Arsip Kategori: BP PAM GKI Lembah Yordan

Jul 16 2017

PERGANTIAN ANTAR WAKTU KETUA DAN BENDAHARA PAM GKI LEMBAH YORDAN

Sehubungan dengan pengunduran diri Sdr. Derek Marisan dan Sdri. Insos Sarwom sebagai Ketua dan Bendahara PAM, maka diadakan suatu Rapat Istimewa dengan agenda Pemilihan Ketua dan Bendahara PAM pada hari Minggu, 16 Juli 2017. Rapat ini dihadiri sebanyak 14 anggota BP PAM dan dipimpin oleh Sekretaris BP PAM dan Majelis Pendamping PAM, Pnt. L. Sondakh. Rapat ini juga dihadiri oleh Senior PAM, Sdr. Frans Rumere dan PHMJ yang diwakili oleh Wakil Sekretaris, Pnt. M. Kareth.

Sebelum rapat dimulai, rapat ini dibuka dengan arahan dari Wakil Sekretaris PHMJ yang mengharapkan agar Ketua terpilih dapat menyelesaikan pelayanan hingga tahun 2019 sehingga tidak diadakan Pergantian Antar Waktu kembali. Setelah rapat dibuka, akhirnya para peserta rapat memilih untuk dilakukan voting tertutup dalam pemilihan ini. Hal ini sesuai anjuran dari Majelis Pendamping PAM, agar voting tertutup dilaksanakan agar kebersamaan tetap terjaga karena setiap figur ketua dan bendahara tidak mengetahui pemilihnya.

Sebelum dimulai pemilihan juga, Sdr. Frans Rumere menyampaikan bahwa sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang Ketua terpilih adalah kesetiaan. Dalam pemilihan Ketua dan Bendahara, seluruh anggota BP PAM berhak memilih dan dipilih. Dan berdasarkan suara terbanyak akhirnya terpilih Ketua BP PAM Antar Waktu Terpilih adalah Sdr. John Simbiak dan Bendahara BP PAM Antar Waktu Terpilih adalah Sdri. Rossaline Wambrauw. Untuk posisi Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris selanjutnya akan dilaksanakan pertemuan internal (YF)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/07/16/pergantian-antar-waktu-ketua-dan-bendahara-pam-gki-lembah-yordan/

Apr 25 2017

REKREASI PAM GKI LEMBAH YORDAN

Untuk meningkatkan kebersamaan diantara anggota PAM GKI Lembah Yordan, maka diselengggarakan kegiatan rekreasi bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 23 April 2017 dan bertepatan dengan hari libur, bertempat di Pantai Holtekamp. Selain untuk meningkatkan kebersamaan diantara anggota PAM, kegiatan rekreasi ini juga bertujuan untuk menyambut anggota sidi baru Jemaat GKI Lembah Yordan yang telah diteguhkan beberapa minggu yang lalu.
Sekitar 60 anggota PAM terlibat langsung dalam rekreasi ini. Seluruh anggota PAM tiba di pantai Holtekamp sekitar pukul 11.00 WIT dan dilanjutkan dengan persiapan tempat ibadah. Sebelum berekreasi, dilaksanakan ibadah singkat yang dipimpjn oleh Majelis Pendamping PAM, Pnt. Lucky Sondakh. Ibadah ini dilaksanakan dalam bentuk permainan yaitu ‘Meniru Foto’. Seluruh anggota PAM dibagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari kurang lebih 10 orang dan harus menirukan foto tersebut secara detail, mulai dari ekspresi dan gaya berpakaian. Permainan ini penuh canda tawa karena bebrbagai foto yang agak ‘nyeleneh’ mulai dari pose mengendarai MotoGP, bergelantungan di kereta, selfie dengan ekspresi yang lucu, menendang bola, dan pose seperti prajurit Indonesia pada saat peperangan. Seluruh kelompok memainkan ini dengan sangat baik meskipun ada beberapa kelompok yang masih malu dalam meniru foto. Di akhir permainan ini, Bapak Pnt. L. Sondakh mengambil pembacaan Alkitab dari 1 Timotius 4 : 12 dan menerangkan bahwa anggota muda harus menjadi teladan bagi seluruh Jemaat GKI Lembah Yordan dalam sikap dan perbuatan.
Setelah Ibadah, dilaksanakan lepas sambut anggota sidi baru menjadi anggota PAM GKI Lembah Yordan. Sekitar 16 orang yang telah diteguhkan menjadi anggota sidi baru namun yang hadir dalam rekreasi ini sekitar 8 orang untuk mewakili anggota sidi baru. BP PAM diwakili oleh Sekretaris dan Majelis Pendamping PAM menyerahkan ‘Salib’ secara simbolis kepada anggota sidi baru yang diwakili oleh Ketua Kelas, Sdr. Ones Windesi. “Dengan diserahkan salib ini menandakan bahwa saudara siap memikul salib artinya siap melayani Tuhan dalam suka maupun duka, mudah-mudahan ada Ketua PAM periode selanjutnya yang akan terpilih dari saudara/I anggota sidi baru” ujar Sekretaris PAM dalam menyampaikan pesan kepada anggota sidi baru. Selain itu, Majelis Pendamping PAM berpesan kepada anggota Sidi Baru, bahwa Salib ini sebagai simbol kemenangan karena Tuhan Yesus telah bangkit melewati segala penderitaan di kayu salib, anggota sidi baru diharapkan aktif dalam pelayanan sebagai bentuk ucapan syukur atas pengorbanan Yesus di Kayu Salib.
Setelah Ibadah dan penyerahan secara simbolis selesai dilaksanakan, acara selanjutnya adalah makan siang. Kegiatan makan siang ini dilakukan diatas daun pisang sehingga lauk dan nasi langsung diletakkan diatas daun pisang. Tujuan dari makan siang diatas daun pisang agar kebersamaan diantara anggota muda tetap terjaga dengan makan bersama tanpa canggung diatas daun pisang. Setelah makan siang, acara selanjutnya adalah games yang melibatkan seluruh anggota PAM dan dilakukan langsung di tepi pantai. Permainan-permainan yang dilaksanakan sangat menyenangkan karena menguji kekompakan serta kerjasama antar kelompok. Setelah permainan, akhirnya seluruh anggota PAM melakukan aktivitas masing-masing, ada yang bermain bola, duduk mendengarkan lagu di tepi pantai, serta mandi di pantai. Akhir dari kegiatan ini dilaksanakan foto bersama di tepi pantai agar momen kegiatan ini tetap tersimpan bersama. (YF)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/25/rekreasi-pam-gki-lembah-yordan/

