Arsip Kategori: Buletin Doa

Mar 31 2017

Pdt. D Robot, S.Th : “ Allah Sungguh Baik “

Ibadah  Akhir bulan  Maret di GKI Lembah Yordan oleh Pelayan Firman Pd. D Robot,S.Th, Saudara-saudara didalam pembacaan firman Tuhan dalam kitab Yosua 24 : dengan judul pembacaan ”  Pembaharuan Perjanjian di Sikhem”…terutama dalam ayatnya yang ke -11 dan seterusnya di ceritakan Yosua adalah seorang yang membawa bangsa Israel masuk ke tanah kanaan , dan Yosua tidak lupa mengingatkan umat Israel di dalam menjalani hidup , dan melalui pembacaan kita di saat ini, dimana Yosua mau mengingatkan umat Israel , kamu harus tahu menghargai dan menghormati Tuhan, dan kamu harus mengabdi kepada Dia dengan tulus iklas dan dengan penuh kesetiaan , dan kamu harus selalu tetap beribadah kepada Dia , ini saya sampaikan jika kamu mau, jika kamu sanggup , tetapi kalau kamu tidak mau , kamu pilih sendiri, kamu mau beribadah atau menyembah kepada siapa ? Kepada Tuhan atau kepada allah lain, yang kamu punya nenek moyang sembah , waktu kamu ada di tanah perbudakan , saudara saudara yang di kasihi Tuhan, Yosua juga mengingatkan kepada umat Israel yang mana dengan tidak memaksa, itu sesuai kata hati mereka sendiri, mereka mau pilih yang mana , disini Yosua mau menekankan kepada mereka supaya seluruh kehidupan mereka bisa dan dapat mengingat akan kasih setia Tuhan yang selalu ada menjaga memelihara kehidupan mereka , ketika mereka ada di tanah mesir , memang bangsa Israel ini bangsa pilihan Tuhan, bangsa kesayangan Tuhan, bukan berarti dalam mereka menjalani hidup mereka menjalani dengan mengikuti kata hati mereka , kalau mereka melakukan kejahatan tetap mereka mendapatkan hukuman , bukan karena bangsa atau umat kesayangan Tuhan sehingga melakukan kesalahan lalu tidak dihukum Tuhan. Tetapi Tuhan didalam mendidik anak-anaknya, kesalahan kecil atau besar , tetap selalu mendapatkan teguran dan dengan apa yang telah disampaikan Yosua ini , umat israel mengatakan bahwa mereka akan beribadah kepada Tuhan, karena itu jauhlah kepada kami untuk menyembah kepada Tuhan atau kepada allah lain , mereka mengatakan di dalamnya ada ungkapan syukur yang keluar yang tidak tertulis namun tersirat.  Dimana saudara-saudara mereka mengatakan bahwa Tuhan itu baik , saudara –saudara sekalian yang pasti dan jelas kita ada berkumpul di rumah Gereja ini dalam  persekutuan beribadah karena undangan Tuhan bahkan kita datang karena kita ingin mengungkapkan ucapan syukur. Ungkapan syukur secara bersama – sama memuji , dimana firman Tuhan mau mengingatkan kepada kita semua agar supaya di dalam menjalani  kehidupan ini, kita harus mampu menghormati, menghargai dan mematuhi semua perintah-perintah Tuhan. Dalam kehidupan kita, kita harus mengaminkan bahwa Tuhan kita itu sangat amat baik, panjang sabar , dia bisa menuntun , membimbing kehidupan kita dalam kita melewati hari demi hari di bulan maret , di bulan maret ini bisa kita lewati bukan karena kuat atau gagahnya kita , bukan karena kita kaya, bukan karena kita pandai , tetapi kita bisa melewati hari-hari di bulan maret dan saat ini sudah berada di penghujun bulan maret , itu semua karena kebaikan Tuhan karena itu kita mengaminkan itu semua karena kebaikan Tuhan, maka dalam kehidupan kita , kita meresponi kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita , kita berusaha untuk selalu memuji dan memuliakan kebaikan Tuhan, kita berusaha agar selalu ada waktu , jangan berpikir di rumah kita selalu beribadah secara rutin atau setiap pagi , sehingga tidak usah ibadah wijk atau ksp . Tuhansenang melihat setiap keluarga yang beribadah setiap malam atau pagi. Tetapi Tuhansenang juga kalau kita tahu dan sadar untuk menjaga satu persekutuan dengan beribadah kepada bersama-sama kepada Tuhan. Sama seperti di malam hari ini . Kita bersyukur luar biasa undangan Tuhan yang telah mengantar kita , kita lihat pada ibadah ini sama seperti ibadah subuh pada hari minggu , semoga kita mempertahankan kehadiran kita , bukan saja kehadiran tapi juga kita mau mempertahankan kualitas iman kepercayaan kita kepada Tuhan, kita harus aminkan bahwa saya pergi beribadah pasti mendapatkan berkat , dimalam hari ini kita juga ber syukur karena kita punya ketua majelis jemaat GKI Lembah Yordan  , Bapak Pdt. Moses Pulalo,M.Th berulang tahun, ini tanda dan itu berarti Tuhan terus mengasihi kita dan di dalam jemaat ini sebentar akan ada pujian dari anggota jemaat bersama pendeta yang berulang tahun ke – 52 tahun di hari ini. Kiranya Tuhan berkati terus Bapak Pendeta dan Ibu Pendeta dalam pekerjaan pelayanan di Lembah Yordan ini, terutama Tuhan akan terus tinggal bersama – sama dengan kita dalam hari-hari kehidupan kita. Amin

