Arsip Kategori: Persekutuan Kaum Bapak (PKB)

Pdt. M Pulalo,M.Th : Sosok seorang Ayah

Lembah Yordan – Emereuw  – Hari ini [ 21 Mei 2017 ] seluruh jemaat membaca dan merenungkan kitab lukas 11 yang mana menyinggung kita bapak-bapak atau kaum PKB. yang berbunyi ” Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu 1  ganti ikan? itu sepotong kata firman Tuhan dalam menjelaskan tentang hubungan ayah dan anak, atau perlakukan ayah kepada anaknya, disore hari ini dalam ibadah Gabungan PKB se-Rayon C Klasis Jayapura kita semua akan merenungkan dinamika kehidupan umat Israel dan Allah yang digambarkan misalnya hubungan seorang anak dan bapak, ketika tadi kita membaca secara berbalas-balasan, ada cinta, ada marah , ada cemburu , ada nasihat , ada permohonan ampun ada pemberian pengampuanan Yesaya 63 : 7 – 16 dinamika turun naik  hubungan antara ayah dan anak yang digambarkan  atau personifikasi dalam bentuk hubungan Allah dan Umat Israel yang digambarkan dalam hubungan seorang ayah dan seorang anak , Penulis Top , filsuf cekoslavia , Franz Kafka menulis ” Ayah aku menggambarkan engkau seperti sebuah peta yang jika engkau terbaring di peta itu seluruh tubuhmu akan menutupi peta itu dan aku tidak memiliki bagian untuk bisa masuk dan duduk , berontak seorang anak terhadap otoritas seorang ayah , didalam rumah juga terjadi cemburu segitiga , antara bapak, anak laki-laki dan mama, berbagi cinta didalam rumah , disana ada si anak laki-laki  ingin cinta sejati seorang ibu tercurah kepadanya tapi mama bilang ” aku adalah istri dari ayahmu , bapak juga membutuhkan cinta kasih dari mama, bukan hanya kamu , seorang anak laku-laki , juga ikut memberontak didalam rumah , gambarang yang utuh diberikan oleh Yesaya 63 : 7 – 16 bercerita pasang surutnya , jatuh bangunya hubungan Israel dengan Allah , terkadang timbul nostalgia , merenung kembali , mengingat kasih sayang Tuhan ketika mereka keluar dari tanah mesir

Digambarkan sebagai seorang Ayah , yang mengangkat dan mengendong diayat yang ke 9 Yesaya pasal 63 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan,   melainkan Ia sendirilah a  yang menyelamatkan mereka 1 ; Dialah yang menebus   mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong c  mereka selama zaman dahulu kala.

Peran seorang Ayah , namun pada ayatnya yang ke-10  Tetapi mereka memberontak   dan mendukakan Roh Kudus-Nya 1 ;f  maka Ia berubah menjadi musuh   mereka, dan Ia sendiri berperang h  melawan mereka.

Dalam tanda kutip , Allah berubah menjadi seorang musuh , diayat sebelumnya dikatakan ” senang sekali dapat gendong , tetapi ayat 10 dratis berubah , baru saja mengaku bilang digendong-gendong , ayat 10 dratis langsung berubah menjadi musuh , lalu ayatnya yang ke-15 mereka kembali meminta ampun

Pandanglah dari sorga   dan lihatlah dari kediaman-Mu  yang kudus dan agung! Di manakah kecemburuan-Mu u dan keperkasaan-Mu, hati-Mu yang tergerak dan kasih sayang-Mu?  Janganlah kiranya Engkau menahan diri!

Bukan kah Engkau Bapak kami , sedap sekali ceritanya ini menggambarkan hubungan antara Ayah dan Anak , berikut saya akan memberikan sebuauh ilustrasi pembuatan seorang Ayah ,