Apr 18 2017

PASKAH DI TENGAH JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN

Mensyukuri pengorbanan Yesus Kristus, di tengah Jemaat GKI Lembah Yordan di lakukan berbagai kegiatan antara lain :
1. SEMINAR KANKER SERVIKS
Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada mulut leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina di mana semua wanita dari berbagai usia beresiko terserang penyakit ini. Tapi penyakit ini cenderung terkena pada wanita yang aktif secara seksual. Seperti wanita yang sudah menikah ataupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Pada walnya penyakit kanker serviks tidak memiliki gejala tapi penyakit ini dapat di curigai ketika terjadi perdarahan pada wanita tersebut sat melakukan atau setelah hubungan seksul , dan perdarahan ini terjadi di luar siklus haid.
Mengapa kami mengadakan seminar tentang kanker serviks?
Karena kami ingin agar para wanita di dalam jemaat ini dapat mengenal dan mengetahui secara dini apa penyebab dan gejala kanker serviks sehingga ada pencegahan secara dini karena telah banyak wanita yang kehilangan nyawanya akibat dari penyakit ini, dan dari hasil penelitian penyakit ini dapat membunuh 1 wanita dalam tiap 2 menit. Oleh sebab itu penyakit ini menjadi penyakit pembunuh wanita nomor 1 di dunia.
Dan sebenarnya bukan hanya para wanita saja yang wajib mengenal dan mengetahui penyebab kanker serviks , laki-laki juga wajib tahu karena penyakit ini pun dapat di bawa oleh laki-laki dan di tularkan kepada wanita, walaupun pada akhirnya laki-laki hanya sebagai pembawa dan tidak pernah menderita penyakit ini.
Harapan kami setelah kegiatan ini di laksanakan adalah, kiranya apa yang telah bapa/ibu dan pemuda/pemudi ketahui lewat seminar ini kita tidak hanya menjadi pendengar saja tapi mari kita sampaikan kepada suami/istri yang tidak ikut dalam kegiatan ini ataupun rekan-rekan kita yang lain yang mempunyai resiko terkena penyakit ini agar mereka lebih hati-hati dan melakukan pencegahan sejak dini agar tidak adalagi wanita yang menjadi korban dari penyakit ini. (R/Y)

