Arsip Kategori: Sidang Jemaat

Des 08 2017

” Datanglah Kerajaan-Mu “

Karakteristik Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw adalah Jemaat yang multi kultural, hal ini terlihat dari jemaat yang heterogen, yang datang dari berbagai ragam suku yang ada di Indonesia dan mendiami lembah yordan , atau yang sering disebut organda.

Tentu dengan berbagai latar belakang yang berbeda,  dinamika dalam pelayanan terus berkembang dinamis, Wilayah pelayanan Jemaat GKI Lembah Yordan terdiri dari 4 (Empat) WIJK dan 8 (delapan ) KSP, dengan Majelis Jemaat yang berjumlah 48 Orang dan 2 (dua) Pelayan Firman, 1 (satu) Pelayan Umum serta tenaga kostor dan tenaga Tata Usaha.

Saat ini Jemaat GKI Lembah Yordan memiliki ± 180 KK dan 870 Jiwa Anggota Jemaat, dan berada di Wilayah yang rawan bencana alam banjir, dan dari sisi fasilitas umum, saat ini jalan akses utama ke Jemaat GKI Lembah Yordan mengalami kerusakan akibat banjir, dampaknya sering terjadi perbaikan jalan tanpa koordinasi dengan RT/RW bahkan kelurahan dan ini menimbulkan keresahanan akibat banyak warga yang diminta sumbangan.

Potret lain yang dijumpai di Jemaat GKI Lembah Yordan adalah “ Orang Mabuk “ dan “ Penjualan Togel “ yang kian menjadi, tentunya semua pihak harus menyikapi ini dengan serius karna dampaknya sangat buruk bagi kenyamanan, keamanan dan ketertiban di Lembah Yordan Emereuw,

Gambarang singkat diatas adalah tantangan yang dihadapi dalam pelayanan, dan kesemuanya yang disebutkan diatas adalah realita tanpa saling menyalahkan, tetapi dibutuhan kebersamaan, kekompakan dan terlebih “ rendah hati “ dalam melayani, Jemaat secara bersama sama bergumul untuk menghadirkan tanda – tanda kerajaan Allah di GKI Lembah Yordan Organda, demikian pengantar dari Wakil Sekretaris Jemaat Pnt. Maichel F Kareth sebelum memberikan laporan pertanggung jawaban pelayanan di tahun 2017 pada Sidang Jemaat IX  pada hari ini [08/12/2017]  di Jemaat GKI Lembah Yordan, hadir sebagai peserta dari utusan unsur, ksp, wijk dan panitia yang ada dalam Jemaat, dan Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. M Pulalo,M.Th selaku pimpinan Sidang Jemaat

Selain itu Ketua Panitia Sidang Jemaat IX  Bapak Luis Yarangga, melaporkan sumber anggaran pelaksanaan dari Kas Jemaat , kegiatan usaha panitia dan sumbangan dari keluarga Pnt. Edi Buntan, Pnt. Jery Yudianto, Keluarga Bapak Melianto Paonganan, Bapak Luis Yarangga dan Keluarga L Furay.

Satu hal yang menarik dari Kegiatan Sidang Jemaat IX adalah pelaksanaanya yang sangat kontekstual dengan nuansa budaya Papua, memberikan kesan bagi peserta dan peninjau dari BPK dan BPPG Klasis bahwa panitia sangat siap dalam pelaksanaan Sidang Jemaat IX kali ini. Dengan jadwal yang sangat mengakomodir serta efisiensi waktu.

Ketua Klasis Jayapura Pdt. C Mano,S.Th,M.Th yang berkenan hadir, memberikan sambutan dan mengapresiasi pelaksanaan Sidang Jemaat kali ini, beliau juga memberikan arahan, pandangan Alkitabiah tentang kehidupan berjemaat, dalam pelayanan Gereja Kristen Injili  di Tanah Papua.[EK]

 

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/12/08/datanglah-kerajaan-mu/

Feb 27 2017

Inilah tantangan gereja di perkotaan Jayapura

14sidang-jemaat-papuaJayapura, Jubi – BP klasis kota Jayapura, Terry Ansanay mengakui kalau pertumbuhan fisik gereja di perkotaan berjalan baik tetapi secara rohani sangat memprihatinkan. Apalagi di wilayah perkotaan yang semakin padat penduduknya.

“GKI Lembah Yordan BTN Organda menjadi barometer masalah sosial di kota jayapura, kalau peristiwa yang pernah terjadi di sini langsung mendapat sorotan terutama masalah masalah soaial,” katanya usai membuka Sidang Jemaat ke VIII Gereja Kristen Injili (GKI) Lembah Yordan Organda Padang bulan Abepura, Jumat ( 24/2/2017).

Dia menambahkan hal ini menjadi tantangan bagi gereja ke depan khususnya jemaat-jemaat di daerah perkotaan terutama menyangkut minuman keras, narkoba, ganja, dan lain lain.