Suatu saat seorang Malaikat ada jalan-jalan , Dia lihat Tuhan Allah ada buat seorang Manusia , Malaikat bertanya pada Tuhan, Tuhan sedang buat apa , Tuhan Allah menjawabnya, Saya membuat seorang Ayah , malaikat bertanya Engkau membuat seorang Ayah kok tinggi sekali , buatlah yang agak kecil agar …Dia bisa bermain kalereng dengan Anaknya, kenapa Kau buat terlalu tinggi, Lalu Tuhan Allah menjawab kepada Malaikat ” Sosok seorang Ayah itu harus tinggi , tanpan, kuat dan gagah , karena disanalah seorang anak akan mengakuinya , disanalah menjadi kebanggaan seorang anak , Saya punya bapak Jago, dalam ilmu antropologi garis keturunan patrilineal , kebangggaan seorang ayah , tanya saja pada pace Jayapura, pace-pace Biak , dimana saja yang menganut garis keturunan Patrilineal , yang dimaksud Patrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ayah. Kata ini seringkali disamakan dengan patriarkat atau patriarki, meskipun pada dasarnya artinya berbeda. Patrilineal berasal dari dua kata bahasa Latin, yaitu pater yang berarti ayah, dan linea yang berarti garis. , demi seorang ayah satu kampung saya bisa kasih habis , jangan coba-coba menghina seorang ayah , biar dia badan kurus karempeng , demi harga diri dan nama baik seorang ayah , satu kampung itu akan saya kasih habis , apabila dilecehkan didepan saya . Dan  Tuhan Allah  sementara buat seorang Ayah harus tinggi dalam garis keturunan patrilinea ..demi seorang ayah nyawa dipertaruhkan.

Sementara itu Malaikat melihat, Tuhan Allah membuat punggung seorang ayah itu lebar , Malaikat bertanya , Tuhan kenapa punggungnya lebar sekali , supaya kalau ketika dia punya anak jatuh dan lemah Ayah bisa gendong dengan dia punya punggung yang lebar itu. Itulah dinamika perjalanan Umat Israel dan Allah  Setelah dia buat punggung yang lebar , Tuhan buat telapak kakinya panjang-panjang sekali , kalau sepatu mungkin nomor 45 , karena kaki panjang jadi Malaikat protes ” Tuhan kenapa kaki kok panjang sekali , nanti dia anaknya menjadi plat , Tuhan bilang bapak punya telapak kaki harus panjang , supaya ketika dia melangkah…berkas-berkas kakinya kelihatan , tapak-tapak kakinya harus nyata , kalau bapak kaki ke bar, anak kalau besar pasti ke bar , kalau saya punya bapak punya telapak kaki besar-besar ada tidur digok, pasti anaknya besar akan tidur di got (mabuk) , kalau telapak kaki suka jalan ambil orang punya barang tanpa izin (pencuri) pasti anaknya besar akan suka mencuri , kalau saya punya bapak punya telapak kaki suka ikut ibadah PKB, atau suka ikut sembayang , pasti anaknya juga tahu, saya punya bapak suka ke gereja , sehingga Tuhan menjawab saya harus membuat telapak kakinya panjang-panjang , supaya kemana dia melangkah dia meninggalkan bekas jejak-jejak kakinya untuk anaknya

Malaikat tinggal terkagum-kagum dan ketika hari sudah menjelang sore atau petang sehingga Malaikat mau pulang atau Istrirahat …Tuhan katakan sabar dulu ada satu yang belum saya buat , yaitu saya harus taruh setetes air mata di kelopak mata seorang ayah , lalu malaikat bertanya ..gunanya untuk apa , Tuhan berkata agar suatu ketika anaknya berhasil supasang toga , untuk persiapan wisudah  maka yang bangga adalah bapak, padahal kalau mau dilihat yang capeh adalah mama, ketika anak berhasil dalam jabatan, baik dipemerintah dan diakui oleh adat yang bangga bapak, disana mengalir air mata seorang Ayah, disana mengalir air mata suatu kebanggaan “ jerih lelah saya tidak sia-sia , maka air mata seorang ayah, air mata yang sama itu juga ketika melihat anaknya tukang tagih di lingkarang abe , di emperan tokoh , di Mall-mall , nama keluar di koran karena kasus curamor , narkoba , yang menangis pasti seorang ayah , air mata yang sama akan mengalir dan pasti mengakui Tuhan saya gagal dalam mendidik anak saya . Penting sekali air mata ayah..itulah sosok seorang ayah, itu Ayah, itulah bapak-bapak dan pendeta hari ini , ada kegagalan , ada keberhasilan ada air mata , ketika anak kita gagal, kita akan duduk disana dan mengaku pada Tuhan…Tuhan saya gagal  ! 

