Arsip Kategori: Aktivitas Jemaat

PERAYAAN HUT GKI KE 60 JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN

keghutgkiHUT GKI di Tanah Papua yang diperingati setiap tanggal 26 Oktober, dilaksanakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan di jemaat GKI Lembah Yordan. Untuk tahun 2016, GKI di Tanah Papua telah berusia 60 tahun dengan tema ‘Rendahkanlah dirimu dalam takut akan Kristus’ (Efesus 5 : 21). Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah Jalan Santai, Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk anak-anak sekolah minggu, serta Ibadah Syukur HUT GKI sekaligus Ibadah Lepas Sambut Pelayan Jemaat GKI Lembah Yordan.

Jalan Santai dilaksanakan pada jam 5 pagi dengan mengambil rute Halaman Pastori kemudian UNCEN Bawah dan kembali ke Halaman Pastori. Kegiatan ini diikuti oleh cukup banyak jemaat GKI Lembah Yordan. Kegiatan berikutnya adalah lomba menggambar dan mewarnai yang dilaksanakan pada jam 10 pagi dan disambut dengan sangat antusias oleh anak sekolah minggu. Untuk lomba menggambar, mengambil tema ‘I Have a Dream’ sehingga anak-anak menggambar apa yang menjadi cita-citanya dan 15 orang peserta, sebagian besar ingin menjadi pendeta dan yang lain memilih untuk menjadi guru, kapten kapal, dan sebagainya. Setelah lomba, masing-masing gambar dari anak-anak didoakan agar setiap impian mereka dapat tercapai.

Kegiatan berikutnya adalah Ibadah Syukur HUT GKI ke 60 jam 5 sore yang dipimpin oleh Pdt. B. Nanlohy dengan pembacaan alkitab sesuai dengan tema HUT GKI yaitu Kitab Efesus 5 : 21. Beliau menyampaikan dalam khotbahnya, bahwa ciri yang harus dimiliki oleh orang Kristen adalah Takut akan Tuhan dan Rendah Hati. Dengan memiliki ciri ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat dibutuhkan dalam hidup kita, kita adalah manusia yang lemah sehingga harus rendah hati, dan menopang kita untuk melayani sesama dengan ikhlas. Dengan tema ini juga, dapat menjadi titik balik bagi GKI di Tanah Papua yang sedang menghadapi berbagai masalah.

Setelah ibadah, acara berikutnya adalah sambutan oleh Pdt. M. Pulalo sebagai pelayan baru Jemaat Lembah Yordan dan Pdt. S. Mandibondibo sebagai pelayan lama yang akan pindah ke Jemaat GKI Marthen Luther Kampkey. Setelah sambutan dilaksanakan penyerahan cenderamata dari unsur-unsur jemaat serta masing-masing KSP, akhirnya acara ditutup dengan makan bersama seluruh jemaat GKI Lembah Yordan. (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/10/28/perayaan-hut-gki-ke-60-jemaat-gki-lembah-yordan/