2. JALAN SALIB
Jalan salib dilaksanakan pada hari kamis, 13 April 2017 bertempat di Lapangan Trikora. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Jemaat GKI Marthen Luther dan partisipasi dari Jemaat-Jemaat yang ada di sekitar kedua Jemaat seperti I.S.Kijne Padang Bulan dan Kairos Kampung Tiba-Tiba. Kronologis jalan cerita berdasarkan kitab injil tentang penyaliban Tuhan Yesus pada saat itu tetapi juga tentang situasi penyaliban pada saat ini seperti Narkoba, Perselingkuhan, Korupsi, KDRT dan Judi. Kegiatan Jalan Salib mendapat respon yang sangat baik dengan warga jemaat sehingga dapat dilihat bannyak warga gereja, wartawan, tetapi juga masyarakat ada di Kota Jayapura khususnya daerah Abepura yang terlibat tetapi juga merasakan dan larut dengan adegan fragmen yang dimainkan oleh Pemuda dari Lembah Yordan dan juga Marthen Luther. Fragmen ini juga menjadi kesan tersendiri dari beberapa pemain tetapi juga penanggung jawab, antara lain : Pemeran Tuhan Yesus (Voornawan Rumbino) ”yang saya rasakan ketika berperan sebagai Tuhan Yesus hal pertama yang saya rasakan ialah merasa Gugup, Takut, Sedih,dan merasakan sangat Berat ketika berperan sebagai Tuhan Yesus dan memikul salib dan ketika Berperan sebagai Yesus beberapa hal ini sangat saya rasakan, ketika sudah berperan sangat saya rasakan ialah sedih ,takut, berat dan sangat terpukul.
Ketkia berperan hal ini membuat pertanyaan pada diri sendiri, Apakah saya layak beradegan sebagai Tuhan Yesus ? atau Apakah saya layak memikul salib Tuhan Yesus?
Hal ini menjadi pertanyaan pribadi yang tidak bisa di jawab dan satu hal lagi yang masih jadi pertanyaan dalam diri ialah ketika saya kembali ke rumah dan lingkungan sekitar atau kehidupan sehari-hari dan bagaimana saya mengaplikasikan diri didalam rumah dan lingkungan sekitar. Apa yang harus saya lakukan hal ini yang masih jadi pertanyaan pribadi sampai saat ini ”. Pemeran Ibu Yesus (Ruth Yoteni) ; saya secara pribadi saya merasa apakah saya pantas memerankan tokoh ini. Karena dalam kehidupan nyata saya sangat jauh dari tokoh tersebut .saya selalu sempatkan diri untuk berdoa dan memohon tuntunan TUHAN agar saya dapat memerankan peran ini dengan baik dan ketika proses ini di jalankan saya merasa hati saya begitu tersentuh dan peran yang saya lakukan mengalir begitu saja. Dalam berperan sebagai ibu YESUS ada dua hal yang sangat saya rasakan 1. Sebagai ibu yang anak nya akan di hukum mati karena kesalahan yang tidak pernah di lakukan dan yang ke 2. Sebagai diri saya sendiri yang melihat begitu besar kasih TUHAN YESUS sehingga ia rela mati dan menderita demi menebus dosa-dosa kita. Pesan saya kiranya apa yang kami kerjakan dalam melakukan drama ini kami dapat memberitakan kepada sesama kami terutama yang belum mengenal YESUS tentang bagaimana kasih ALLAH kepada kita umat manusia sehingga ia rela menanggung derita demi menyelamatkan kita. Dan kiranya apa yang telah kami kerjakan hanya demi hormat dan kemuliaan nama TUHAN.Kegiatan ini di akhiri oleh renungan oleh Pdt. B Nanlohi,M.Th yang menegaskan agar makna paskah secara khusus prosesi penyaliban kristus menjadi faktor pemicu sukacita bagi jemaat seperti pengakuan penjahat di sebelah kanaan yang walaupun sudah berdosa tetapi berbahagia karena mengaku secara jujur disalib dan karena pengakuannya dia selamatkan. (F.R/V.R/R.T)

3. Ibadah-Ibadah
Terdapat beberapa rangkaian Ibadah dalam memperingati kematian Yesus Kristus antara lain Ibadah Jumat Agung, Ibadah Fajar Paskah dan Ibadah Paskah II. Ibadah Jumat Agung dipimpin oleh Pdt. M. Pulalo dengan mengambil pembacaan alkitab dari Lukas 23 : 33 – 43. Dalam khutbah yang disampaikan beliau menggolongkan sifat orang Kristen dalam 3 sifat yaitu sifat seperti prajurit dan orang Yahudi yang mengolok-olok Yesus, sifat seperti seorang penjahat yang menghujat Yesus serta sifat seperti penjahat yang mengakui kesalahannya di depan Yesus Kristus. Dalam Ibadah ini juga dirangkaikan dengan peneguhan sidi sebanyak 16 anggota sidi jemaat baru.
Ibadah berikutnya adalah Ibadah Fajar Paskah. Sebelum dilaksanakan ibadah fajar paskah, terdapat beberapa kegiatan menyambut kebangkitan Yesus Kristus diantaranya adalah Malam Puji-Pujian dan Pawai Obor. Ibadah Fajar Paskah dipimpin langsung oleh Pdt. Deisvan Robot dan beliau berpesan dalam khotbahnya bahwa dengan kebangkitan Kristus dapat membangkitkan semangat kita dalam menghadapi setiap pergumulan hidup.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, PAR juga melaksanakan Sekolah Alkitab Liburan tanggal 12 – 15 April 2017 dan dirangkaikan juga dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kreativitas anak sekolah minggu.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/18/paskah-di-tengah-jemaat-gki-lembah-yordan/

Apr 11 2017

SEMINAR KESEHATAN “KANKER SERVIKS”

Dalam rangka menyambut perayaan paskah, Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi bersama PHMJ GKI Lembah Yordan melaksanakan Seminar Kesehatan tentang Kanker Serviks. Selain menyambut perayaan paskah, seminar ini dilaksanakan karena penyakit kanker serviks yang semakin berkembang di Kota Jayapura terlebih khusus lingkungan Organda. Sasaran dari kegiatan ini bukan hanya warga jemaat GKI Lembah Yordan melainkan seluruh warga masyarakat yang tinggal di lingkungan Organda. Seminar ini dibawakan oleh dr. Josef Watimury, Sp.OG yang merupakan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) serta merupakan salah satu dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih.