Hal senada juga diakui Ketua Jemaat GKI Lembah Yordan, Pdt Moses Pulalo bahwa kepadatan penduduk sangat mempengaruhi kehidupan rohani bagi warga jemaat. Oleh karena itu lanjut dia salah satu program adalah program penginjilan di dalam perkotaan termasuk membuka sekolah Alkitab bagi warga jemaat di GKI Lembah Yordan Organda.

“Sesuai dengan keputusan Sinode GKI di Tanah Papua bahwa penginjilan bisa dilakukan meliputi tiga bidang masing masing untuk masyarakat terasing, transmigrasi dan wilayah perkotaan,” katanya.

Lebih lanjut Pdt Pulalo yang baru dua bulan menjadi pelayan jemaat GKI Lembah Yordan mengakui, kalau di BTN Organda ditemui pula ada anak-anak maupun orang dewasa yang terlibat dengan miras atau mabuk ganja, narkoba, dan pencurian.

“Ini semua sudah terlihat dan terjadi di depan mata,” katanya seraya menambahkan sesuai dengan tema, menuju Jemaat yang misioner dan mandiri maka warga di sekitar juga harus mendapat perhatian dalam pelayanan.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksana sidang jemaat ke VIII GKI Lembah Yordan, Edwin Helena Latumahina mengatakan sidang jemaat ini mempunyai makna tersendiri bagi semua pihak, terutama Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan akan melaporkan program pelayanan selama 2016.

“Semua unsur-unsur hadir sebagai peserta pada sidang jemaat ini guna menetapkan anggaran pendapatan dan belanja gereja(APBG) serta program-program jemaat tahun pelayanan 2017,” kata Ketua Panitia Sidang Jemaat ke VIII GKI Lembah Yordan Organda.

“Sidang ini berlangsung dari 24-25 Februari 2017, tentunya kita semua berharap dan berdoa agar Allah yang mempunyai pekerjaan ini akan memanggil kita sekalian,” katanya, seraya menambahkan kalau peserta yang ikut dalam sidang jemaat dari unsur-unsur sebanyak 109 peserta termasuk anggota majelis jemaat.

Dikatakan tema sidang jemaat ke VIII adalah oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang kepada-Nya. Sedangkan sub tema, dengan berpegang pada injil kita tingkatkan tri panggilan gereja menuju jemaat yang mandiri dan misioner.

Menurut Latumahin sidang jemaat di GKI Lembah Yordan Organda sudah dilaksanakan sebanyak tujuh kali dan tahun 2017 ini merupakan yang ke VIII. “Sidang jemaat pertama pada 17 Januari 2010 secara resmi GKI Lembah Yordan berdiri dan bersidang,” katanya.

Dia mengatakan sidang jemaat adalah pemegang kedaulatan tertinggi sesuai dengan azas GKI di Tanah Papua yaitu Presbiteral Sinodal dan sudah menjadi tugas Majelis Jemaat untuk melaksanakan sidang jemaat sekurang-kurangnya dalam setahun sekali menurut aturan Tata GKI di Tanah Papua.(*)

Sumber : http://www.tabloidjubi.com/artikel-4007-inilah-tantangan-gereja-di-perkotaan-jayapura.html

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/02/27/inilah-tantangan-gereja-di-perkotaan-jayapura/

Feb 26 2017

Sidang Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw berjalan lancar

sidangJayapura, Jubi – Ketua BPK Klasis Kota Jayapura Penatua Terry Ansanay mengatakan sidang jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw ke VIII berjalan lancar, juga berlangsung efisien dan efektif.

“Ini artinya proses sidang berlangsung efektif karena pemimpin sidang yang melakukan tugasnya dengan baik sehingga bisa berjalan sesuai dengan waktu yang direncanakan,” katanya.

Hanya saja saran Penatua Terry Ansanay, setiap hasil pleno sidang harus dilengkapi pula dengan Surat Keputusan sidang sehingga ada dasar untuk dilaksanakan.

“Saya sarankan setiap pleno harus dilengkapi dengan keputusannya,” kata Ansanay.

Dia menambahkan hal ini penting sehingga dalam melaksanakan program GKI Lembah Yordan Emereuw 2017, harus berjalan baik guna menghindari tumpang tindih program.

“Jangan sampai program dan kegiatan dianggap berbeda padahal program dan kegiatan tidak ada bedanya,” kata Ansanay.
Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw, Abepura Pdt Moses Pulalo menguncapkan terima kasih atas partisipasi dari peserta sidang yang tetap tekun mengikuti sidang.

“Saya juga mengumumkan agar penyebutan nama GKI Lembah Yordan Organda diubah menjadi GKI Lembah Yordan Emereuw sesuai dengan nama asli tempat ini. Hal ini penting agar masyarakat asli tetap mengingat nama setempat,” katanya.

Lebih lanjut Pulalo juga merencanakan penulisan buku 10 Tahun GKI Lembah Yordan Emereuw, agar generasi muda GKI Lembah Yordan Emereuw mengetahui sejarahnya.

Tua-tua jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw, Bernard Ohee menyambut baik penulisan sejarah GKI Lembah Yordan Emereuw dan setuju soal nama Emereuw dipakai dalam GKI Lembah Yordan Emereuw.