Firman Tuhan ini kiranya menjadi perenungang kita bersama kaum bapak-bapak PKB se-rayon C Klasis Jayapura.

Keterangan :

Ibadah PKB se-Rayon C – Klasis Jayapura pada tanggal 21 Mei 2017

Sumber Gambar : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/06/26/pdt-m-pulalom-th-sosok-seorang-ayah/

KELUARGA YANG BERIBADAH KEPADA TUHAN

pdt-basPelayanan Unsur Persekutuan Kaum Bapak (PKB) adalah salah satu unit misioner dan wadah Pembinaan warga gereja. Semua anggota PKB dibina dan diberdayakan sebagai sumber daya insani untuk menjadi pelaku-pelaku misi disetiap ruang kehadirannya didalam keluarga, di dalam Jemaat, di tempat pekerjaan dan didalam masyarakat, bahkan dunia.
Sudah banyak karya nyata yang telah dilakukan oleh PKB GKI Lembah Yordan sampai diusia ke-7 tahun. Namum, ada banyak hal juga yang masih terus dilakukan oeh PKB. Thema HUT PKB  Tahun 2016 adalah BAPAK ADALAH IMAM DI TENGAH KELUARGA, oleh sebab itu sebagai Kaum Bapak kita diingatkan atau disadarkan untuk sedia memberi diri dibina dan diberdayakan sebagai Iman melalui pelayanan-pelayanan yang telah dilakukan dalam Jemaat melalui unsur PKB, agar dapat berfungsi dalam penguatan peran setiap Bapak dalam Keluarga, demikian Panggilan Beribadah saat Ibadah Syukur HUT PKB Lembah Yordan yang Ke-7, yang di pimpin oleh Pdt. Bastian Nanlohy,S.Th,M.Th .
Dalam khotbahnya dalam kitab Yosua 24 : 14 Pdt.Bastian Nanlohy,S.Th,M.Th memberikan gambarang dari sosok Yosua (bahasa Ibrani: éÀäåÉùËÑòÇ Yehoshuaʿ; bahasa Yunani: Ἰçóïῦò, Iesous, bahasa Arab: یæÔÚ Èä äæä Yūshaʿ ibn Nūn; bahasa Inggris: Joshua) bin Nun adalah pemimpin bangsa Israel yang menggantikan Musa dan yang membawa bangsa Israel masuk serta merebut tanah Kanaan, menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sebelumnya ia adalah pembantu Musa dan menjadi salah satu dari 12 pengintai yang dikirim Musa untuk melihat tanah Kanaan (Bilangan 13).[1] Ia merupakan tokoh utama dalam Kitab Yosua. Nama sebenarnya adalah Hosea bin Nun dari suku Efraim, tetapi Musa memanggilnya Yehoshu’a (Yosua) (Bilangan 13:16) yang kemudian lebih umum dipakai. Dilahirkan di Mesir sebelum bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir, dan meninggal di tanah Kanaan setelah mengatur pembagian tanah untuk setiap suku bersama imam Eleazar. Diduga sebaya dengan Kaleb bin Yefune dari suku Yehuda yang juga salah seorang pengintai.
Flavius Yosefus mencatat bahwa Yosua mati 20 tahun setelah memasuki dan merebut tanah Kanaan,[2] atau di akhir Zaman Perunggu. Menurut Yosua 24:29, Yosua meninggal pada usia 110 tahun.
Dari seorang Yosua ini, Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI Lembah Yordan harus mengambil teladan bagaimana memotivasi diri menjadi Imam dalam Keluarga, saat ini ditengah kesibukan kerja dan pengaruh saat ini, hampir dijumpai sebagian Imam dalam Keluarga sibuk dengan kesibukannya, Pdt.Bastian Nanlohy,S.Th.M.Th mengajak setiap Kaum Bapak untuk berperan aktif dalam setiap keluarga sebagai Imam, agar misi kerjaan Allah dapat hadir ditengah-tengah keluarga kristen.