Seminar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 April 2017, bertujuan agar masyarakat mampu memahami apa itu kanker serviks, bagaimana mencegah kanker serviks serta mengetahui gejala kanker serviks secara dini. Dalam seminar ini, dokter menyampaikan bahwa kanker serviks dapat dicegah jika kita telah mengetahui gejala kanker serviks secara dini dan dilakukan penanganan yang tepat. Dokter juga menyampaikan bahwa tingkat penyebaran Kanker Serviks di Papua biasanya melalui tindakan seks bebas yaitu berganti-ganti pasangan sehingga dapat meningkatkan resiko terinfeksi kanker serviks. Untuk mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah dapat dilakukan Tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Selain mudah dan murah, tes ini juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi luka prakanker, yaitu mencapai 90%.

Seminar ini dihadiri oleh mayoritas anggota persekutuan wanita, oleh karena itu jika ada seminar selanjutnya dokter sangat mengharapkan bapak, pemuda serta pemudi dapat berpartisipasi dalam seminar selanjutnya, kelanjutan dari kegiatan ini juga, dokter akan datang bersama tim khusus untuk melakukan pendeteksian dini terkait kanker serviks sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat jika ada yang terdeteksi menderita kanker serviks. Diakhir dari kegiatan ini, mewakili seluruh jemaat GKI Lembah Yordan, Pdt. J. Pantouw memberikan piagam sebagai ucapan terima kasih atas kehadiran dr. Josef Wattimury, Sp.OG sebagai pembicara dalam seminar kesehatan (YF)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/11/seminar-kesehatan-kanker-serviks/

