waktunya , ketika persoalan dalam rumah tangga, pekerjaan , pendidikan yang terus menerus silih berganti itu tandanya Tuhan mau kita terus mengandalkan Tuhan dalam menyelesaikan setiap persoaan hidup kita dengan hikmat sorgawi yang berasal dari Tuhan, maka raksasa itu akan menjadi keci l dalam kehidupan kita dan kita mengenal siapa Allah pencipta langit dan bumi dan kita mengerti kehendak Allah dalam hidup kita.

Kita belajar dari kisah Daud walaupun kita merasa kecil dan masih muda dalam menghadapi tantangan, persoalan, masalah hidup, kita harus tetap percaya kepada Tuhan,  bagi Tuhan tak ada yang mustahil maka jangan berfokus kepada masalah yang akan menjadi raksasa dalam hidup kita tetapi berfokus kepada Tuhan.  Kita harus tetap percaya segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita atas seizin Tuhan supaya kita tetap percaya , beriman dan berakar di dalam DIA. Janji Tuhan bagi kehidupan kita ketika kita mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kita sungguh-sungguh ke dalam tangan Tuhan maka kehidupan kita akan diberkati Tuhan, rumah tangga kita akan dipulihkan Tuhan, masalah dan persoalan dalam hidup dapat kita selesaikan bila Tuhan ada dalam kehidupan  kita. Tetaplah percaya terus menerus dalam keadaan terjepit sekalipun Allah punya cara untuk menolong kehidupan kita. Amin. [ Penulis : R Kafiar ]

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/29/mengandalkan-tuhan-dalam-hidup/

Mar 28 2017

SEMINAR DOA PERSEKUTUAN “APA ITU DOA?”

Emereuw (27/3) – Doa Persekutuan adalah program dari unsur PAM khususnya Seksi Kerohanian yang bertujuan untuk menambah pengetahuan seputar doa serta mampu mengimplementasikan tiap materi dari doa persekutuan. Doa Persekutuan dilaksanakan tiap 3 bulan sekali dan terbuka untuk seluruh unsur. Latar belakang dari program pelayanan ini adalah adanya sebagian pemuda yang masih malu ataupun takut dalam berdoa.

Pertemuan pertama dari program ini dibawakan oleh Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan, Bpk. Pdt. M. Pulalo, M.Th dalam bentuk seminar sehari dan mengambil tema ‘Apa itu Doa?’. Tema ini mengawali program ini sebagai pengantar agar peserta mengetahui pengertian dari doa, sikap orang Kristen dalam berdoa, serta keadaan apa yang membuat orang berdoa. Dalam materi ini, beliau menyampaikan bahwa Doa adalah nafas hidup orang kristen. Jika orang kristen tidak berdoa, berarti orang kristen tidak mampu bernafas. Beliau juga menyampaikan bahwa sikap kita dalam berdoa harus dengan rendah hati dengan mengganggap bahwa diri kita tidak layak dihadapan Tuhan. Beliau juga menjelaskan tentang pengertian dari doa syafaat. Syafaat artinya penghubung, jadi kita mendoakan pergumulan orang lain kepada Tuhan. Beliau membawakan materi dengan gaya khasnya yaitu diselipi dengan humor ringan yang berhubungan dengan materi dan sering diiringi gelak tawa dari peserta seminar. Dalam seminar ini juga dibagi 3 kelompok yang terdiri dari kelompok D, O, dan A yang membahas beberapa pertanyaan terkait dengan doa.

Seminar ini dimulai dari jam 5 sore dan berakhir pada jam 7 malam. Peserta seminar terdiri dari anggota PAM serta peserta katekisasi dan diikuti dengan antusias. Rencananya Doa Persekutuan akan dilaksanakan kembali 3 bulan kedepan dengan bentuk yang berbeda. [ Penulis : Yudi Suoth ]

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/28/seminar-doa-persekutuan-apa-itu-doa/

Mar 26 2017

Pdt. M Pulalo, M.Th : Petrus, Thomas & Filipus mewakili kekristenan masa kini

“Jawab Yesus:  ‘Nyawamu akan kauberikan bagiKu?  Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:  Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  Yohanes 13:38

Minggu ini kita akan memasuki minggu advent yang kelima atau Laetare yang artinya Bersuka-citalah bersama-sama Yerusalem , dalam Pembacaan dan perenungan Firman Tuhan di pagi ini kita akan belajar bersama di dalam Kitab Yohanes : 13 – 36 – 38 dan Yohanes 14 : 5 – 9  Yesus telah menunjukkan kasihNya dan Allah dipermuliakan di dalam Yesus.  Begitu juga jika kita mempraktekkan kasih itu secara nyata kepada orang lain, kehidupan kita akan menjadi kesaksian bagi dunia yang sedang ‘kering’ kasih dan Tuhan pun dimuliakan melalui kita.  Maka dari itu kehidupan para pengikut Kristus haruslah berbeda dari orang dunia, dan yang membedakan itu adalah buah kasih yang dihasilkan.

