Arsip Kategori: Ibadah Minggu Pagi

Apr 02 2017

Pdt. M Pulalo, M.Th : Salib artinya memberi diri

Renungan Minggu Pagi Surat Paulus Yang Pertama kepada Jemaat di Korintus [ I Korintus 1 : 18 – 20 ]

Emereuw [02/04] Sebab pemberitaan tentang salib adalah kebohongan bagi mereka yang akan binasa , tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan tentang salib adalah sebuah kekuatan , Jemaat Tuhan ada pertanyaan Salib itu lambang apa , digedung gereja ada salib , di rumah kantor kita jumpai  ada salib . Apa arti Salib ?

Rasul Paulus mengatakan dan menasihati Jemaat di Korintus tentang dua kekuatan besar yaitu kelompok Yahudi dan Kelompok Yunani , bagi mereka yang berhikmat  beranggapan  salib adalah sebuah lambang kebohongan , bagi mereka tradisi yang kokoh …salib adalah lambang kehinaan batu sandungan Yunani dan Yahudi . Yesus sebagai manusia , dalam kemanusiaan Allah , Ia mengerti betul tentang tradisi taurat dan  philosofi Yunani ….ketika di taman Getsemani   Tuhan jauhkan aku dari cawang ini…Tuhan Jauhkan aku dari lambang hina dan nista ini Air Mata Darah keluar , lambang batu sandungan . Bagi orang Kristen Salib lambang penebusan dan keselamatan , bagi Rasul Paulus Salib  adalah Pemberian diri sebagaimana Yesus memberi  Diri – Nya untuk menebus kita . Salib lambang memberi diri  Sang Hidup .  Memberi diri bagi orang banyak , Memberi diri dalam konsep Theologia menurut  Rasul Paulus adalah sebuah kebodohan ketika Jemaat GKI  Lembah Yordan atau orang kristen di Papua , di pilih menjadi majelis jemaat , adalah kebodohan badan pelayan unsur bersedia menjadi ketua , sekretaris bendahara dan seksi usaha dana , adalah sebuah kebodohan ketika memberi diri untuk menjadi panitia pembangunan , disana tidak ada duit  atau doi , disana tidak ada piagam penghargaan , disana tidak ada pangkat dan jabatan , adalah bodoh hai para penatua…adalah bodoh PHMJ ketika memberi diri karena di dalam Tuhan tidak ada doi, Memberi diri itulah salib, berguna untuk diri orang lain , mulai hari ini warga jemaat memahami ketika memasang salib anda bersedia berbagi bagi orang lain, Jika ada lambang Salib di pintu-pintu rumah atau di kamar …maka mulai hari Jemaat  harus memahami bahwa Salib berarti siap berbagi , siap mengurus kepentingan orang lain . dalam bahasa inggris dikatakan “ self giving “ karena gaya hidup  memberi diri adalah melawan arus , bukan ikut arus . Dosen saya di UKIP Tomohon menulis Disertasi berjudul “ Yesus bunuh diri “ sampai hari ini Disertasinya di tolak , dari logika manusia secara ilmiah betul bahwa Yesus memang bunuh diri , karena sudah tahu mau di tangkap Dia datang menyerahkan diri , ceritanya seperti kita Jumpai Petrus murid Yesus mengeluarkan Pedang dan memotong telinga Markus. Ujung dari tntutan adalah kematian , tetapi Tuhan tidak, sehingga rasul paulus mengatakan bahwa bagi orang yang berhikmat itu adalah sebuah kebodohan dan bagi kita yang di selamatkan itu adalah sebuah kekuatan. Sebuah kekuatan dasyat , siapa yang mau sangkali itu . dari satu oknum yang memberi diri , sekarang berapa milyar orang yang mengikut Yesus , Jika kita bandingkan dengan cara pandang hikmat ilmiah , kalau saja Yesus tidak memberi diri hari itu di taman Getsemani dan berakhir di kalvari , adakah saudara dan saya duduk disini , dari sebuah kebodohan yang dianggap bodoh sekarang terbukti  sebuah kekuatan yang menembus sekat-sekat , agama suku dan bahasa , kekuatan yang sangat sangat luar biasa, oleh sebab itu Rasul Paulus mengatakan pemberitaan tentang Salib bagi kita yang diselamat adalah sebuah kekuatan dan penebusan “ Lalu bagaimana sikap saudara/i dalam mendengarkan berita Injil? Paulus mengatakan bahwa pemberitaan Injil yang dia lakukan menghasilkan dua efek yang berlawanan. Pertama, Injil merupakan kekuatan Allah bagi orang yang diselamatkan; kedua, Injil dianggap sebagai kebodohan oleh orang-orang yang akan binasa (18). Sekarang coba pikirkan, kalau orang menganggap Injil sebagai kebodohan, bukankah itu berarti bahwa mereka menganggap diri mereka sendiri sebagai orang berhikmat? Namun menurut Paulus, yang mengutip Yesaya 29:14, hikmat manusia tidak ada artinya di hadapan Allah (19). Hikmat dan kebijaksanaan manusia tak akan memampukan orang untuk mengenal Kristus, juga tidak akan mampu membebaskan mereka dari dosa-dosa mereka. Hanya “kebodohan” untuk percaya pada Injil Kristuslah yang akan memampukan orang untuk memiliki pengenalan akan Kristus hingga dosa-dosanya diampuni. Dan jika ada orang-orang yang meminta tanda sebagai pembuktian kemahakuasaan Kristus, maka saliblah yang menjadi tandanya. Meskipun salib bisa saja dianggap sebagai tanda kutuk atau hukuman, yang memperlihatkan ketidakmampuan Kristus membebaskan diri dari salib. Demikianlah pemaparan Paulus kepada jemaat Korintus mengenai superioritas Injil di atas segala hikmat