“Saya kira nama ini sangat tepat karena Emereuw dalam bahasa Sentani artinya berlimpah-limpah atau berkelimpahan sebab tempat ini dulunya dusun sagu sehingga orang tua menyebutnya Emereuw,” katanya.

Selain itu dalam sidang jemaat, seksi kesehatan yang melakukan pemeriksaan melalui laboratorium kepada peserta sidang, tercatat dari 82 peserta yang memeriksa darah 60 persen ditemukan hypertensi, kolesterol, asam urat dan gula darah.

“Hasil pemeriksaan rata-rata normal hanya sekitar 60 persen yang ditemukan tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat dan gula darah, namun semua peserta tetap ikut sidang,” kata koordinator kesehatan Panitia Sidang Jemaat ke VIII Lembah Yordan Emereuw, Erna Renyaan, SKM. (*)

Sumber Berita : TabloidJubi

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/02/26/sidang-jemaat-gki-lembah-yordan-emereuw-berjalan-lancar/

Liputan Sidang Jemaat VII GKI Lembah Yordan – Organda

tvriSidang Jemaat VII – GKI Lembah Yordan – Organda dilaksanakan pada tanggal 28 & 29 Januari 2016 bertempat digedung gereja Jemaat GKI Lembah Yordan, maksudnya dilaksanakannya Sidang Jemaat VII adalah untuk bersama-sama melakukan evaluasi pelayanan tahun 2015 dan mengusulkan program-program tahun pelayanan 2016

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/02/19/liputan-sidang-jemaat-vii-gki-lembah-yordan-organda/

Jemaat GKI Lembah Yordan Organda Harus Bersinergi

Jayapura, Jubi- Pdt Bastian  Nanlohi, S.Th,M.Th dalam ibadah pembukaan Jemaat GKI Organda Padangbulan, Kota Jayapura mengatakan dalam sidang ke VII Jemaat GKI Organda jemaat harus bersinergi. Artinya bahwa harus saling bekerja sama yang harmonis dan bukan saling menyulitkan.

bas
“ Sesuai dengan Jemaat di Efesus yang saat itu saling bertentangan antara kelompok Yahudi dengan Yunani dan Romawi. Ini menyebabkan tidak terjadinya kerja sama yang harmonis,”katanya saat pembukaan Sidang ke VII di Gedung Gereja GKI Lembah Yordan, Kamis(28/1/2016).
Dia menambahkan perbedaan pendapat dalam masyarakat itu adalah anugerah, bukan berarti perbedaan itu menyebabkan saling bertentangan.
“Ketidakharmonisan antara perbedaan Yahudi, Yunani dan Romawi karena itu Rasul Paulus mengingatkan agar mereka semua harus intropeksi diri masing-masing,”katanya. Karena itu kata dia egoisme harus dihilangkan agar rasa kebersamaan itu bisa berjalan.
Sementara itu E Koibur, Ketua Panitia Penyelenggara Sidang Jemaat GKI Lembah Yordan Padangbulan mengatakan peserta yang ikut dalam sidang Jemaat ini berjumlah 112 peserta terdiri dari Majelis Jemaat, tua-tua jemaat dan semua unsur. “Sidang ini akan membahas agenda evalusi kerja tahun lalu dan merencanakan agenda kerja 2016 yang berlangsung selama 28-29 Januari mendatang,”katanya.
Selain itu kata dia sidang Jemaat ini memilih tema Dipersatukan Dalam Ikatan Kasih dan sub tema Dalam Ikatan Kasih Persaudaraan Kita Tingkatkan Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian. “Salah satu program yang menjadi tanggungjawab kita adalah pembinaan pemuda gereja. Saat ini bersama pemuda telah membuat sebuah website Gereja. Hanya saja tantangan kita bagaimana mengisi website tersebut. Kami ingin bekerja sama dengan Koran Jubi untuk melatih jurnalistik bagi pemuda Gereja di Lembah Yordan,”katanya.
Celcius Messt yang mewakili BP Klasis Kota Jayapura mengingatkan kepada peserta sidang agar dalam pelaksaan sidang lebih mengutamakan kemuliaan Yesus Kristus. “ Jangan katakan kehadiran saya tetapi terpanggil untuk kemuliaan nama Yesus,”katanya seraya menyampaikan pesan Ketua Klasis Kota Jayapura, agar Jemaat GKI Lembah Yordan juga turut aktif dalam perayaan Pekabaran Injil di Tanah Tabi ke 106 pada 10 Maret mendatang.
GKI Lembah Yordan termasuk salah satu dari 54 Jemaat di Klasis Kota Jayapura memiliki jemaat sebanyak 600 jemaat. Lembah Yordan memiliki jemaat yang majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa di Indonesia. (Dominggus Mampioper)
http://tabloidjubi.com/2016/01/28/jemaat-gki-lembah-yordan-organda-harus-bersinergi/

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/01/30/jemaat-gki-lembah-yordan-organda-harus-bersinergi/