Dalam Sambutan Wakil Ketua PKB GKI Lembah Yordan , Bapak Ronald Owu , mengharapkan partisipasi dan peran aktif dari setiap Anggota PKB GKI Lembah Yordan, dimana hampir dijumpai dalam setiap Ibadah sedikit prosentase kehadirannya, padahal Kaum Bapak atau PKB adalah Imam dalam Keluarga, beliau mengingatkan sekaligus mengharapkan peran aktif Istri untuk mengingatkan setiap kaum bapak di GKI Lembah Yordan untuk aktif dalam setiap Ibadah hari senin. sebagaimana pesan melalui sub thema HUT PKB kali ini ” Melalui Perayaan HUT PKB Ke-VII, Hendaklah kita hidup sebagai Bapak-bapak yang Beribadah dan Cakap mengajarkan hal-hal yang baik.

Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. S Mandibondibo,S.Si.Theol yang juga memberikan pesan dan kesan, mengapresiasi PKB GKI Lembah Yordan, dimana diusia yang masih muda ini, PKB Lembah Yordan bisa melakukan Wisata Rohani ke Jemaat GKI Lukas Saba beberapa waktu lalu, dimana program bedah rumah mampu memberikan kontribusi bagi Jemaat disana, untuk itu diharapkan PKB GKI Lembah Yordan terus berperan dan lebih menunjukkan eksisitensi Imannya melalui kegiatan-kegiatan yang menunjang pelayanan GKI di Tanah Papua, terutama bagi Kemuliaan Nama Tuhan kita.

Pada Ibadah HUT PKB yang ketujuh ini, Ketua PKB GKI Lembah Yordan Bapak W Awom, memberikan sebuah Cinderamata dari Hasil Wista Rohani Ke Israel bulan Agustus Lalu kepada Ketua Pembangunan GKI Lembah Yordan, Bapak K F Mambay, SE,M.Pd.K dimana diterima oleh Ketua Majelis Jemaat.

Sumber Dokumentasi : Yonas Andato

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/25/keluarga-yang-beribadah-kepada-tuhan/

PKB GKI Jemaat Lembah Yordan mengunjungi Jemaat GKI Lukas Saba-Klasis Biak Timur

Kapal-CiremaiPersekutuan Kaum Bapak (PKB)  Jemaat GKI Lembah Yordan melaksanakan kunjungan kasih atau wisata rohani ke Jemaat GKI Lukas saba – Klasis Biak Timur pada tanggal 11 Juli 2016 dengan menumpang KM.Ciremai, menurut Ketua Panitia K F Mambay kunjungan kasih ini merupakan tindak lanjut dari hasil sidang Jemaat GKI Lembah Yordan VII Tahun 2016 dan ini merupakan bentuk pelayanan kasih  kepada warga jemaat yang ada di Klasis Biak Timur.detik_papua-database-wisata-desasaba

Sementera itu menurut Ketua PKB Jemaat GKI Lembah Yordan Gr. W Awom, secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh dukungan yang diberikan, baik pribadi ataupun mewakili lembaga , menurutnya ada beberapa bantuan yang diberikan, misalnya dari Kementerian Agama Kantor Wilayah Papua yaitu berupa Buku Alkitab dan bacaan lainnya, serta ada penyampaian materi dari Koordinator PKB Klasis Jayapura, dari Polda Papua terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) , kenakalan Remaja , serta Narkoba dan Bahaya HIV/AIDS dan juga  pada kunjungan kasih ini dilakukan beda pastory yaitu pemasangan keramik pada rumah pastori , untuk diketahui bahwa rombongan PKB Jemaat GKI Lembah Yordan terdiri dari Koordinator PKB Klasis Jayapura , Pelayan Jemaat GKI Lembah Yordan ,Pdt S Mandibondibo,S.Si.Theol  dan Pelayan dua , Ibu. Pdt. Desvan Robot,S.Th dan Anggota PKB serta keluarga yang berkesempatan mengikuti kegiatan kunjungan kasih atau Wisata Rohani PKB Jemaat GKI Lembah Yordan. (Dokumentasi : Google.com )

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/07/15/pkb-gki-jemaat-lembah-yordan-mengunjungi-jemaat-gki-lukas-saba-klasis-biak-timur/