Des 21 2016

PELAYANAN NYATA “SANTA CLAUS & PENGOBATAN MASSAL DI KAMPUNG TARFIA “

santaclausDalam Rangka Menyongsong Natal & Hari Doa Syukur PAM GKI Di Tanah Papua Ke-50 Tahun, Jemaat GKI Lembah Yordan melalui Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi & BP PAM Se-Klasis Jayapura melaksanakan  Kegiatan Santa Claus dan Pengobatan Massal  Kampung Tarfia,  pada masa advent III di bulan desember ini, seperti diketahui kampung atau desa lainnya di Papua, seringkali penyebutan nama kampung dan desa selalu lebih dari satu.  Hal ini biasanya dikarenakan nama-nama yang diberikan oleh adat berbeda dengan nama yang diusulkan oleh pemerintah setempat. Seperti dijumpai di kampung Tarfia atau Tarfi atau secara administrative  disebut kampung Kamdera. Beberapa fasilitas pemerintahan menggunakan Kamdera namun masyarakat cenderung menyebut ‘Tarfia”. Jumlah warga kampung menurut  data yang dihimpung sekitar 124 KK(kepala Keluarga) atau sekitar 760 jiwa yang terdiri dari 5 marga utama. Hampir tidak ada orang luar kecuali petugas medis, guru sekolah dan penjaga mercusuar, selebihnya orang asli Tarfia. Tarfia merupakan salah satu kampung dari 7 kampung yang dimiliki oleh distrik Demta di kabupaten Jayapura. Kampung ini terbilang unik dan diyakini sebagai kampung terjauh yang dimiliki oleh orang asli sekitar Demta. Sebenarnya ada satu kampung lagi yang lebih jauh dari ibukota distrik Demta yakni Muaif. Namun orang Demta menyakini bahwa orang di kampung Muaif merupakan eksodus dari wilayah sekitar Genyem. Sehingga mereka menyebut orang Muaif orang ‘Genyem pantai’. Warga penduduk  atau masyarakat adat Tarfia memiliki 10 marga yang terbagi menjadi 5 marga utama yakni marga Taurui, Bernifu, Taudufu, Ondi, Fitowin dan Daisiu. Secara umum perkembangan keluarga dan marga sangat terbatas sebab jumlah anak yang dimiliki dalam satu pasangan suami istri relative sedikit. Selain itu hampir tidak terdengar lagi bahasa asli, orang tua selalu menggunakan bahasa Indonesia kepada anak-anak mereka. Jalur biasa yang digunakan untuk sampai ke Tarfia melalui jalan laut dari demta Kota. Sebelumnya dari Jayapura ke Demta Kota sekitar 3,5 jam kemudian menggunakan motor laut sekitar 20 menit sampai di Tarfia. Kini jalan darat yang sudah dibangun sejak lama, dapat digunakan kembali sehingga orang yang memiliki angkutan sendiri akan menggunakan jalan darat sekitar 40 menit untuk sampai ke Tarfia dari Demta. Penduduk Tarfia bermata pencaharian sebagai nelayan. Mencari ikan adalah kebiasaan hampir setiap orang dewasa. Laki-laki dewasa pergi mencari ikan setiap saat pagi, siang atau malam, tergantung ada umpan dan biasanya sampai ke laut luar teluk. Sedangkan perempuannya lebih memilih pergi menjelang magrib hingga malam setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah. pengobatanPerempuan hanya memancing di sekitar teluk dengan perahu yang lebih kecil. Hampir setiap rumah memiliki perahu bahkan ada yang lebih dari satu. Ikan yang didapat bermacam-macam seperti tenggiri, ikan merah, ikan batu-batu maupun udang dan kepiting. Hasil laut sebagian besar hanya untuk dimakan. Ada juga yang dijual ke Demta dan Jayapura. Setelah pengumpul ikan masuk dan menetap beberapa hari di Tarfia, ikan langsung dijual pada mereka. Di Tarfia ada beberapa kios milik warga setempat yang isinya tidak cukup banyak dan biasanya kios-kios tersebut tidak dapat bertahan lama atau hidup secara kontinyu,pada waktu-waktu-waktu tertentu mati, kemudian terisi kembali atau berganti tentangga lain yang memiliki kios.Sebagian waktu luang digunakan perempuan Tarfia untuk menganyam aneka perabotan rumah dari bahan pepohonan di sekitar hutan sedangkan laki-lakinya membuat perahu dan ukir-ukiran. Tarfia merupakan salah satu kampung yang memiliki ‘fasilitas pembangunan’ yang cukup lengkap. Sayangnya hampir semua fasilitas tersebut tidak difungsikan dengan baik. Contohnya Pustu(Puskesmas Pembantu) yang sering tutup dan bangunannya makin tak terawat. Untuk pendidikan, ada fasilitas PAUD yang pernah mendapat bantuan dari Unicef namun setelah Unicef tidak lagi mendampingi, PAUD itupun berakhir dengan sendirinya.”Tidak ada yang urus lagi,” Ujar Veronika Ondi. SD YPK yang berdiri tahun 1914 adalah salah satu pelayanan pendidikan yang cukup baik meskipun tidak terlalu mudah untuk memotivasi anak-anak pergi sekolah dan mau belajar serta minimnya dukungan dana untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar. Kemudian ada SLTP negeri yang baru dibangun pada tahun 2009. Keberadaan SMP Negeri mengundang polemik sebab dipapan depan SMP tertulis SLTP Negeri Satu Atap,sementara pengelola SD YPPK tidak merasa bahwa SD YPPK satu atap dengan SLTP Negeri.”Tidak ada koordinasi dengan kita, manajemen sekolah juga pisah, mereka punya kepala sekolah sendiri, tidak ada koordinasi dengan kita,” demikian penjelasan Ibu Mery Yoku kepada SD YPK Tarfia. Sebenarnya kehadiran SLTP Negeri Satu Atap sangat membantu sehingga anak-anak di sekitar kampung Tarfia tidak lagi berperahu sampai ke Demta untuk bisa sekolah. Di balai kampung ada Jaringan Telepon Umum, sejak pemasangannya pada awal tahun 2012 hingga kini belum pernah digunakan. “Tidak ada yang bisa pakai, jadi alatnya dikasih tinggal begitu saja,” Ujar kepala kampung Tarfia. Kemudian pasar kampung yang dibangun setengah jadi kemudian terbengkalai,”Dana sudah habis” kata masyarakat. Masyarakat Tarfia sejak 2 tahun lalu sudah dapat menikmati listrik meskipun hanya mulai jam 19.00-24.00 WIT, bukan listrik desa tapi menggunakan listrik dari PLN Genyem yang dipasang diujung kampung. Setiap bulannya masyarakat membayar Rp.15 ribu/rumah ke petugas PLN yang datang menagih. Kadang diputus oleh PLN bila ada tunggakan berbulan-bulan yang cukup besar dari warga. Hal paling menarik yang dimiliki oleh Tarfia adalah Mercusuar yang dibangun akhir tahun 1990an. Mercusuar yang setinggi 45 meter memiliki 8 lantai, bersih terawat dan di setiap lantainya bersarang burung wallet yang selalu bertebangan ketika pintu mercusuar dibuka. Jika kita sampai dipelatarannya, petugasnya dengan ramah menawarkan,” mau naik,lihat-lihat?”. Pada kesempatan pelayanan kasih melalui kegiatan Santa Clauss serta Pengobatan Massal ini , kita dapat mengenal potret kampung Tarfia , dan kiranya dengan perayaan Natal kasih Kristus terus di nyatakan bagi saudara/I kita bahwa sesungguhnya kita harus terus mengasihi dalam kasih yang tak terbatas itu, Kasih yang datang dalam kesederhanaan  di Kandang Betlehem, Kasih Putra Natal …Kasih yang melampaui segala akal dan pikiran kita…selamat menyambut Natal 25 Desember 2016.