SERAH TERIMA JABATAN PENDETA GKI LEMBAH YORDAN

serahSerah terima jabatan Pendeta Jemaat GKI Lembah Yordan dilaksanakan pada Ibadah Minggu Kudus, 16 Oktober 2016. Ibadah ini dihadiri oleh perwakilan Badan Pekerja Klasis Jayapura, Ibu Pdt. I.A. Rumbiak ,S.Th selaku Wakil Sekretaris Klasis dan Ibadah minggu kudus dipimpin oleh Ibu Pdt. Awom,S.Th Ibadah ini berlangsung dengan hikmat dan diisi dengan berbagai puji-pujian dari Vocal Group ataupun Solo dari dalam jemaat serta terdapat juga puji-pujian dari luar jemaat diantaranya adalah Paduan Suara Cressendo SMAN 4 Jayapura serta Paduan Suara Euanggelion.
Pembacaan Alkitab terdapat dalam Kitab Efesus 6 : 10 – 20. Dalam khotbahnya, Ibu Pdt. Awom menyampaikan sesuai dengan pembacaan kitab agar jemaat menggunakan senjata rohani untuk bertahan dan menyerang dari senjata tipu muslihat Iblis dengan cara berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, berkasutkan kerelaan, menggunakan perisai iman, dan menerima ketopong keselamatan dan pedang roh, yaitu firman Allah.
Setelah khotbah, dilanjutkan dengan agenda serah terima jabatan yang dipandu oleh Sekretaris Jemaat, Pnt. J.A. Yudianto dan pembacaan berita acara tentang mutasi pelayan jemaat dibacakan langsung oleh Ibu Pdt. I.A. Rumbiak. Berita acara ditandatangani oleh pelayan lama jemaat, Bpk. Pdt. S.P. Mandibondibo,S.Si Theol dan pelayan baru jemaat, Bpk. Pdt. M. Pulalo,M.Th Bpk. Pdt. S.P. Mandibondibo,S.Si Theol akan melayani di Jemaat GKI Marthen Luther Kampkey serta Bpk. Pdt. M. Pulalo,M.Th akan melayani di Jemaat GKI Lembah Yordan Organda bersama istrinya, Ibu Pdt. J.T. Pantouw sebagai pelayan umum (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/10/16/serah-terima-jabatan-pendeta-gki-lembah-yordan/

Ibadah Perjamuan Kudus Jemaat GKI Lembah Yordan

perjamuanDalam Ibadah Perjamuan Kudus yang dilaksanakan di Jemaat GKI Lembah Yordan – Perum Organda Padang Bulan pada Ibadah Minggu Sore, 09 Oktober 2016  pukul 18:00 WIT , Ibadah didimpin oleh HambahNya Ibu Pdt. Desvan Robot,S.Th,  yang dalam khotbahnya terambil di Kitab Matius 6:33, dimana itu merupakan Khotbah Yesus di Bukit, dimana  Yesus berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Yesus mengatakan hal ini sebelum menyelesaikan karya penebusan di kayu salib. Allah memiliki kasih yang begitu besar kepada kita sehingga Ia tidak ingin kita kuatir, gelisah ataupun takut akan segala sesuatu. Yesus telah menebus kita dari semua hal ini.
Apa yang mengganggu Saudara/i saat ini? Apakah usaha atau pekerjaan Saudara/i ? Ataukah pasangan hidup atau anak-anak Saudara? Hal itu tidak menjadi masalah lagi karena bila Saudara/i  lebih dulu mencari kerajaan Allah dan kebenaran-NYA, Ia akan memastikan bahwa Saudara tidak akan kekurangan apapun! Tuhan adalah gembalamu, dan engkau tidak akan kekurangan (Mazmur 23). Orang menemukan dirinya kekurangan karena kekuatiran membawa mereka mencoba melakukan sesuatu melalui rasa takut dan usaha pribadi untuk memperbaiki segala sesuatu yang sebenarnya sudah disediakan oleh Tuhan. Bukankah Ia mengatahan bahwa semuanya itu akan Ia tambahkan?  Perihal Kerajaan Allah,  Mari Kita ambil sedikit waktu dan mendefinisikan Kerajaan Allah: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17). Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah…” Kebenaran-Nya dinyatakan di dalam Injil. Puji Tuhan! Kerajaan Allah ada di dalam kita; dinyatakan kepada kita melalui Injil!  Roma 5 mengatakan pada kita bahwa kita telah diberi karunia kebenaran – kita adalah kebenaran Allah di dalam Kristus Yesus. Yesus telah membenarkan Saudara/i  dihadapan Allah. Ia telah menanggung semua penghukuman untuk  semua  dosa Saudara/i di atas kayu salib dan memberikan ketidakberdosaan-Nya pada Saudara/i.  Saudara/i telah dibebaskan; Saudara/i  merdeka. Sebagian besar orang Kristen akan setuju bahwa mereka telah diampuni. Bila memang demikian, lalu mengapa mereka masih hidup di dalam rasa bersalah dan penghukuman? Karena mereka tidak benar-benar percaya bahwa diri mereka telah diampuni secara total. Mereka memiliki suatu penyesalan untuk mengakui semua doa mereka karena mereka tidak cukup yakin bahwa mereka sepenuhnya diampuni. Saudara-saudari, inilah yang disebut dengan kebenaran – bahwa hal itu adalah pemberian. Saudara/i  tidak dapat memperolehnya melalui pengakuan dosa, baju kabung dan abu atau hal-hal yang lain. Hal itu merupakan karya yang telah diselesaikan Yesus dan tidak ada hubungannya dengan usaha Saudara/i. Malahan, usaha Saudara  untuk menjadi orang benar akan membatalkan iman saudara sesuai dengan Roma 4:17. Hal itu juga disebut dengan kebenaran pribadi. Memahami kebenaran Saudara sangatlah vital berhubungan dengan dua bagian lainnya dari kerajaan Allah, sukacita dan damai sejahtera, agar bekerja dalam hidup Saudara, yang segera akan Anda lihat.
Dalam khotbahnya Pdt.Desvan Robot,S.Th mengajak warga Jemaat untuk mengucap syukur atas semua kebaikan Tuhan Yesus didalam kehidupan Warga Jemaat , dalam situasi apapun atau bagaimanapun yang terjadi Tuhan tidak pernah meninggalkan Umatnya, yang perlu dilakukan hanyalah Percaya dan berserah pada-Nya.