Dalam pembacaan kita , terkait Pidato Tuhan Yesus yang menubuatkan tentang Jalan Via Dolorosa, seperti kita tahu bersama Jalan Via Dolorosa  adalah sebuah jalan di Kota Yerusalem Kuno. Jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggl salib menuju Kalvari. Jalan ini ditandai dengan 14 titik salib. Lima titik salib terakhir berada di dalam Gereja Sanctum Sepulchrum, dalam konteks kekristenan saat ini  jalan Penyangkalan, artinya ketika kita mau mengikuti Kristus ..kita harus berani menyangkal diri seperti di mimbar ini minggu sebelum saya ke Raja Ampat, saya sampaikan dalam Khotbah saya bahwa Iman Kristen itu sederhana saja, Katakan ” Ya” , bila Ya dan Katakan Tidak, bila tidak….sesungguhnya “ karakter dan perilaku dari Petrus menggambarkan Kita Warga Jemaat Lembah Yordan hari-hari ini, kita dengan karakter yang menunjukkan egoisme serta tekad yang kuat mengiringi Yesus tetapi sesungguhnya kita tidak mengenal Siapa Yesus sesungguhnya, Yesus mengajarkan kita Kasih , untuk itu kita juga harus berbuat kasih kepada sesama kita ,    Mengapa kita harus menunjukkan kasih kepada orang lain?  Karena Tuhan dapat memakai orang lain sebagai alatNya untuk menolong kita.  Orang lain juga bisa dipakai Tuhan untuk membentuk dan memproses kita.  Selain itu Tuhan pun bisa memakai kita menjadi alat untuk menjawab doa orang lain.  Selain itu, seorang pengikut Kristus haruslah memiliki kesetiaan.  Banyak orang pintar, cakap, rajin, tapi orang yang setia hanya bisa dihitung dengan jari.  Dalam keadaan apa pun kita harus setia mengiring Tuhan.  Petrus, berulang kali berjanji setia kepada Tuhan, namun janji tinggal janji.  Adalah paling mudah untuk berjanji, tapi bagaimana untuk menepatinya?  Simak pernyataan Petrus di hadapan Yesus:  “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”  (Matius 26:33),  “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”  (Lukas 22:23).  Tapi kenyataannya:  “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  (Yohanes 13:38b).  Yang Tuhan mau dalam hidup kita bukan hanya mengatakan janji kepada Tuhan, tetapi kita juga harus melakukannya.  Seringkali kita berkata seperti Petrus,  “Aku akan setia melayani Tuhan kalau sakitku Kausembuhkan.  Aku akan setia beribadah dan ikut doa puasa kalau Tuhan pulihkan ekonomi keluargaku”.  Namun ketika semua telah dipulihkan Tuhan, apa yang pernah kita ucapkan itu begitu mudah kita lupakan.
Banyak orang Kristen begitu setia mengiring Tuhan ketika semua keadaan berjalan baik dan lancar, tapi saat masalah dan tantangan datang kita rentan sekali untuk tidak setia.

Sementara karakter Thomas dan Filipus, mewakili para intelektual atau akademisi yang kadang-kadang diluar logika dan hal-hal rasional mengukur pekerjaan Kristus melalui Gereja-Nya, saat ini dengan hadirnya media Komunikasi seperti Radio, Televisi banyak Orang Kristen menggunakan Logikanya untuk mengukur pekerjaan Kristus , yaitu mereka mengatakan tanpa ke Gereja mereka dapat mendengarkan injil dari Radio atau Televisi berupa Firman Tuhan, menurut Pdt. M Pulalo,M.Th ini adalah pemahaman yang keliru , salah satu Tripanggilan Gereja adalah bersekutu, Persekutuan itu penting agar didalam kehidupan ini ketika kita berada dalam situasi dukacita ada pelayanan dari Gereja dan Hamba-Nya serta warga Jemaat, untuk itu dalam kehidupan kekristenan masa kini karakter Petrus, Thomas dan Filipus masih kita jumpai, untuk itu warga Jemaat di ajak untuk merenung arti dan pengorbanan Kristus bagi kita.