Sumber : Facebook Sdr.Frans Rumere, serta di olah dari berbagai sumber.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/12/21/pelayanan-nyata-santa-claus-pengobatan-massal-di-kampung-tarfia/

Karena masa depan sungguh ada,dan harapanmu tidak akan hilang

uphDaniel Wandadaya, Mahasiswa semester IV Keperawatan di   Universitas Pelita Harapan adalah Anggota PAM Jemaat GKI Lembah Yordan yang sementara menuntut ilmu  di Universitas ini, sebagaimana diketahui program ini merupakan program beasiswa dari Rumah Sakit Siloam dalam rangka persiapan pembangunan rumah sakit  Siloam di Papua, menurutnya sejauh ini tidak ada kendala yang berarti yang dihadapinya, semua berjalan lancar dengan fasilitas belajar di asrama tetapi  yang sangat dia sayangkan adalah tahun ini tidak ada rekuitmen di Jayapura, hanya di Klasis Merauke dan Klasis Sorong. Setidaknya kita bersyukur karena dari Jemaat kecil di GKI Lembah Yordan – Perumahan Organda Jayapura, ada seorang Pemuda dari Jemaat kecil di Wijk III Bukit Zaitun KSP 2 GKI Lembah Yordan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menempuh studi di Universitas Pelita  Harapan  , kiranya ini terus menjadi motivasi bagi anak-anak dan pemuda/i di Jemaat , terutama Pemuda/i GKI Lembah Yordan bahwa Tuhan menyediakan masa depan yang pasti buat saudara/i. Sebagaimana diketahui Daniel Wandadaya mendapat Beasiswa dari Rumah Sakit Siloam , Program beasiswa  ini merupakan program Rumah Sakit Siloam Lippo Village, yang mana saat ini  merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang tiga kali berturut-turut memperoleh akreditasi internasional dari Joint Commission Indonesia (JCI), di samping akreditasi KARS dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Dengan layanan-layanan unggulan di bidang kardiologi, neurosains, dan ortopedik, Rumah Sakit Siloam Lippo Village telah menjadi pilihan utama warga masyarakat sebagai pusat layanan kesehatan berkelas internasional. Di Kota Jayapura Provinsi Papua, dipastikan bakal memiliki rumah sakit terlengkap yang selama ini menjadi dambaan masyarakat, terutama dalam sisi pelayanan kesehatan. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Siloam GKI di tanah Papua yang dilakukan oleh Mantan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat itu (9 Juli ) bertempat di depan Kantor Klasis GKI Jayapura,Turut hadir, Sekretaris Daerah Kota Jayapura Rasmus D. Siahaya, SH, MM, Ketua Sinode GKI Pdt. Dr. Albert Yoku, STh, Ketua Klasis GKI Jayapura, Pdt. Wilem Itaar, Ketua LMA Port Numbay, George Awi, Kapolres Jayapura Kota, Ketua Komisi A DPRD kota Jayapura para Asisten, serta Kepala SKPD di lingkup Pemerintah kota Jayapura. Mantan Wali Kota dalam sambutannya saat itu  mengatakan, pembangunan manusia yang seutuhnya adalah pembangunan secara jasmani maupun rohani di mana kedua aspek saling terkait. “Hal ini perlu didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Dan sudah barang tentu menjadi tanggung jawab kita bersama-sama baik oleh Pemerintah maupun Denominasi agama yang ada,” urainya saat itu,  Diakui juga oleh Mantan  Wali Kota ini , pembangunan RS Internasional tersebut mendapat dukungan dari pengusaha Tomy Winata semata-mata untuk melayani kepentingan masyarakat kota Jayapura dan juga demi jemaat Tuhan di kota Jayapura.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/11/01/karena-masa-depan-sungguh-adadan-harapanmu-tidak-akan-hilang/

Agu 30

LOMBA CERDAS CERMAT ALKITAB MEMPERINGATI HUT PAM GKI LEMBAH YORDAN

CCALomba CCA antar Jemaat Klasis Jayapura untuk memperingati HUT PAM Jemaat GKI Lembah Yordan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahunnya untuk menyambut HUT PAM Jemaat. Lomba CCA tahun ini diikuti oleh 24 regu yang terdiri dari beberapa jemaat di lingkungan Klasis Jayapura. Lomba ini tidak hanya diikuti unsur PAM, namun terdapat juga unsur PW dan PAR dari tiap-tiap jemaat yang berpartisipasi dalam lomba ini. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Agustus 2016 langung dibuka oleh Wakil Sekretaris PHMJ GKI Lembah Yordan, Pnt. Maichel Kareth. Beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa dengan adanya lomba CCA ini dapat menumbuhkan minat baca Alkitab bagi seluruh peserta.