Sumber Dokumentasi : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/10/10/ibadah-perjamuan-kudus-gki-lembah-yordan/

Okt 05 2016

PILIHAN HIDUP YANG BENAR

yosuaIbadah KSP 2 WIJK III Bukit Zaitun, Jemaat GKI Lembah Yordan – Perumahan Organda pada Selasa 4 Oktober 2016 di Rumah Keluarga Yulius Rego, Gang Cempaka di Pimpin oleh Pdt. S Mandibondibo,S.Si Theol, tampak dihadiri oleh warga KSP , dalam khotbahnya yang terambil didalam kitab Yosua 24:1-28 yang mana dari uraian firman Tuhan ini yang terambil sebagai Nats Perenungan bersama adalah “Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan.” Yosua 24:14
Lebih lanjut diuraikan setelah Yosua berhasil membawa bangsa Israel menduduki dan mendiami Tanah Perjanjian untuk beberapa waktu lamanya, usia Yosua semakin bertambah tua. Menyadari bahwa masa hidupnya tidak akan lama lagi, Yosua mengumpulkan seluruh orang Israel termasuk para pemimpin tiap-tiap suku di Sikhem. Untuk apa? Dalam tradisi Israel, bila seorang pemimpin sudah berusia lanjut, di mana masa tugasnya akan berakhir dan kematiannya sudah sangat dekat, ia akan mengumpulkan seluruh rakyatnya untuk menyampaikan pidato perpisahan yang berisi nasihat atau pesan-pesan terakhir. Saat berada di Sikhem ini selain menyampaikan pidato perpisahan, Yosua juga hendak mengingatkan kembali komitmen bangsa Israel kepada Tuhan. Mengapa perlu diingatkan? Karena selama ini mereka sering mengalami jatuh bangun di dalam dosa, hati gampang berubah dan tidak lagi setia kepada Tuhan padahal mereka telah mengecap kasih dan kebaikan Tuhan begitu limpahnya. Saat ke luar dari perbudakan, perjalanan di padang gurun hingga tiba dan menikmati Kanaan, perkara-perkara besar dan ajaib telah dinyatakan Tuhan atas mereka. Karena itu Yosua menghendaki agar mereka membuat pilihan yang benar dan tegas kepada siapa mereka akan beribadah! Memilih beribadah kepada allah nenek moyang di seberang sungai Efrat, allah orang Amori atau kepada Allah yang hidup? Akan halnya Yosua sendiri, dengan tegas ia menyatakan, “…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (ayat 15b). Akhirnya umat Israel pun membuat pilihan yang sama yaitu berjanji dan tetap beribadah kepada Allah yang hidup. Mereka tidak boleh main-main dengan apa yang telah diucapkan, janji itu harus benar-benar ditepati. Ini komitmen mereka, “…Jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain!” (ayat 16). Jika mereka ingkar, lalu beribadah kepada allah asing, Tuhan tidak segan-segan akan menghukum mereka karena Dia adalah Allah yang kudus dan Pencemburu.Pilihan hidup yang benar menentukan masa depan kita, dan kita harus sungguh-sungguh mengerjakannya karena Tuhan tidak bisa dipermainkan! Dalam penerapannya di Jemaat, Pdt. S Mandibondibo,S.Si Theol menyinggung soal permainan ” Togel ” menurutnya itu sudah tidak menunjukkan pilihan yang benar dalam berjemaat, Pendeta juga berharap untuk setiap orang selalu mengerjakan keselamatannya, karena pilihan hari ini akan menentukan masa depan kita bersama Tuhan. Dalam setiap Ibadah minggu dan Ibadah – Ibadah di dalam persekutuan , dari waktu ke waktu mengalami penurunan , hal ini menunjukkan warga Jemaat sudah mulai sibuk dengan urusannya ataupun mulai membuat pilihan yang tidak sesuai dengan harapan firman Tuhan, Pendeta mengingatkan bahwa Hidup ini sangat berarti jika pilihan yang di buat adalah bersama Tuhan kita YESUS KRISTUS, semua tantangan yang dijalani akan semakin mudah ketika Yesus dilibatkan dalam semua urusan kita. artinya ada pilihan yang kita buat untuk melibatkan Yesus dalam hidup kita

