Penyerahan bantuan kepada Jemaat Diaspora Skofro

Skofro – Bertempat dihalaman Gereja Jemaat Diaspora Skofro , Kabupaten Keerom  telah diserahkan 1 unit mesin babat kepada Jemaat Diaspora Skofro. Bantuan ini diserahkan oleh Bapak Womsiwor kepada Pdt. D Wompere,S.Th selaku pelayan Jemaat di Diaspora Skofro. Menurut Pdt. D Wompere,S.Th bantuan mesin babat ini akan sangat bermanfaat bagi Jemaat Diaspora Skofro, dimana dengan peralatan yang diberikan ini, Pemuda Gereja dan Majelis yang ada di Jemaat Diaspora Skofro akan memanfaatkannya untuk membersihkan halaman Gedung Gereja, dan selaku pelayanan Jemaat di Jemaat Diaspora Skofro, beliau berharap setiap orang yang hadir dan terpanggil untuk datang ke Skofro setidaknya memiliki hati untuk bersama-sama menjadi penjaga Injil di Tapal Batas.

Dengan kondisi Jemaat yang masih membutuhkan dukungan daya dan dana, berbagai bentuk kemitraan dilakukan untuk saling menopang dalam pelayanan. Kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan di Jemaat Diaspora Skofro , harus memberikan dampak dalam pelayanan di Jemaat Diaspora Skofro, dampak yang sangat terasa adalah bersama-sama memiliki tanggung jawab yang sama untuk meningkatkan mutu pelayanan di Skofro. Hal yang terpenting adalah bersama – sama menjadi penjaga Injil di Tapal Batas , artinya Injil harus terus bergema di tapal batas, kehadiran Jemaat GKI Lembah Yordan disana tentu menjadi bagian dari pergumulan Jemaat Diaspora Skofro

Dari Sekolah Minggu Cikal bakal lahirnya Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw

Menjadi pergumulan awal adalah  dipikirkan bagaimana anak-anak dapat beribadah / bersekolah minggu yang dekat, sehingga dengan kesehatian Jemaat disini mendirikan Balai Kerohanian dan peletakan Batu Pertamanya oleh Pdt. YOS WAMBRAUW, S.Th Ketua Jemaat GKI SION Padang Bulan hanya berukuran 9×15 Meter. Pada Tanggal 22 April 2004 persekutuan keluarga dibangun dengan indahnya, dan akhirnya diusulkan dalam Sidang Jemaat GKI SION Padang Bulan Tahun 2007 untuk mandiri, tetapi waktu itu tidak memungkinkan karena Gereja masih dalam proses pembangunan fisik dan pada Tahun 2008 dimana Wijk ini selaku penyelenggara Sidang Jemaat ke-13 GKI Sion Padang Bulan yang dipimpin oleh Pdt. Greace Sodanding, S.Th direkomendasikan untuk dimekarkan sebagai Bakal Jemaat Mandiri melalui Ibadah Perdana pada hari Minggu, 17 Mei 2009 Jam 09.00 yang juga dihadiri oleh BPK Klasis Jayapura dan Bapak Walikota Jayapura.  Itulah kisah awal hadirnya Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw , tepat ditanggal 17 Mei 2018  Jemaat GKI Lembah Yordan genap berusia 9 tahun. Dalam perjalanan pelayanan untuk menghadirkan misi kerajaan Allah di dunia Jemaat ini terus meningkatkan mutu pelayanan dari waktu ke waktu.

Untuk memeriahkan  HUT Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw ke-9, diadakan lomba paduan suara Jemaat, dari lombah yang diadakan  yang berhasil meraih juara 1 adalah Wijk III Bukit Zaitun, Juara 2  Wijk IV Getsemani KSP 2, Juara III Wijk I Samaria KSP 2.

Dalam ibadah Syukur HUT jemaat adapun menjadi renungan bersama adalah kitab Efesus 4 : 1-3

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda

4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan s  karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan t  dengan panggilan u  itu. 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu v  dalam hal saling membantu. w  4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan 1  x  Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Bagian firman Tuhan ini menjadi kado terindah buat Jemaat, dan diakhir ibadah diadakah pemotongan kue HUT jemaat yang ke – 9 dengan dihadiri oleh pengurus unsur dan kepanitiaan yang ada dalam Jemaat bersama tua-tua Jemaat.