Mei 24

Belajar dari Jemaat mula-mula…

pinoaIbadah Persekutuan Kaum Bapak (PKB)  gabungan wilayah I & II  Jemaat GKI Lembah Yordan yang bertempat di kediaman Pnt. Lucky Sondakh pada Senin, 23 Mei 2016 di Pimpin oleh Pelayan Firman Pnt. Yonathan Pinoa,  dalam bagian pembacaan yang terambil di dalam dua pembacaan yaitu di Kitab Surat Rasul Paulus yang pertama kepada Jemaat di Korintus , yaitu I Korintus 3: 4 – 9 serta pembacaan yang kedua didalam kitab para rasul pasal 2 : 41 – 47 kedua bagian pembacaan ini menjadi bagian perenungan bersama Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Jemaat GKI Lembah Yordan , dengan  thema belajar dari Jemaat mula-mula, Pembacaan pertama di Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus yang menguraikan tentang Perselisihan, dalam penekanan Khobatnya yang Pnt.Yonathan Pinoa, menegaskan bahwa Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak mengklaim Pekerjaan Tuhan bahwa kitalah yang paling berjasa dalam pendirian Jemaat Lembah Yordan, karena klaim tersebut akan menimbulkan perselisihan dan persilisihan itu datangnya dari Iblis untuk mau mengacaukan Persekutuan Jemaat. Tetapi  beliau mengutip  Firman Tuhan “ Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan “ ini mau mengajarkan bahwa Tugas Panggilan kita baik sebagai Majelis, atau panitia adalah sama-sama melayani dengan tugas masing-masing, tetapi Tuhanlah yang akan memberkati pelayanan kita.

Di bagian Pembacaan yang kedua di Kitab Kisah Para Rasul  2: 41 – 47 yang berjudul Cara Hidup Jemaat Pertama, Pnt.Yonathan Pinoa mencontohkan  Jemaat GKI Lembah Yordan ketika pertama didirikan semua anggota Jemaat sehati dan saling menopang dalam pelayanan, untuk itu beliau menegaskan untuk Anggota PKB Jemaat GKI Lembah Yordan harus meneladani cara hidup Jemaat pertama, Firman Tuhan tersebut tentu masih dalam suasana HUT Jemaat yang ke-7, tepatnya tanggal 17 Mei 2016 yang baru saja dirayakan oleh Warga Jemaat GKI Lembah Yordan.  Dalam khotbahnya juga beliau mengatakan bahwa PKB sebagai Imam dalam keluarga harus meneladani cara hidup Tuhan, sehingga dapat dicontohi oleh keluarga kita, terutama anak-anak dalam persekutuan berjemaat. Karena anak-anak kita adalah masa depan gereja kita….

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/05/24/belajar-dari-jemaat-mula-mula/

Rapat Panitia Wisata Rohani PKB Jemaat GKI Lembah Yordan

Lembah Yordan – Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Jemaat GKI Lembah Yordan, Perum Organda Kota Jayapura dalam program kerja Tahun Pelayanan 2016, akan melakukan perjalanan Wisata Rohani ke Jemaat GKI Lukas Saba, Klasis Biak Timur.

Dan untuk memantapkan rencana perjalanan wisata rohani ini, bertempat di Halaman Gereja GKI Lembah Yordan, usai ibadah Minggu, 24 April diadakan Rapat Koordinasi yang di pimpin langsung oleh Ketua Panitia Wisata Rohani PKB GKI Lembah Yordan, Karel F. Mambay dan didampingi Sekretaris Panitia, Bapak M. Kapitarauw, dengan agenda pengecekan persiapan masing-masing seksi.

DSC_0098Karel F. Mambay berharap koordinasi internal PKB dalam mempersiapkan rencana perjalanan wisata rohani ini rutin dilakukan mengingat saat ini Jemaat GKI Lukas Saba, Klasis Biak Timur juga telah membentuk panitia penyambutan kunjungan dari PKB GKI Lembah Yordan.

Dijelaskan Karel Mambay dalam kunjungan atau wisata rohani ini, pihaknya telah mempersiapkan berbagai program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia Wisata Rohani di Jemaat GKI Lukas Saba, diantaranya Sosialisasi Bahaya Narkoba, Sosialisasi Teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan, Pelatihan Jurnalistik Gereja , dan Penanaman Pohon, serta sejumlah kegiatan lainnya.

Kegiatan yang kami lakukan ini tak lepas dari Visi Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua, yakni “Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah” sebagai visi yang menjadi dasar, pedoman dan tujuan hidup persekutuan, kesaksian dan pelayanannya di Tanah Papua. “ujar Mambay.