Sumber Dok : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/10/05/pilihan-hidup-yang-benar/

Beribadah dengan Hati

1102013254_univ_lsr_lgIbadah Kunci bulan di Jemaat GKI Lembah Yordan, Jumat 30 September 2016 di Pimpin oleh Hamba Tuhan Pdt. Desvan Robot,S.Th. Dalam Firmannya I Samuel 12 : 20 -25 dengan Perikop pembacaan ” Samuel minta diri dari bangsa itu “.
12:20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.
12:21 Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.
12:22 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya?
12:23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.
12:24 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
12:25 Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu.”

Dalam uraian firman Tuhan ini , dapat dikatakan Samuel pemimpin yang bijak, Tidak banyak pemimpin yang mengakhiri kepemimpinannya dengan baik. Ada yang jatuh di tengah jalan karena ambisi pribadi, ada pula yang jadi gila kuasa sehingga tidak mau turun, meski sudah waktunya.
Era hakim-hakim berakhir dan era kerajaan dimulai. Samuel sudah menghantar umat Israel sesuai dengan panggilannya sebagai hakim dan nabi. Saul sudah diterima dan dilantik sebagai raja. Berikutnya kepemimpinan Samuel akan dilanjutkan oleh Raja Saul. Bentuk dan cara kepemimpinan pasti berbeda, tetapi hal-hal esensial harus sama. Pertama, kepemimpinan Samuel bersih dari ambisi dan kepentingan pribadi (ayat 3-5). Maka Saul dan setiap pemimpin harus menyadari godaan besar untuk menyelewengkan kuasa dan otoritas yang mereka miliki.
Kedua, kepemimpinan Samuel berpusat kepada Tuhan. Tuhan adalah Pemimpin Utama (ayat 7-17). Samuel menegaskan dan mengajarkan bahwa umat Tuhan harus setia dan taat, hanya kepada Tuhan. Walaupun Tuhan memberikan raja sesuai permintaan mereka, kesetiaan utama tetap ditujukan kepada Tuhan.
Bahkan raja pun harus tunduk kepada Dia (ayat 14).
Ketiga, kepemimpinan Samuel didasarkan pada keadilan dan kebenaran Allah, juga pada belas kasih dan kesetiaan-Nya (ayat 20-25).
Memang umat berdosa ketika meminta raja, tetapi saat mereka mengakui dan menyesali dosa, Tuhan mengampuni dan memulihkan.
Dalam beberapa hal, kepemimpinan Saul memiliki kualitas seperti yang ditunjukkan Samuel. Namun itu baru permulaan. Masih harus diuji, apakah Saul sukses sampai akhir. Godaan untuk menyelewengkan otoritas dan kuasa yang dipercayakan kepada kita, sangat besar. Juga tak sedikit oknum pemerintahan, masyarakat, gereja, maupun rumah tangga, yang kacau karena kepemimpinan yang tidak konsisten dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Bila kita menjadi pemimpin, berilah diri kita dipimpin oleh Tuhan lebih dulu. Bila kita tidak dalam posisi pemimpin, dukunglah para pemimpin kita, salah satunya dengan doa.
Dari khotbahnya, Ibu Pdt. Desvan Robot, mengajak Warga Jemaat untuk ” takut akan Tuhan, beribadah dengan benar, beribadah dengan segenap hati ” agar Tuhan memberkati kehidupan Jemaat di awal memasuki bulan kerja yang baru di bulan Oktober 2016.