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/26/pdt-m-pulalo-m-th-petrus-thomas-filipus-mewakili-kekristenan-masa-kini/

Mar 23 2017

Pnt. L Latuheru : ” KUNCI KEBERHASILAN HIDUP “

Renungan Firman Tuhan pada Ibadah WIJK III di Keluarga N Tantolu

Bapa Ibu Saudara/i yang terkasih bersama keluarga N Tantolu yang saya kasihi di dalam Tuhan Yesus ,  Pembacaan Alkitab kita di malam hari ini dalam Ibadah Wijk III  saya pilih dalam  Kitab Yesaya 55 : 1 – 11  menjadi perenungan kita bersama pada pembacaan Firman Tuhan ini saya beri thema “ Kunci Keberhasilan Hidup  sebagaimana judul dari pembacaan kita bersama adalah ….Seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari TUHAN

55:1 1 Ayo, hai semua orang yang haus 2 , o  marilah dan minumlah air, p  dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli q  dan makanlah, juga anggur dan susu r  tanpa bayaran! s  55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? t  Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik u  dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. v  55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, w  maka kamu akan hidup! x  Aku hendak mengikat perjanjian y  abadi dengan kamu, menurut kasih setia z  yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. a  55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi b  bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah c  bagi suku-suku bangsa; 55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa d  yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, e  oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, f  Allah Israel, yang mengagungkan g  engkau. 55:6 Carilah h  TUHAN 3  selama Ia berkenan ditemui; i  berserulah j  kepada-Nya selama Ia dekat! 55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan k  jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; l  baiklah ia kembali m  kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, n  dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan o  dengan limpahnya. 55:8 Sebab rancangan-Ku p  bukanlah rancanganmu 4 , dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, q  demikianlah firman TUHAN. 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, r  demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. s  55:10 Sebab seperti hujan t  dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, u  memberikan benih v  kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, w  55:11 demikianlah firman-Ku x  yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia 5 , y  tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil z  dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Dalam hidup ini jika kita ingin berhasil dalam hidup, Alkitab dengan jelas mengatakan “  55:6 Carilah h  TUHAN 3  selama Ia berkenan ditemui; i  berserulah j  kepada-Nya selama Ia dekat! “ dalam hidup ini hendaklah kita merenungkan Firman Tuhan di waktu siang dan malam , karena apapun yang kita lakukan dalam hidup ini , jika di luar Tuhan Yesus, maka semua akan sia-sia dan  kita tidak pernah menjumpai yang namanya keberhasilan kalaupun ada tentu kehidupan kita dalam kefasikan,  dalam minggu ini kita akan memasuki minggu sensara yang ketiga, hendaklah kita merenungkan penderitaan Yesus karena pelanggaran akan dosa kita , Yesus telah menderita , disalibkan dan mati bagi dosa kita, maka Yesus adalah Kunci Keselamatan bagi kita dalam hidup , untuk bisa berhasil dalam hidup tentu Yesus adalah pilihan kita dimana  Yesus telah menyediakan kemenangan yang abadi dimana Yesus telah mati bersama dosa-dosa kita  dan Yesus telah bangkit bersama Kemenangan yang abadi bagi kita, dalam hidup ini tidak ada jalan lain selain Yesus . Orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam, apapun yang dilakukan akan berhasil , ini sebagaimana diperkatakan oleh Alkitab , Alkitab menyatakan bahwa 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, r  demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Untuk itu bapak Ibu dan Keluarga N  Tantolu yang Yesus kasihi, Apapun yang kita lakukan pastikan bahwa Yesus adalah kunci dari segalahnya. Karena Yesus mati dan disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita, maka kita adalah lebih dari pemenang.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/23/pnt-l-latuheru-kunci-keberhasilan-hidup/

Mar 18 2017

Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua Ke-XVII “Semua Indah Pada Waktu-Nya”

Liputan Khusus dari Raja Ampat: Frans F Rumere **

Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua Ke-XVII yang dipusatkan di ibu kota kabupaten Bahari Raja Ampat dari tanggal 11-17 mempunyai daya tarik tersendiri bagi ribuan masyarakat yang terdiri dari warga jemaat dan peserta sidang tetapi juga para pedagang karena bukan hanya sidang tetapi juga ada pameran dari setiap Klasis,karnafal budaya serta panggung hiburan yang mendatangkan artis rohani ibu jakarta kota seperti Joy Tobing  dan Jhon Tanamal serta artis local lainnya.