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/02/pdt-m-pulalo-m-th-salib-artinya-memberi-diri/

Mar 26 2017

Pdt. M Pulalo, M.Th : Petrus, Thomas & Filipus mewakili kekristenan masa kini

“Jawab Yesus:  ‘Nyawamu akan kauberikan bagiKu?  Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:  Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  Yohanes 13:38

Minggu ini kita akan memasuki minggu advent yang kelima atau Laetare yang artinya Bersuka-citalah bersama-sama Yerusalem , dalam Pembacaan dan perenungan Firman Tuhan di pagi ini kita akan belajar bersama di dalam Kitab Yohanes : 13 – 36 – 38 dan Yohanes 14 : 5 – 9  Yesus telah menunjukkan kasihNya dan Allah dipermuliakan di dalam Yesus.  Begitu juga jika kita mempraktekkan kasih itu secara nyata kepada orang lain, kehidupan kita akan menjadi kesaksian bagi dunia yang sedang ‘kering’ kasih dan Tuhan pun dimuliakan melalui kita.  Maka dari itu kehidupan para pengikut Kristus haruslah berbeda dari orang dunia, dan yang membedakan itu adalah buah kasih yang dihasilkan.

Dalam pembacaan kita , terkait Pidato Tuhan Yesus yang menubuatkan tentang Jalan Via Dolorosa, seperti kita tahu bersama Jalan Via Dolorosa  adalah sebuah jalan di Kota Yerusalem Kuno. Jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggl salib menuju Kalvari. Jalan ini ditandai dengan 14 titik salib. Lima titik salib terakhir berada di dalam Gereja Sanctum Sepulchrum, dalam konteks kekristenan saat ini  jalan Penyangkalan, artinya ketika kita mau mengikuti Kristus ..kita harus berani menyangkal diri seperti di mimbar ini minggu sebelum saya ke Raja Ampat, saya sampaikan dalam Khotbah saya bahwa Iman Kristen itu sederhana saja, Katakan ” Ya” , bila Ya dan Katakan Tidak, bila tidak….sesungguhnya “ karakter dan perilaku dari Petrus menggambarkan Kita Warga Jemaat Lembah Yordan hari-hari ini, kita dengan karakter yang menunjukkan egoisme serta tekad yang kuat mengiringi Yesus tetapi sesungguhnya kita tidak mengenal Siapa Yesus sesungguhnya, Yesus mengajarkan kita Kasih , untuk itu kita juga harus berbuat kasih kepada sesama kita ,    Mengapa kita harus menunjukkan kasih kepada orang lain?  Karena Tuhan dapat memakai orang lain sebagai alatNya untuk menolong kita.  Orang lain juga bisa dipakai Tuhan untuk membentuk dan memproses kita.  Selain itu Tuhan pun bisa memakai kita menjadi alat untuk menjawab doa orang lain.  Selain itu, seorang pengikut Kristus haruslah memiliki kesetiaan.  Banyak orang pintar, cakap, rajin, tapi orang yang setia hanya bisa dihitung dengan jari.  Dalam keadaan apa pun kita harus setia mengiring Tuhan.  Petrus, berulang kali berjanji setia kepada Tuhan, namun janji tinggal janji.  Adalah paling mudah untuk berjanji, tapi bagaimana untuk menepatinya?  Simak pernyataan Petrus di hadapan Yesus:  “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”  (Matius 26:33),  “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”  (Lukas 22:23).  Tapi kenyataannya:  “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  (Yohanes 13:38b).  Yang Tuhan mau dalam hidup kita bukan hanya mengatakan janji kepada Tuhan, tetapi kita juga harus melakukannya.  Seringkali kita berkata seperti Petrus,  “Aku akan setia melayani Tuhan kalau sakitku Kausembuhkan.  Aku akan setia beribadah dan ikut doa puasa kalau Tuhan pulihkan ekonomi keluargaku”.  Namun ketika semua telah dipulihkan Tuhan, apa yang pernah kita ucapkan itu begitu mudah kita lupakan.
Banyak orang Kristen begitu setia mengiring Tuhan ketika semua keadaan berjalan baik dan lancar, tapi saat masalah dan tantangan datang kita rentan sekali untuk tidak setia.

Sementara karakter Thomas dan Filipus, mewakili para intelektual atau akademisi yang kadang-kadang diluar logika dan hal-hal rasional mengukur pekerjaan Kristus melalui Gereja-Nya, saat ini dengan hadirnya media Komunikasi seperti Radio, Televisi banyak Orang Kristen menggunakan Logikanya untuk mengukur pekerjaan Kristus , yaitu mereka mengatakan tanpa ke Gereja mereka dapat mendengarkan injil dari Radio atau Televisi berupa Firman Tuhan, menurut Pdt. M Pulalo,M.Th ini adalah pemahaman yang keliru , salah satu Tripanggilan Gereja adalah bersekutu, Persekutuan itu penting agar didalam kehidupan ini ketika kita berada dalam situasi dukacita ada pelayanan dari Gereja dan Hamba-Nya serta warga Jemaat, untuk itu dalam kehidupan kekristenan masa kini karakter Petrus, Thomas dan Filipus masih kita jumpai, untuk itu warga Jemaat di ajak untuk merenung arti dan pengorbanan Kristus bagi kita.

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/26/pdt-m-pulalo-m-th-petrus-thomas-filipus-mewakili-kekristenan-masa-kini/