Sumber Dok : google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/30/beribadah-dengan-hati/

KELUARGA YANG BERIBADAH KEPADA TUHAN

pdt-basPelayanan Unsur Persekutuan Kaum Bapak (PKB) adalah salah satu unit misioner dan wadah Pembinaan warga gereja. Semua anggota PKB dibina dan diberdayakan sebagai sumber daya insani untuk menjadi pelaku-pelaku misi disetiap ruang kehadirannya didalam keluarga, di dalam Jemaat, di tempat pekerjaan dan didalam masyarakat, bahkan dunia.
Sudah banyak karya nyata yang telah dilakukan oleh PKB GKI Lembah Yordan sampai diusia ke-7 tahun. Namum, ada banyak hal juga yang masih terus dilakukan oeh PKB. Thema HUT PKB  Tahun 2016 adalah BAPAK ADALAH IMAM DI TENGAH KELUARGA, oleh sebab itu sebagai Kaum Bapak kita diingatkan atau disadarkan untuk sedia memberi diri dibina dan diberdayakan sebagai Iman melalui pelayanan-pelayanan yang telah dilakukan dalam Jemaat melalui unsur PKB, agar dapat berfungsi dalam penguatan peran setiap Bapak dalam Keluarga, demikian Panggilan Beribadah saat Ibadah Syukur HUT PKB Lembah Yordan yang Ke-7, yang di pimpin oleh Pdt. Bastian Nanlohy,S.Th,M.Th .
Dalam khotbahnya dalam kitab Yosua 24 : 14 Pdt.Bastian Nanlohy,S.Th,M.Th memberikan gambarang dari sosok Yosua (bahasa Ibrani: éÀäåÉùËÑòÇ Yehoshuaʿ; bahasa Yunani: Ἰçóïῦò, Iesous, bahasa Arab: یæÔÚ Èä äæä Yūshaʿ ibn Nūn; bahasa Inggris: Joshua) bin Nun adalah pemimpin bangsa Israel yang menggantikan Musa dan yang membawa bangsa Israel masuk serta merebut tanah Kanaan, menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sebelumnya ia adalah pembantu Musa dan menjadi salah satu dari 12 pengintai yang dikirim Musa untuk melihat tanah Kanaan (Bilangan 13).[1] Ia merupakan tokoh utama dalam Kitab Yosua. Nama sebenarnya adalah Hosea bin Nun dari suku Efraim, tetapi Musa memanggilnya Yehoshu’a (Yosua) (Bilangan 13:16) yang kemudian lebih umum dipakai. Dilahirkan di Mesir sebelum bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir, dan meninggal di tanah Kanaan setelah mengatur pembagian tanah untuk setiap suku bersama imam Eleazar. Diduga sebaya dengan Kaleb bin Yefune dari suku Yehuda yang juga salah seorang pengintai.
Flavius Yosefus mencatat bahwa Yosua mati 20 tahun setelah memasuki dan merebut tanah Kanaan,[2] atau di akhir Zaman Perunggu. Menurut Yosua 24:29, Yosua meninggal pada usia 110 tahun.
Dari seorang Yosua ini, Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI Lembah Yordan harus mengambil teladan bagaimana memotivasi diri menjadi Imam dalam Keluarga, saat ini ditengah kesibukan kerja dan pengaruh saat ini, hampir dijumpai sebagian Imam dalam Keluarga sibuk dengan kesibukannya, Pdt.Bastian Nanlohy,S.Th.M.Th mengajak setiap Kaum Bapak untuk berperan aktif dalam setiap keluarga sebagai Imam, agar misi kerjaan Allah dapat hadir ditengah-tengah keluarga kristen.