Lomba CCA ini dilaksanakan dalam dua babak yaitu babak penyisihan dan babak final. Dalam tiap babak berjumlah 20 soal yang terdiri dari perjanjian lama, perjanjian baru, nyanyian mazmur dan rohani serta sejarah gereja yang diambil dari buku “Sepuluh Tahun GKI sesudah Seratus Satu Tahun Zending di Irian Barat”. Peserta sangat antusias dalam mengikuti lomba terbukti dengan perbedaan nilai yang sangat tipis di tiap babak yang dilaksanakan bahkan harus ada soal tambahan karena di akhir babak terdapat regu yang nilai akhirnya sama. Dari 24 regu yang mengikuti babak penyisihan, terdapat 14 regu yang lolos ke babak final untuk memperebutkan piala bergilir.

Lomba CCA ini  dimenangkan oleh Jemaat GKI I.S. Kijne Sborhoinyi Regu A sehingga piala yang diperebutkan selama 7 tahun menjadi piala tetap untuk Jemaat I.S. Kijne Sborhoinyi. Hal ini dikarenakan Jemaat Sborhoinyi telah tiga kali menjadi juara secara berturut-turut dari tahun 2014, 2015, dan 2016. Berikut adalah hasil lengkap Lomba CCA PAM GKI Lembah Yordan Tahun 2016:

  1. Juara 1, GKI I.S Kijne Sborhoinyi Regu A
  2. Juara 2, GKI I.S Kijne Sborhoinyi Regu B
  3. Juara 3, GKI Maranatha Ardipura I/III Regu C
  4. Harapan 1, GKI Sion Dok VIII
  5. Harapan 2, GKI Kairos Kampung Tiba-Tiba Regu C
  6. Harapan 3, GKI Maranatha Ardipura I/III Regu A

Lomba CCA akan kembali dilaksanakan tahun depan dengan konsep yang berbeda. Penyerahan piala akan dilaksanakan dalam Ibadah Syukur HUT PAM GKI Lembah Yordan yang ke 7 tahun pada hari Minggu, 4 September 2016. (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/08/30/lomba-cerdas-cermat-alkitab-memperingati-hut-pam-gki-lembah-yordan/

PERTEMUAN PAM & PAR LEMBAH YORDAN DENGAN UNITING CHURCH OF AUSTRALIA

Kelas Bahasa InggrisKelas Bahasa Inggris Lembah Yordan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun berjalan mendapat kunjungan tamu dari Australia yaitu mitra GKI di Tanah Papua ‘Uniting Church of Australia’. pada sabtu kemarin [18/06]  Maksud dari kedatangan mereka adalah untuk mengenal kemampuan bahasa inggris dari pemuda dan remaja serta membangun hubungan kerja antara pemuda dan remaja GKI Lembah Yordan bersama ‘Uniting Church of Australia’.
Pertemuan ini dibuka oleh Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan, Pdt. S.P. Mandibondibo.S.Si,Theol Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi dan menerima dengan senang hati kedatangan perwakilan dari ‘Uniting Church Australia’. Beliau juga berharap bahwa kerjasama ini bukan hanya di bidang pembelajaran Bahasa Inggris namun di bidang lainnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperlancar kemampuan bahasa inggris antara pemuda-remaja Lembah Yordan dan perwakilan ‘Uniting Church Australia’. Selanjutnya diadakan percakapan diantara kelompok dengan setiap perwakilan dari Australia. Meskipun, para peserta belum mampu berbahasa inggris dengan baik tapi percakapan ini diselingi dengan senda gurau dan semakin mendekatkan hubungan antara pemuda, remaja, dan perwakilan dari Australia.
Kegiatan ini sangat disambut baik oleh pemuda dan remaja GKI Lembah Yordan terbukti dengan tingkat partisipasi mereka yang tinggi dalam kegiatan ini. Menurut Sdri. Henny Awom, “Walaupun gugup karena masih ragu dengan kemampuan bahasa inggris namun kegiatan ini sangat baik dan sangat senang dengan kehadiran dari perwakilan ”Uniting Church of Australia” dan harapan dari seluruh peserta kelas Bahasa Inggris GKI Lembah Yordan ini, kursus ini harus tetap berjalan terus. (YFS/FXR)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/06/19/pertemuan-pam-par-lembah-yordan-dengan-uniting-church-of-australia/

PENGOBATAN MASSAL

pengobatanmassalMenyambut HUT Jemaat GKI Lembah Yordan yang ke 7 tahun maka Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi mengadakan kegiatan pengobatan massal. Kegiatan yang digelar hari Sabtu,7 Mei 2016 ini mendatangkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Hedam dan Jasa Raharja. Kegiatan ini berlangsung  di samping Gedung Gereja Lembah Yordan diawali dengan proses pendaftaran pada pukul 09.00 WIT. Kegiatan ini disambut dengan antusias bukan hanya warga jemaat melainkan warga masyarakat yang tinggal di Organda. Menurut data dari Seksi Kesehatan Panitia, bahwa sebanyak 93 warga masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari puluhan warga yang terlibat, kegiatan yang  tidak dipungut biaya ini didominasi oleh kaum wanita dan anak-anak. Mayoritas dari mereka mengeluhkan sakit kepala, batuk, dan tekanan darah tinggi.