Sambung Mambay, Persekutuan Kaum Bapak (PKB) sebagai Imam dalam keluarga harus bisa menghadirkan “tanda-tanda Kerajaan Allah” dalam keluarga, artinya segala hal yang baik dan menyenangkan kehidupan seorang manusia sebagaimana disebutkan pada aspek rohani dan jasmani, antara lain: kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan, kebebasan, perdamaian, kesejahteraan, kesehatan, kemampuan dan keterampilan, keamanan, ketertiban dan lain sebagainya yang mendatangkan sukacita dan kebahagiaan (syaloom) kepada manusia.

Rencana Wisata Rohani PKB GKI Lembah Yordan ini merupakan pergumulan bersama dengan Ketua PKB jemaat, Bapak Guru W. Awom yang merupakan pensiunan guru dari Lembah Baliem Wamena, yang saat ini masih terus dipercayakan dalam panggilan pelayanan sebagai Ketua PKB Jemaat GKI Lembah Yordan.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/24/rapat-koordinasi-panitia-wisata-rohani-pkb-jemaat-gki-lembah-yordan-ke-jemaat-lukas-saba-klasis-biak-timur/

KEGIATAN MENYAMBUT HUT JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN KE-VII TAHUN 2016

HUT JemaatDalam rangka menyongsong HUT Jemaat GKI Lembah Yordan Ke-7 Tahun pada tanggal 17 Mei yang akan datang, maka Panitia Hari-Hari besar gerejawi yang dipercayakan melakukan berbagai kegiatan adapun kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :

  1. Pertandingan Volly (Khusus Unsur PAM, PW & PKB)
  2. Pertandingan Bola Kaki Gawang Mini (Khusus Unsur PAR)
  3. Paduan Suara (Semua Unsur)
  4. Cerdas Cermat Alkitab (Semua Unsur)
  5. Lomba Masak Pepeda & masak Ikan kuah kuning (Khusus PKB & Majelis Jemaat)
  6. Lomba Masak Nasi Goreng (Khusus Unsur PAM)
  7. Donor Darah (Semua Unsur)
  8. Pelatihan Pembuatan & Menghias Kue (Unsur PW)

Namun kegiatan yang baru dilaksanakan adalah pertandingan Volly dan Gawang Mini yang lainnya dilaksanakan pada bulan Mei  yang berdekatan dengan Hari Ulang Tahun Jemaat GKI Lembah Yordan. Pembukaan kegiatan pada hari Senin, 11 April di awali dengan pertandingan bola kaki gawang mini. Menurut Pdt.S.P.Mandibondibo,S.Si.Theol, dalam kata sambutan dan doa pembukaan kegiatan mengatakan bahwa perayaan ulang tidak lengkap kalau tidak ada lomba oleh sebab itu dengannya ada kegiatan ini kita patut mengucap syukur dan ketika pertandingan atau perlombaan-perlombaan telah dilakukan kita harus menunjukan sportivitas dengan mengikuti semua kegiatan tanpa membuat sesuatu hal yang merugikan kita dan menurut Sdr. Frans Rumere selaku Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi, mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dibuat ini menunjukan rasa syukur kita terhadap penyertaan Tuhan Yesus selaku kepala gereja kita. (FXR)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/16/kegiatan-menyambut-hut-jemaat-gki-lembah-yordan-ke-vii-tahun-2016/

Kunjungan Awal Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Klasis Jayapura ke Jemaat Lukas Saba Klasis Biak Timur