Dalam Sambutan Wakil Ketua PKB GKI Lembah Yordan , Bapak Ronald Owu , mengharapkan partisipasi dan peran aktif dari setiap Anggota PKB GKI Lembah Yordan, dimana hampir dijumpai dalam setiap Ibadah sedikit prosentase kehadirannya, padahal Kaum Bapak atau PKB adalah Imam dalam Keluarga, beliau mengingatkan sekaligus mengharapkan peran aktif Istri untuk mengingatkan setiap kaum bapak di GKI Lembah Yordan untuk aktif dalam setiap Ibadah hari senin. sebagaimana pesan melalui sub thema HUT PKB kali ini ” Melalui Perayaan HUT PKB Ke-VII, Hendaklah kita hidup sebagai Bapak-bapak yang Beribadah dan Cakap mengajarkan hal-hal yang baik.

Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. S Mandibondibo,S.Si.Theol yang juga memberikan pesan dan kesan, mengapresiasi PKB GKI Lembah Yordan, dimana diusia yang masih muda ini, PKB Lembah Yordan bisa melakukan Wisata Rohani ke Jemaat GKI Lukas Saba beberapa waktu lalu, dimana program bedah rumah mampu memberikan kontribusi bagi Jemaat disana, untuk itu diharapkan PKB GKI Lembah Yordan terus berperan dan lebih menunjukkan eksisitensi Imannya melalui kegiatan-kegiatan yang menunjang pelayanan GKI di Tanah Papua, terutama bagi Kemuliaan Nama Tuhan kita.

Pada Ibadah HUT PKB yang ketujuh ini, Ketua PKB GKI Lembah Yordan Bapak W Awom, memberikan sebuah Cinderamata dari Hasil Wista Rohani Ke Israel bulan Agustus Lalu kepada Ketua Pembangunan GKI Lembah Yordan, Bapak K F Mambay, SE,M.Pd.K dimana diterima oleh Ketua Majelis Jemaat.

Sumber Dokumentasi : Yonas Andato

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/25/keluarga-yang-beribadah-kepada-tuhan/

Perekaman e-KTP di Jemaat GKI Lembah Yordan

e-ktpPanitia Hari-Hari Besar Gerejawi GKI Lembah Yordan sesuai dengan keputusan rapat beberapa waktu lalu, siang ini, Minggu , 25 September 2016 bertempat di Samping Halaman Gedung Gereja GKI Lembah Yordan dilaksanakan perekaman e-KTP, Menurut Ketua PH2BG Jemaat GKI Lembah Yordan, Sdr.Frans Rumere, S.Pd.K Kegiatan ini merupakan kerja sama Panitia dengan Distrik Heram dan Dinas Catatan Sipil Kota Jayapura, menurutnya kegiatan ini terkesan mendadak karena tidak sesuai dari jadwal yang direncanakan, tetapi Panitia sangat berterima kasih karena pihak Distrik Heram dan Dinas Pencatatan Sipil Kota Jayapura, menyempatkan diri untuk datang ke Jemaat GKI Lembah Yordan.
Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa Lembah Yordan, atau organda merupakan Kompleks perumahan yang sangat stretegis khususnya bagi Mahasiswa, sehingga beberapa warga  berkas-berkas perekaman e-KTP masih didaerah asal, dan juga waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan hari libur (minggu),
Tetapi setidaknya kegiatan ini bisa mengajak warga Gereja untuk lebih peduli terhadap Program Pemerintah, dan gereja sebagai mitra Pemerintah, terus bergandengan dalam melayani masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT GKI di Tanah Papua bulan depan.