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/31/pdt-d-robot-s-th-allah-sungguh-baik/

Sep 03 2016

Di tangan yang baik

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. (Amsal 11:3)

895_452872131444802_1871735455_nPada 10 Oktober 2008 di Irvine, California, AS, Debra Rogoff membeli sekotak biskuit di toko. Ketika membuka kotaknya di rumah, ia menemukan amplop berisi uang senilai $10.000. Sebenarnya bisa saja ia membelanjakan uang itu dan mendapatkan banyak barang secara gratis, tetapi ia memutuskan untuk tidak melakukannya. Debra melaporkan penemuannya itu pada polisi. Setelah dilakukan penyelidikan secara cermat, polisi berhasil mengungkap pemilik uang itu, yaitu wanita tua yang menaruh uang tabungannya dalam kotak biskuit karena sudah kehilangan kepercayaan terhadap bank. Ia keliru mengambil kotak ketika hendak mengembalikannya ke toko. Tentu saja, ia sangat senang karena uangnya kembali. Debra pun puas karena telah melakukan hal yang benar.

Dalam Amsal 11, Tuhan menunjukkan perbedaan antara orang jujur dan orang curang. Kehidupan orang jujur dipimpin oleh ketulusan, sementara pengkhianat akan rusak oleh kecurangannya. Orang jujur hidup dalam kebenaran sehingga tidak perlu takut jika diperhadapkan dengan hukum. Sebaliknya, pengkhianat dihantui ketakutan kalau-kalau ia akan ditangkap karena kecurangannya. Kefasikan yang ia lakukan meruntuhkan kota, sedangkan orang jujur mengalirkan berkat sehingga bisa mengembangkan kota.

Nilai-nilai kejujuran merupakan sesuatu yang wajib ditanamkan dalam hati orang percaya. Jika kita berlaku jujur, dunia dapat melihat terang Kristus yang kita pancarkan melalui kehidupan kita.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/03/di-tangan-yang-baik/

Agu 28 2016

MARA DAN ELIM

presidenKeadaan tampaknya tidak menguntungkan bagi seorang Panglima Amerika Serikat saat Perang Dunia II. Pasukannya yang mendarat di pantai Afrika Utara untuk melawan Jerman, menderita kekalahan. Ribuan prajurit tewas dan ratusan tank hilang. Misinya gagal total, namun ia sendiri tak patah semangat. Beberapa tahun kemudian , Sekutu menunjuk pria itu sebagai Panglima Tertinggi di ajang pertempuran Eropa. Dan kurang dari 10 tahun setelah kegagalannya di Afrika Utara, ia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia adalah Dwight D Eisenhower. Apa yang akan terjadi seandainya ia terus berkubang dalam kegagalan masa lalu ?