 

RABUNI : DISINI AKU DAPAT MELIHAT

Alkitab mengisahkan kisah pelayanan Yesus , dimana Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho bersama-sama murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, ia memanggil engkau.” Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus. Tanya Yesus kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Jawab orang buta itu, “Rabuni, aku ingin dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. (Mrk 10:46-52)

Hari ini kunjungan kami ke Jemaat Diaspora Skofro – Kab.Keerom sekaligus pembersihan halaman gereja bersama majelis Jemaat disana, dari kunjungan tersebut kami sempat berdiskusi dengan  Istri dari Pdt. D Wompere Ibu Betty Kanikir,S.Si mengenai PAUD di SKOFRO yang dikelolah oleh Ketua Majelis Jemaat  Dispora Skofro bersama istri, menurut penuturan dari Ibu Betty  Kanikir,S.Si jumlah murid atau anak didik sekitar 30 –an anak yang merupakan warga dari negara  RI – PNG dan menggunakan dua bahasa pengantar yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Fiji , kehadiran PAUD ini merupakan bentuk pelayanan kasih yang nyata bagi warga disana, gereja hadir untuk menyuarakan suara kenabian dan kehadiran dari gereja telah memberikan buah yang nyata , kehadiran PAUD ini memberikan makna teologis bahwa pengenalan akan kasih Yesus akan memberikan dampak yang besar dalam pola pelayanan kasih bagi sesama, dan sesungguhnya  Rabuni menjadi refleksi bersama kita bahwa anak-anak kita di Skofro adalah pewaris masa depan Gereja, mereka harus diberi pengetahuan dasar untuk mengenal dunia luar melalui pengetahuan membaca, sehingga mereka dapat membaca dan melihat dunia luar dari batas negara RI-PNG.

Warga Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw yang melakukan kunjungan beberapa waktu lalu ke Jemaat GKI Diaspora Skofro terus berkomitmen untuk saling bahu membahu dalam meningkatkan mutu pelayanan dalam Jemaat terutama saling berbagi dalam kasih , seperti yang telah diajarkan Yesus.  Ketika kita kembali menyelidiki Alkitab ,  Apakah yang dilakukan oleh si buta Bartimeus (anak Timeus) yang sedang duduk di pinggir jalan ketika rombongan Yesus baru saja ke luar dari kota Yerikho? Apakah dia hanya berseru keras-keras: “Yesus, apa kabar?” Bayangkanlah situasi ketika itu. Ingatlah bahwa Yesus dikelilingi oleh orang banyak yang berbondong-bondong mengiringi-Nya, dan Bartimeus sedang duduk di pinggir jalan. Tidak mudahlah bagi orang buta ini untuk berteriak agar suaranya dapat didengar di tengah “hiruk-pikuk” yang terjadi. Jelas kelihatan bahwa Bartimeus sangat menginginkan untuk memperoleh sesuatu dari Yesus sehingga dia terus saja berteriak, malah setiap kali semakin keras, walaupun ditegur oleh banyak orang supaya dia tutup mulut. Hal ini mengingatkan kita pada cara anak-anak melakukan pendekatan kepada orangtua mereka, jika mereka menginginkan sesuatu. Yang perlu kita  perhatikan adalah tanggapan Bartimeus ketika Yesus menyuruh orang memanggilnya. Dia menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus (Mrk 10:50). Arti jubah penting bagi seorang pengemis. Biasanya si pengemis menggelar jubahnya di atas tanah dan dia duduk di atasnya ketika meminta-minta sedekah dari orang-orang yang lewat. Orang-orang yang lewat akan melemparkan kepingan uang logam dan/atau makanan ke atas jubah yang digelar itu. Jubah juga mempunyai arti sangat penting bagi orang miskin, karena menanggalkan jubah atau mantel berarti meninggalkan segalanya.

Kehadiran  Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw di Klasis Keerom, terutama di Jemaat GKI Diaspora Skofro mempunyai makna teologis , sebagai mana arti dari Rabuni, dimana ” Aku ingin dapat melihat ” , artinya masyarakat asli di Skofro tercatat belum ada yang mendapat gelar sarjana, ini adalah tanggung jawab bersama untuk menyukseskan pendidikan, kehadiran pondok belajar Rabuni atau PAUD disana menjadi tempat dimana anak-anak di kampung Skofro di didik untuk dapat membaca, dimana ketika mereka dapat membaca, maka mereka dapat melihat dunia, tantangannya adalah tanggung jawab bersama kita untuk memajukan pendidikan disana,  dan menjadi pergumulan kita bersama dalam menopang pendidikan melalui kehadiran gereja disana. [EK]

 

Ketua Sinode Menghimbau, Umat GKI-TP Menjaga Netralitas Pilkada Papua 2018

Saya, pendeta Andrikus Mofu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua dalam kesempatan yang baik ini menghimbau kepada seluruh hamba-hamba Tuhan, ketua-ketua jemaat GKI di Tanah Papua yang bekerja di jemaat-jemaat dan klasis-klasis agar bersama-sama berdoa dan mendukung sehingga pelaksanaan pemilihan kepala daerah (bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur) supaya dapat berlangsung dengan aman dan damai.

Nah berkaitan dengan itu maka sekali lagi saya menghimbau kepada saudara-saudara semua, khususnya kepada pelayan dan ketua majelis jemaat maupun Badan Pekerja Klasis agar kita menjaga netralitas, tetapi juga kita menjaga sebagai gereja tidak terlibat langsung dengan kampanye-kampanye praktis untuk mendukung salah satu pasangan ataupun juga mereka yang maju di pencalonan gubernur dan wakil gubernur , calon bupati dan wakil bupati.