       Sidang yang dibuka dengan ibadah syukur pada tanggal 11 maret 2017 berpusat di Pantai Waisai Tercinta dengan melibatkan delapan utusan Negara antara lain, Filipina, Papua New Guinea (PNG), Australia, Afrika, Fiji, Jerman, Jepan dan Swiss. Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (PGI), Henderina Hutabarat-Lebang, MA berpesan agar jemaat GKI Di Tanah Papua yang memiliki ratusan aneka ragam suku, tradisi dan budaya serta bahasa tetap bersatu dalam kristus “Kita boleh berbeda suku, budaya,politik tetapi jangan jadi pemecah melainkan memperkaya Iman Kristus” Kata ketua PGI saat membuka sidang sinode tersebut.

      Ketua BPAM sinode GKI  Di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku, S.Th mengatakan mengundang anggota dewan gereja sedunia karena wilayah Raja Ampat hampir 80 persen perairan laut dan pesisir merupakan  tempat destinasi wisata dunia “Pesona Raja Ampat ibarat wanita cantik di tanah papua yang menarik perhatian internasional. Maka itu GKI mengundang mitra gereja agar Raja ampat di promosikan guna meningkatkan kunjungan wisata asing”, Kata Pdt. Albert Yoku, S.Th kepada wartawan di WTC, sabtu (11/3).

  Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan gereja GKI di tanah papua mempunyai peranan yang sangat penting di Tanah Papua oleh sebab itu jangan sampai gereja ini terpecah belah karena kalau gereja ini terpecah hancur juga tanah papua ini atau tanah ini bisa merdeka.Lain halnya juga yang dikatakan oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE mengaku acara sidang sinode bermamfaat bagi Kabupaten Raja Ampat karena ada beberapa Negara yang hadir dengan demikian kedepan wisata Raja Ampat akan lebih terkenal dan jumlah wisatawan yang berkunjung juga akan semakin meningkat.

 Sehari kemudian (12/3), Ketua sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku,S.Th di damping duta-duta Kristus dari seluruh Klasis yang ada di Tanah Papua menthabiskan dan meresmikan gedung gereja GKI Alfa Omega Waisai dan Kantor Klasis Raja Ampat Utara. Peresmian gedung gereja yang unik dengan motif penyu belimbing itu di tandai oleh penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita serta pembukaan selubung papan nama. Gereja GKI Alfa Omega yang katanya gereja terbesar di Indonesia timur tetapi juga terunik di dunia ini akan menjadi aikon GKI tetapi juga menjadi pemandangan wisata di Kabupaten Raja Ampat.

       Pada, (13/3) dimulai dengan sidang sinode yang di warnai oleh unjuk rasa oleh ratusan jemaat dan beberapa depan Gereja GKI Alfa Omega Waisai sekitar jam 9.30 pagi. Jemaat yang unjuk rasa tergabung dalam Forum Presbiter Jemaat untuk reformasi. Aksi ini muncul karena BPAM Sinode masa bahkti 2011-2016 yang terpilih secara sah yaitu Pdt. Matheus Adadikam, S.Th (Sekertaris Sinode) dan Pdt.Jemima J.Mirino-Krey, S.Th (Wakil Ketua) dan Drs.C.Ayatanoi, M.Si selaku Badan Pengawas Perbendaharaan Gereja GKI Di Tanah Papua, di pecat secara sepihak oleh Ketua Sinode. Tetapi sidang yang di warnai unjuk rasa ini tetap berjalan meskipun penuh dengan dukacita karena tidak ada rasa sukacita dari ratusan warga jemaat beberapa pendeta tetapi juga dari peserta sidang resmi klasis Baliem Yalimo. Sidang yang terus berlanjut ini berakhir pada tanggal (18/3) dengan terpilihnya BPAM Sinode GKI Di Tanah Papua Periode 2017-2021; Ketua Pdt.Andrikus Mofu, M.Th, Wakil Ketua Pdt.Hiskia Rollo, M.Th, Sekertaris Pdt.Daniel Kaigere, M.Th, Wakil Sekertaris Pdt.Syanur Abas, M.Th dan Bendahara Syms.Niko Satya, SE.