Dokumentasi : Yudistra

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/25/perekaman-e-ktp-di-jemaat-gki-lembah-yordan/

PELATIHAN PERBENDAHARAAN GEREJA GKI LEMBAH YORDAN

keuangan-gerejaDalam tahun pelayanan 2016 ini PHMJ GKI Lembah Yordan terus berbenah, terutama dalam penataan administrasi keuangan gereja, bertempat di Gedung gereja GKI Lembah Yordan, Sabtu , 24 September 2016 dilaksanakan Pelatihan Perbendaharaan Gereja, hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini adalah ; Majelis Jemaat, BPPG Jemaat, Koordinator KSP/WIJK , Ketua Badan Pelayanan Unsur (PKB,PW,PAM dan PAR), Ketua Panitia didalam Jemaat, serta Direktur CV.Lembah Yordan, sebagaimana diketahui bahwa Perbendaharaan Gereja adalah kekayaan yang dimiliki, dikuasai dan/atau dikelolah oleh Gereja, baik tingkat Sinode, Klasis, Jemaat, maupun unit-unit organisasi Gereja yang berbadan hukum atau bukan berbadan hukum atas nama Gereja, Perbendaharaan Gereja sendiri terdiri dari ; [a] Uang Kartal (Giro) [b].Uang Giral (Logam), [c].Hutang Piutang, [d].Barang-barang bergerak (asset) dan [e] Barang-barang tidak bergerak (Bangunan Tanah).
Sedangkan tujuan dari Perbendaharan Gereja adalah untuk efisiensi dan efektifitas, bertanggung-Jawab , tertib, lengkap , akurat dan terpercaya, kegiatan ini merupakan bagian dari Peningkatan Kapasitas Perbendaharaan Gereja dilingkungan GKI Jemaat Lembah Yordan. Hadir dalam kegiatan ini adalah Sekretaris Jemaat Pnt.Jery Agus Yudianto , yang memberikan Laporan Penyelenggaraan sementara Sambutan/Arahan oleh Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan Pdt. S Mandibondibo,S.Si.Theol
Sumber Gambar :hariansib.co

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/25/pelatihan-perbendaharaan-gereja-gki-lembah-yordan/

PERTEMUAN PAM & PAR LEMBAH YORDAN DENGAN UNITING CHURCH OF AUSTRALIA

Kelas Bahasa InggrisKelas Bahasa Inggris Lembah Yordan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun berjalan mendapat kunjungan tamu dari Australia yaitu mitra GKI di Tanah Papua ‘Uniting Church of Australia’. pada sabtu kemarin [18/06]  Maksud dari kedatangan mereka adalah untuk mengenal kemampuan bahasa inggris dari pemuda dan remaja serta membangun hubungan kerja antara pemuda dan remaja GKI Lembah Yordan bersama ‘Uniting Church of Australia’.
Pertemuan ini dibuka oleh Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan, Pdt. S.P. Mandibondibo.S.Si,Theol Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi dan menerima dengan senang hati kedatangan perwakilan dari ‘Uniting Church Australia’. Beliau juga berharap bahwa kerjasama ini bukan hanya di bidang pembelajaran Bahasa Inggris namun di bidang lainnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperlancar kemampuan bahasa inggris antara pemuda-remaja Lembah Yordan dan perwakilan ‘Uniting Church Australia’. Selanjutnya diadakan percakapan diantara kelompok dengan setiap perwakilan dari Australia. Meskipun, para peserta belum mampu berbahasa inggris dengan baik tapi percakapan ini diselingi dengan senda gurau dan semakin mendekatkan hubungan antara pemuda, remaja, dan perwakilan dari Australia.
Kegiatan ini sangat disambut baik oleh pemuda dan remaja GKI Lembah Yordan terbukti dengan tingkat partisipasi mereka yang tinggi dalam kegiatan ini. Menurut Sdri. Henny Awom, “Walaupun gugup karena masih ragu dengan kemampuan bahasa inggris namun kegiatan ini sangat baik dan sangat senang dengan kehadiran dari perwakilan ”Uniting Church of Australia” dan harapan dari seluruh peserta kelas Bahasa Inggris GKI Lembah Yordan ini, kursus ini harus tetap berjalan terus. (YFS/FXR)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/06/19/pertemuan-pam-par-lembah-yordan-dengan-uniting-church-of-australia/