Musa memimpin bangsa Israel dari Laut Teberau menuju padang gurun Syur beberapa hari kemudian, mereka tiba di tempat bernama Mara, tapi tidak ada air di sana. Umat Allah mengeluh. Lalu Musa berseru kepada Allah. Allah bukan saja memberikan mujizat , namun juga menyampaikan berbagai ketetapan dan peraturan. Sesudah itu , mereka terus berjalan dan sampai di Elim, tempat yang penuh dengan mata air dan makanan. Bisakah kita bayangkan andaikata orang Israel memilih menetap di Mara dan terus menerus bersungut-sungut di sana ? Selamanya mereka tidak akan pernah menikmati berkat-berkat Allah di Elim.

Yang menarik untuk dicatat, jarak antara Mara dengan Elim hanya beberapa kilometer saja, artinya tidak begitu jauh. Jarak antara kesulitan dan kebahagian pun sangat dekat. Tetapi akan menjadi jauh bila kita menyerah. Teruslah bergerak, jangan berhenti, Elim menanti kita.

Sumber Photo : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/08/28/mara-dan-elim/

YANG TERBESAR ADALAH YANG MELAYANI, BUKAN DILAYANI

GeorgeCBoldt_(cropped)_LOC23338vGeorge Karl Boldt  merupakan sosok yang patut diteladani, dalam menjalani profesinya dia  selalu rendah hati dan ramah dengan siapa saja, Sosok ini menjadi pilihan dalam renungan minggu ini yang kisahkan melalui Buletin Doa Jemaat GKI Lembah Yordan – Perumahan Organda, dengan judul “ YANG TERBESAR ADALAH YANG MELAYANI, BUKAN DILAYANI “ sebagaimana dikisahkan pada suatu malam hujan badai bertahun-tahun yang lalu, ada seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia untuk mendapatkan tempat bermalam dan menghindari hujanbadai yang lebat. Di Philadelphia saat itu sedang ramai dengan 3 acara besar sehingga semua kamar hotel penuh. Akan tetapi, si resepsionis hotel yang ramah menawarkan kamarnya yang sederhana kepada pasangan tua itu untuk bermalam sehingga mereka dapat beristirahat dan menghindari hujan badai. Pasangan tua ini sangat terkesan dengan pelayanan sang resepsionis.

Dua tahun kemudian, pasangan tua ini mengundang si resepsionis mengunjungi mereka di New York. Pasangan tua ini bretemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung yang megah disana, sebuah istana dengan warna kemerahan, dengan menara yang menjulang kelangit dan mengatakan bahwa itu adalah hotel yang dibangun olehnya untuk dikelola si resepsionis. Tempat megah tersebut adalah Waldorf-Astoria Hotel, suatu hotel yang sangat mewah di Manhattan, New York, Amerika Serikat. George Karl Boldt adalah sang resepsionis yang ramah itu yang dipercayakan mengelolah hotel tersebut, Ia terlahir di Jerman pada tanggal 25 April 1851, Ia adalah manajer pertama di Waldorf Astoria Hotel dan ia telah menjadikan hotel tersebut sebagai salah satu hotel yang terkenal diseluruh dunia

Tuhan Yesus juga memberikan teladan untuk melayani dengan membasuh kaki murid-muridNya. Teladan Yesus mengingatkan kita bahwa kita perlu memiliki hati dan sikap melayani yang tulus dan sungguh-sungguh. Saudaraku ingatlah bahwa yang terbesar adalah hati yang selalu melayani dengan sungguh-sungguh dengan kerendahan hati seorang hamba.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/07/18/yang-terbesar-adalah-yang-melayani-bukan-dilayani/