Dengan demikian habislah dukacita terbitlah sukacita, habislah gelap terbitlah terang dan semuannya indah pada waktu-Nya.

Penulis adalah Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi – Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/18/sidang-sinode-gki-di-tanah-papua-ke-xvii-semua-indah-pada-waktu-nya/

Des 21 2016

PELAYANAN NYATA “SANTA CLAUS & PENGOBATAN MASSAL DI KAMPUNG TARFIA “

santaclausDalam Rangka Menyongsong Natal & Hari Doa Syukur PAM GKI Di Tanah Papua Ke-50 Tahun, Jemaat GKI Lembah Yordan melalui Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi & BP PAM Se-Klasis Jayapura melaksanakan  Kegiatan Santa Claus dan Pengobatan Massal  Kampung Tarfia,  pada masa advent III di bulan desember ini, seperti diketahui kampung atau desa lainnya di Papua, seringkali penyebutan nama kampung dan desa selalu lebih dari satu.  Hal ini biasanya dikarenakan nama-nama yang diberikan oleh adat berbeda dengan nama yang diusulkan oleh pemerintah setempat. Seperti dijumpai di kampung Tarfia atau Tarfi atau secara administrative  disebut kampung Kamdera. Beberapa fasilitas pemerintahan menggunakan Kamdera namun masyarakat cenderung menyebut ‘Tarfia”. Jumlah warga kampung menurut  data yang dihimpung sekitar 124 KK(kepala Keluarga) atau sekitar 760 jiwa yang terdiri dari 5 marga utama. Hampir tidak ada orang luar kecuali petugas medis, guru sekolah dan penjaga mercusuar, selebihnya orang asli Tarfia. Tarfia merupakan salah satu kampung dari 7 kampung yang dimiliki oleh distrik Demta di kabupaten Jayapura. Kampung ini terbilang unik dan diyakini sebagai kampung terjauh yang dimiliki oleh orang asli sekitar Demta. Sebenarnya ada satu kampung lagi yang lebih jauh dari ibukota distrik Demta yakni Muaif. Namun orang Demta menyakini bahwa orang di kampung Muaif merupakan eksodus dari wilayah sekitar Genyem. Sehingga mereka menyebut orang Muaif orang ‘Genyem pantai’. Warga penduduk  atau masyarakat adat Tarfia memiliki 10 marga yang terbagi menjadi 5 marga utama yakni marga Taurui, Bernifu, Taudufu, Ondi, Fitowin dan Daisiu. Secara umum perkembangan keluarga dan marga sangat terbatas sebab jumlah anak yang dimiliki dalam satu pasangan suami istri relative sedikit. Selain itu hampir tidak terdengar lagi bahasa asli, orang tua selalu menggunakan bahasa Indonesia kepada anak-anak mereka. Jalur biasa yang digunakan untuk sampai ke Tarfia melalui jalan laut dari demta Kota. Sebelumnya dari Jayapura ke Demta Kota sekitar 3,5 jam kemudian menggunakan motor laut sekitar 20 menit sampai di Tarfia. Kini jalan darat yang sudah dibangun sejak lama, dapat digunakan kembali sehingga orang yang memiliki angkutan sendiri akan menggunakan jalan darat sekitar 40 menit untuk sampai ke Tarfia dari Demta. Penduduk Tarfia bermata pencaharian sebagai nelayan. Mencari ikan adalah kebiasaan hampir setiap orang dewasa. Laki-laki dewasa pergi mencari ikan setiap saat pagi, siang atau malam, tergantung ada umpan dan biasanya sampai ke laut luar teluk. Sedangkan perempuannya lebih memilih pergi menjelang magrib hingga malam setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah. pengobatanPerempuan hanya memancing di sekitar teluk dengan perahu yang lebih kecil. Hampir setiap rumah memiliki perahu bahkan ada yang lebih dari satu. Ikan yang didapat bermacam-macam seperti tenggiri, ikan merah, ikan batu-batu maupun udang dan kepiting. Hasil laut sebagian besar hanya untuk dimakan. Ada juga yang dijual ke Demta dan Jayapura. Setelah pengumpul ikan masuk dan menetap beberapa hari di Tarfia, ikan langsung dijual pada