SEHATI SEPIKIRLAH KAMU !

logo_sehati_sepikirIbadah Panitia Pembangunan GKI Lembah Yordan, pada Jumat 10 Juni 2016 di kediaman Pdt. S Mandibondibo,S.Si,Theol merupakan ibadah bulanan yang di Programkan oleh Majelis Urusan Pekabaran Injil, Ibadah ini merupakan bagian dari upaya untuk menggumuli bersama-sama semua program panitia pembangunan dalam jemaat GKI Lembah Yordan, Dalam Khobatnya Pdt. D Robot,S.Th menyampaikan firman Tuhan didalam kitab 2 Korintus 13 : 11 yang mana mengajak segenap Panitia Pembangunan untuk merenung bersama Tanggung Jawab dalam pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada Panitia, setiap pribadi yang ada dalam Panitia Pembangunan sudah mendapat kepecaayaan dari Tuhan, sehingga hendaknya kepercayaan itu dijaga dan syukuri sebagai berkat Tuhan kepada mereka yang bertekun dan berpengharapan kepada Tuhan, di ingatkan bahwa Tuhan berpesan dalam firmannya bahwa “ Ia akan menyertai kita, sehingga pekerjaan Tuhan jangan di kira bahwa dalam pelayanan tidak ada masalah, Pdt. D Robot, S.Th mengatakan bahwa anak-anak Tuhan juga mengalami masalah dalam kehidupan, tetapi Tuhan kita tidak akan membiarkan kita hidup sendiri, Ia akan menyertai kita sampai kesudahan, yang harus dipegang adalah Janji Tuhan itu Ya dan Amin, jika ada masalah itu artinya Tuhan ingin kita belajar dari masalah untuk mendewasakan iman kita. Diharapkan juga bahwa dalam melayani Tuhan kita harus bergandengan tangan baik Majelis, Panitia dan warga Jemaat, harus sehati dan sepikir dalam melasanakan tugas panggilan pelayanan, jika ada perbedaa tegurlah dengan kasih, dan bersama-sama sebagai suadara di dalam Tuhan harus memberi teladan dan contoh, bahwa perbedaan itu ada agar kita saling melengkapi dan menolong.
Ibadah ini juga sekaligus mensyukuri berkat umur panjang bagi kedua anak dari Pdt. S Mandibondibo,S.Si,Theol sekaligus Ibadah bulanan Panitia Pembangunan, diakhir ibadah disampaikan beberapa hal oleh Ketua Pembangunan GKI Lembah Yordan, Bapak K F Mambay, bahwa saat ini proses pekerjaan fisik dari Talud di samping gereja sedang dikerjakan untuk semua harus berperan aktif dalam mengawasi pekerjaan yang sedang berlangsung dari CV.Sinar Baru Papua, dan bagi anggota jemaat yang ingin bekerja bisa mendaftar di Panitia Pembangunan, dan Pekerjaan ini patut disyukuri karena dari sekian banyak Jemaat di Kota Jayapura, kita Jemaat GKI Lembah Yordan dipercayakan oleh Tuhan melalui BPBD Kota Jayapura untuk mendapat bantuan pembangunan Talud ini.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/06/11/sehati-sepikirlah-kamu/

Post sebelumnya «

» Post terbaru

Fetch more items