lukas saba[[Lembah Yordan 29/03] Guna menindak lanjuti  keputusan Hasil Sidang Jemaat ke VII GKI Lembah Yordan Organda Padang Bulan akhir Januari awal tahun ini maka berdasarkan hasil keputusan rapat Panitia  Wisata Rohani PKB maka pada hari Selasa tanggal 29 Maret dengan penerbangan Garuda GA-651 , Pdt. S Mandibondibo,S.Si.Theol tiba dibandara Frans Kaisepo Biak pada pukul 10:00 WIT dari Bandara Frans Kaisepo Pdt.S mandiondibo,S.Si theol dengan jasa angkutan rental bandara menuju Jemaat Lukas Saba Klasis Biak Timur, Pdt.S Mandibondibo, S.Si.Theol  tiba di Kediaman wakil ketua Jemaat Lukas Saba dan melakukan pembicaraan terkait recana kunjungan Wisata Rohani PKB Jemaat GKI Lembah Yordan ke Jemaat Lukas Saba Klasis Biak Timur. Seperti diketahui bahwa dalam rangka meningkatkan Penata Layanan dan Pembinaan bagi Anggota Persekutuan Bapak (PKB) maka akan dilaksanakan Kunjungan Wisata Rohani pada bulan Juli nanti.  Untuk mendapat informasi awal, maka diadakan diskusi dengan Wakil ketua Jemaat Lukas Saba, bapak Mansmor. Menurut ketua majelis jemaat GKI Lembah Yordan , khusus terkait dengan kegiatan kegiatan Bahkti Sosial maka telah didapatkan sejumlah masukan dari Wakil ketua Majelis Jemaat GKI Lukas Saba, bapak Mansmor. Kegiatan Kunjungan awal ke Biak ini selama 2 hari berada di GKI Lukas Saba – Klasis Biak Timur.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/02/kunjungan-awal-ketua-majelis-jemaat-gki-lembah-yordan-klasis-jayapura-ke-jemaat-lukas-saba-klasis-biak-timur/

Mar 17 2016

RAPAT PANITIA WISATA ROHANI DI JEMAAT GKI LUKAS SABA KLASIS BIAK TIMUR

wisata biakMenindak lanjuti pergumulan Jemaat bersama Persekutuan Kaum Bapak (PKB) pada Sidang Jemaat VI yang belum direalisasi pada tahun pelayanan 2015 serta kembali diusulkan pada Sidang Jemaat VII Tahun 2016 , maka Panitia Wisata Rohani menggelar Rapat Persiapan di Ruang Konsistori GKI Lembah Yordan pada hari Kamis, 17 Maret 2016,  Ketua Panitia Wisata Rohani K F Mambay yang juga sebagai Ketua Pembangunan dalam pertemuan tersebut mengingatkan sekaligus mengharapkan dukungan dan partisipasi dari seluruh Anggota Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Jemaat GKI Lembah Yordan – Organda untuk lebih pro aktif pada usaha-usaha dalam penggalangan dana Panitia Wisata, beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat positif dimana adanya suasana baru yang dapat diperoleh ketika berada di Biak, kita bisa keluar dari rutinitas kita selama ini dengan kesibukan kerja, sekaligus berbagi pengalaman rohani dalam perjalanan wisata rohani ini.

Sekretaris Panitia Pnt. Melkias Kapitarauw pada pertemuan rapat panitia wisata rohani, berkesempatan membagikan Blangko Pendaftaran Peserta kepada Anggota PKB yang hadir pada Rapat tersebut, sementara itu Bapak W Awom selaku ketua PKB GKI Lembah Yordan mengingatkan bahwa Persekutuan Kaum Bapak adalah unsur jemaat yang menghimpun kaum bapak , dengan tujuan menjadikan seorang Bapak sebagai Imam di tengah-tengah keluarga, dalam berjemaat diperlukan kekompakan terlebih terpanggil dalam pelayanan ini sebagai bagian dari pekerjaan Tuhan dalam mewartakan kabar baik injil bagi setiap saudara-saudara kita, begitupun dengan mereka yang berada di Jemaat GKI Lukas Saba Klasis Biak Timur.

Dalam kesempatan yang sama Pdt. S Mandibondibo,S.Si.Theol selaku ketua Jemaat GKI Lembah Yordan menyampaikan rencana kunjungan awal ke Jemaat GKI Saba untuk mengecek dan mengkoordinasikan kesiapan Jemaat Lukas  Saba di Klasis Biak Timur ,

Beliau berharap harus ada ketrampilan atau kerajinan tangan  yang bisa di berikan kepada Jemaat GKI Lukas Saba , untuk itu seluruh potensi harus bisa di kelolah dengan bijak agar bisa mendatangkan berkat bagi orang lain, misalnya transfer ketrampilan seperti pembuatan bingkai foto dari sisa koran , seperti koran Cepos, demikian harapan dari Pendeta Jemaat GKI Lembah Yordan.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/17/rapat-panitia-wisata-rohani-di-jemaat-gki-lukas-saba-klasis-biak-timur/