mereka. Di Tarfia ada beberapa kios milik warga setempat yang isinya tidak cukup banyak dan biasanya kios-kios tersebut tidak dapat bertahan lama atau hidup secara kontinyu,pada waktu-waktu-waktu tertentu mati, kemudian terisi kembali atau berganti tentangga lain yang memiliki kios.Sebagian waktu luang digunakan perempuan Tarfia untuk menganyam aneka perabotan rumah dari bahan pepohonan di sekitar hutan sedangkan laki-lakinya membuat perahu dan ukir-ukiran. Tarfia merupakan salah satu kampung yang memiliki ‘fasilitas pembangunan’ yang cukup lengkap. Sayangnya hampir semua fasilitas tersebut tidak difungsikan dengan baik. Contohnya Pustu(Puskesmas Pembantu) yang sering tutup dan bangunannya makin tak terawat. Untuk pendidikan, ada fasilitas PAUD yang pernah mendapat bantuan dari Unicef namun setelah Unicef tidak lagi mendampingi, PAUD itupun berakhir dengan sendirinya.”Tidak ada yang urus lagi,” Ujar Veronika Ondi. SD YPK yang berdiri tahun 1914 adalah salah satu pelayanan pendidikan yang cukup baik meskipun tidak terlalu mudah untuk memotivasi anak-anak pergi sekolah dan mau belajar serta minimnya dukungan dana untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar. Kemudian ada SLTP negeri yang baru dibangun pada tahun 2009. Keberadaan SMP Negeri mengundang polemik sebab dipapan depan SMP tertulis SLTP Negeri Satu Atap,sementara pengelola SD YPPK tidak merasa bahwa SD YPPK satu atap dengan SLTP Negeri.”Tidak ada koordinasi dengan kita, manajemen sekolah juga pisah, mereka punya kepala sekolah sendiri, tidak ada koordinasi dengan kita,” demikian penjelasan Ibu Mery Yoku kepada SD YPK Tarfia. Sebenarnya kehadiran SLTP Negeri Satu Atap sangat membantu sehingga anak-anak di sekitar kampung Tarfia tidak lagi berperahu sampai ke Demta untuk bisa sekolah. Di balai kampung ada Jaringan Telepon Umum, sejak pemasangannya pada awal tahun 2012 hingga kini belum pernah digunakan. “Tidak ada yang bisa pakai, jadi alatnya dikasih tinggal begitu saja,” Ujar kepala kampung Tarfia. Kemudian pasar kampung yang dibangun setengah jadi kemudian terbengkalai,”Dana sudah habis” kata masyarakat. Masyarakat Tarfia sejak 2 tahun lalu sudah dapat menikmati listrik meskipun hanya mulai jam 19.00-24.00 WIT, bukan listrik desa tapi menggunakan listrik dari PLN Genyem yang dipasang diujung kampung. Setiap bulannya masyarakat membayar Rp.15 ribu/rumah ke petugas PLN yang datang menagih. Kadang diputus oleh PLN bila ada tunggakan berbulan-bulan yang cukup besar dari warga. Hal paling menarik yang dimiliki oleh Tarfia adalah Mercusuar yang dibangun akhir tahun 1990an. Mercusuar yang setinggi 45 meter memiliki 8 lantai, bersih terawat dan di setiap lantainya bersarang burung wallet yang selalu bertebangan ketika pintu mercusuar dibuka. Jika kita sampai dipelatarannya, petugasnya dengan ramah menawarkan,” mau naik,lihat-lihat?”. Pada kesempatan pelayanan kasih melalui kegiatan Santa Clauss serta Pengobatan Massal ini , kita dapat mengenal potret kampung Tarfia , dan kiranya dengan perayaan Natal kasih Kristus terus di nyatakan bagi saudara/I kita bahwa sesungguhnya kita harus terus mengasihi dalam kasih yang tak terbatas itu, Kasih yang datang dalam kesederhanaan  di Kandang Betlehem, Kasih Putra Natal …Kasih yang melampaui segala akal dan pikiran kita…selamat menyambut Natal 25 Desember 2016.

Sumber : Facebook Sdr.Frans Rumere, serta di olah dari berbagai sumber.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/12/21/pelayanan-nyata-santa-claus-pengobatan-massal-di-kampung-tarfia/

Post sebelumnya «

Fetch more items