Arsip Kategori: Perjamuan Kudus

Ibadah Perjamuan Kudus Jemaat GKI Lembah Yordan

perjamuanDalam Ibadah Perjamuan Kudus yang dilaksanakan di Jemaat GKI Lembah Yordan – Perum Organda Padang Bulan pada Ibadah Minggu Sore, 09 Oktober 2016  pukul 18:00 WIT , Ibadah didimpin oleh HambahNya Ibu Pdt. Desvan Robot,S.Th,  yang dalam khotbahnya terambil di Kitab Matius 6:33, dimana itu merupakan Khotbah Yesus di Bukit, dimana  Yesus berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Yesus mengatakan hal ini sebelum menyelesaikan karya penebusan di kayu salib. Allah memiliki kasih yang begitu besar kepada kita sehingga Ia tidak ingin kita kuatir, gelisah ataupun takut akan segala sesuatu. Yesus telah menebus kita dari semua hal ini.
Apa yang mengganggu Saudara/i saat ini? Apakah usaha atau pekerjaan Saudara/i ? Ataukah pasangan hidup atau anak-anak Saudara? Hal itu tidak menjadi masalah lagi karena bila Saudara/i  lebih dulu mencari kerajaan Allah dan kebenaran-NYA, Ia akan memastikan bahwa Saudara tidak akan kekurangan apapun! Tuhan adalah gembalamu, dan engkau tidak akan kekurangan (Mazmur 23). Orang menemukan dirinya kekurangan karena kekuatiran membawa mereka mencoba melakukan sesuatu melalui rasa takut dan usaha pribadi untuk memperbaiki segala sesuatu yang sebenarnya sudah disediakan oleh Tuhan. Bukankah Ia mengatahan bahwa semuanya itu akan Ia tambahkan?  Perihal Kerajaan Allah,  Mari Kita ambil sedikit waktu dan mendefinisikan Kerajaan Allah: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17). Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah…” Kebenaran-Nya dinyatakan di dalam Injil. Puji Tuhan! Kerajaan Allah ada di dalam kita; dinyatakan kepada kita melalui Injil!  Roma 5 mengatakan pada kita bahwa kita telah diberi karunia kebenaran – kita adalah kebenaran Allah di dalam Kristus Yesus. Yesus telah membenarkan Saudara/i  dihadapan Allah. Ia telah menanggung semua penghukuman untuk  semua  dosa Saudara/i di atas kayu salib dan memberikan ketidakberdosaan-Nya pada Saudara/i.  Saudara/i telah dibebaskan; Saudara/i  merdeka. Sebagian besar orang Kristen akan setuju bahwa mereka telah diampuni. Bila memang demikian, lalu mengapa mereka masih hidup di dalam rasa bersalah dan penghukuman? Karena mereka tidak benar-benar percaya bahwa diri mereka telah diampuni secara total. Mereka memiliki suatu penyesalan untuk mengakui semua doa mereka karena mereka tidak cukup yakin bahwa mereka sepenuhnya diampuni. Saudara-saudari, inilah yang disebut dengan kebenaran – bahwa hal itu adalah pemberian. Saudara/i  tidak dapat memperolehnya melalui pengakuan dosa, baju kabung dan abu atau hal-hal yang lain. Hal itu merupakan karya yang telah diselesaikan Yesus dan tidak ada hubungannya dengan usaha Saudara/i. Malahan, usaha Saudara  untuk menjadi orang benar akan membatalkan iman saudara sesuai dengan Roma 4:17. Hal itu juga disebut dengan kebenaran pribadi. Memahami kebenaran Saudara sangatlah vital berhubungan dengan dua bagian lainnya dari kerajaan Allah, sukacita dan damai sejahtera, agar bekerja dalam hidup Saudara, yang segera akan Anda lihat.
Dalam khotbahnya Pdt.Desvan Robot,S.Th mengajak warga Jemaat untuk mengucap syukur atas semua kebaikan Tuhan Yesus didalam kehidupan Warga Jemaat , dalam situasi apapun atau bagaimanapun yang terjadi Tuhan tidak pernah meninggalkan Umatnya, yang perlu dilakukan hanyalah Percaya dan berserah pada-Nya.

Sumber Dokumentasi : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/10/10/ibadah-perjamuan-kudus-gki-lembah-yordan/

Ibadah Perjamuan kudus di Jemaat GKI Lembah Yordan

[Lembah Yordan – Organda 25/3] 800px-EucharistELCAIbadah Perjamuan kudus di Jemaat GKI Lembah Yordan – Organda Padang Bulan dilaksanakan pada Ibadah Jumat Petang 25 Maret 2016  pukul 18:00 WIT, tampak hadir anggota Jemaat beserta anggota sidi jemaat yang baru diteguhkan pada tanggal 20 Maret 2016. Dalam Ibadah Perjamuan Kudus di Jemaat GKI Lembah Yordan , Pembacaan Firman Tuhan yang terambil di Kitab Injil Markus 14 : 22 – 25 dengan judul “ Penetapan Perjamuan Malam,   Pdt. S Mandibondibo,S.Si. Theol  menegaskan bahwa Pengorbanan Yesus telah membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Sehingga hendaknya kita sebagai warga jemaat memaknai arti kematian Yesus secara pribadi sehingga tidak lagi diperbudak oleh dosa. Jangan menyia-nyiakan pengorbanan Yesus bagi hidup bapak/ibu dan saudara.

Kisah mengenai bagaimana Yesus menetapkan Ekaristi pada malam sebelum Penyaliban (Perjamuan Terakhir) dicatat dalam 4 kitab Perjanjian Baru: ketiga Injil Sinoptik (Matius 26:26-28, Markus 14:22-24, Lukas 22:17-20) dan 1 Korintus 11:23-25.[2] Versi dalam Injil Matius dan Markus hampir sama, sementara versi Lukas sangat serupa dengan versi Paulus dalam 1 Korintus yang mana nampak lebih lengkap menjelaskan bagian awal dari Perjamuan.[16]  Dalam Injil Yohanes, kisah mengenai Perjamuan Terakhir tidak menyinggung Yesus mengambil roti dan cawan dan menyebutnya sebagai tubuh dan darah-Nya; melainkan Ia menceritakan tindakan sederhana mencuci kaki para murid, menubuatkan pengkhianatan yang akan dialami-Nya, peristiwa-peristiwa yang akan mengantarnya ke kayu salib, dan dialog panjang dalam menanggapi beberapa pertanyaan para murid —di mana Ia berbicara mengenai pentingnya kesatuan mereka dengan-Nya dan satu sama lain.[17]

Pada umumnya semua denominasi Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingatinya: “… perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1 Korintus 11:24-25).[34] Sebagian Gereja Protestan lebih menekankan Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia.[35] Perjamuan Kudus berguna sebagai dorongan untuk secara periodik menilai diri (self correction) dalam arti mengadakan koreksi atas hati dan pikiran masing-masing, karena syarat untuk dapat ikut dalam Perjamuan Kudus ialah hati yang bersih dan pikiran sedemikian rupa sehingga keikutsertaan makan roti dan minum anggur dari cawan Perjamuan Kudus itu adalah dalam keadaan rohani yang layak dan iman yang tidak ragu-ragu (1 Korintus 11:28-29).[36]

Sumber Doc  : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:EucharistELCA.JPG

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/26/ibadah-perjamuan-kudus-di-jemaat-gki-lembah-yordan/