 “Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Jemaat GKI Lembah Yordan, selain untuk menyambut HUT Jemaat, diharapkan dengan adanya pengobatan massal ini dapat membantu meringankan beban warga masyarakat Organda yang belum mendapatkan akses kesehatan”, ujar Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi, Sdr. Frans Rumere.

Warga berharap untuk selanjutnya kegiatan ini dapat terus di laksanakan karena dengan kegiatan ini secara tidak langsung mengajak Jemaat dan masyarakat yang ada di sekitar perumahan organda untuk lebih mempedulikan kesehatan mereka masing-masing. (FXR/YS/RY)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/05/09/pengobatan-massal/

KEGIATAN TRAINING OF TRAINERS (ToT) se-KLASIS JAYAPURA

ToT PAM Klasis

Kegiatan di Kampung Kayopulau dan visitasi di Klinik Walihole Yoka

Program pelayanan Seksi Pendidikan PAM GKI Lembah Yordan yaitu Training of Trainers telah dilaksanakan pada tanggal 14 – 17 April 2016 bertempat di Kampung Kayopulau. Program ini  merupakan program kerja Seksi Pemuda Klasis Jayapura tahun 2016. Kegiatan ini ditujukan untuk Sekretaris BP PAM di seluruh Klasis Jayapura dan perwakilan Klasis-Klasis Wilayah 1. Untuk PAM Lembah Yordan diwakili oleh 1 orang yaitu Sekretaris BP.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Amelia Waimuri selaku Pelayan di Jemaat GKI Ebenhaezer Kampung Kayopulau. Dalam khotbah yang disampaikan oleh beliau, disampaikan bahwa melalui kegiatan ToT dapat diciptakan pemimpin muda Kristen yang berkualitas. Selanjutnya hari pertama kegiatan ToT diisi oleh berbagai materi mengenai cara merancang dan evaluasi program, konsep pekabaran injil yang konseptual, cara pemuda menghadapi perubahan global, serta perkembangan, pemikiran dan praktek kehidupan umat GKI di Tanah Papua.
Selanjutnya pada hari kedua, dibagi beberapa kelompok untuk melakukan kunjungan di beberapa tempat, diantaranya adalah Sekolah YPK (Bidang Pendidikan), Pasar Tradisional Papua (Bidang Ekonomi), Klinik GKI HIV-AIDS Walihole (Bidang Kesehatan), Komnas HAM (Bidang HAM dan Demokrasi), Kayopulau/Tobati-Enggros (Bidang Masyarakat Pribumi), dan Kantor Sinode (Administrasi Gereja). Perwakilan PAM Lembah Yordan mendapat bagian untuk mengunjungi saudara-saudara yang terinfeksi HIV-AIDS di Klinik Walihole Yoka. Sebanyak 10 orang termasuk panitia, fasilitator, serta peserta mendapat bagian dalam kunjungan ini. Dalam kunjungan ini, peserta ditemani langsung oleh petugas Klinik Walihole yaitu Konsultan HIV-AIDS, Agnella Chingmaro. Beliau memperkenalkan latar belakang dari klinik serta stigma negatif dari masyarakat kepada saudara-saudara yang terinfeksi HIV-AIDS. Banyak hal yang diperoleh oleh peserta melalui kunjungan ini salah satunya adalah bagaimana ibu Agnella Chingmaro yang berasal dari Afrika secara tulus melayani masyarakat Papua yang terinfeksi HIV-AIDS. Diakhir dari kunjungan ini seluruh peserta diperiksa apakah terinfeksi HIV-AIDS atau tidak di Laboratorium Klinik Walihole. Setiap peserta menerima hasil dengan cara konsultasi secara pribadi dengan Ibu Agnella Chingmaro.
Untuk hari ketiga, peserta memperoleh materi tentang konsep merancang program untuk membangun kapasitas setiap anggota BP PAM serta simulasi Sidang Jemaat. Setelah itu, peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasekan hasil kunjungan dari tiap-tiap kelompok. Kegiatan ini ditutup pada hari Minggu, 17 April 2016 dengan Ibadah bersama Jemaat GKI EbenHaezer Kayopulau. (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/22/kegiatan-training-of-trainers-tot-se-klasis-jayapura/

Post sebelumnya «

Fetch more items