Tugas sudara saudara ialah, sekali lagi berdoa dan mengarahkan seluruh warga jemaat supaya ikut menjaga keamanan, ketertiban dan ikut dalam memberi suara sesuai hak politik agar pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dapat terlaksana dengan baik, aman dan sukses.

Sekali lagi saya menghimbau supaya saudara-saudara semuanya menjaga netralitas dan menjaga agar sebagai pimpinan umat kita tidak terlibat secara langsung dalam politik praktis sebagaimana saya katakana tadi.

Dengannya pada kesempatan baik dan berbahagia ini saya menyampaikan selamat memasuki masa-masa dimana sebagai masyarakat kita akan melaksanakn pesta demokrasi dan kita semua berdoa supaya pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2018 berjalan dengan aman dan lancar.

Tuhan memberkati!

Sumber Berita : https://kemitraangki.com/2018/05/10/ketua-sinode-menghimbau-umat-gki-tp-menjaga-netralitas-pilkada-papua-2018/

Saling menopang dalam Pelayanan Kasih

Emereuw – Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw melaksanakan kunjungan ke Jemaat Diaspora Skofro Kabupaten Keerom, sabtu/05/05/2018.

Rombongan Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw  bersama pengurus Jemaat dalam hal ini di pimpin oleh Wakil Sekreteris Jemaat tiba di kampung Skofro disambut oleh Ketua Jemaat Gereja Dispora Skofro, Bapak Pendeta Daniel Wompere dan Ondoafi Skofro serta Jemaat dan Masyarakat Kampung Skofro.

Wakil Sekretaris Jemaat Pnt. M Kareth, pada kesempatan tersebut meyampaikan bahwa, maksud dan tujuan kami melakukan kunjungan kesini adalah, “ kami ingin berbagi kasih dengan masyarakat dan jemaat yang ada di Skofro sehingga terjalin suatu hubungan dalam kehidupan kebersamaan dengan saudara-saudara di Skofro ini.

Dan Pnt. M kareth juga menegaskan bahwa  Jemaat GKI Lembah Yordan berharap menjadi jawaban doa dari warga jemaat di Diaspora Skofro – Klasis Keerom untuk bersama – sama saling menopang dalam kasih Kristus.

Kunjungan ini diharapkan berdampak di masa mendatang , ada proses yang memberikan arti positif kepada warga di Jemaat Diaspora Skofro, artinya Jemaat di Perbatasan ini boleh menjadi bagian dari Warga Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw di masa mendatang untuk saling berkontribusi dalam membangun Jemaat bersama.

Kurang dari 6 Jam berada bersama warga Jemaat Diaspora Skofro, Ketua Jemaat Gereja Dispora Skofro, Bapak Pendeta Daniel Wompere dan Ondoafi Skofro serta Jemaat dan Masyarakat Kampung Skofro menyampaikan harapan bahwa hubungan ini boleh terjadi dalam tujuan bersama, saling menopang dalam pelayanan gereja ini kedepan, dan diakhir pertemuan diadakan doa bersama yang di pimpin oleh Pdt. D Wompere. [EK]

 

 

CAMP PASKAH MEMBENTUK KARAKTER ANAK & REMAJA

Perayaan Paskah 2018 dirayakan serentak di seluruh tanah Papua terutama Camp Paskah anak-anak sekolah Minggu. Pengasuh Sekolah Minggu, Gereja GKI Lembah Yordan- Emereuw mengatakan perayaan Paskah 2018 ini bisa membawa perubahan besar bagi anak-anak khususnya sekolah Minggu Remaja dan anak-anak agar semakin menyadari betapa pentingnya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dalam Iman orang Kristen.

”Saya menilai anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan ini dengan menyelami makna Paskah,”katanya. Perayaan Camp Paskah di GKI Lembah Yordan – Emereuw , Padang Bulan berlangsung sejak Kamis (29/3) sampai dengan Minggu (1/4).

”Saya senang bisa kumpul dengan teman-teman dan bernyanyi lagu-lagu bertema Paskah,”kata seorang anak sekolah Minggu GKI Lembah Yordan kepada media ini . Dia menambahkan mereka memaknai camp paskah ini sebagai bagian dari refleksi tentang Yesus yang rela berkorban untuk memberi nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa manusia .

Sementara itu menurut ketua Persekutuan Anak & Remaja (PAR) GKI Lembah Yordan, jumlah peserta camp paskah tahun ini sekitar 120-an anak, dan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak dalam berinteraksi sosial dan kesempatan seperti ini anak-anak bisa mengeksplor pengetahuan dan wawasannya tentang dunia sekitarnya, misalnya saja materi tentang lingkungan hidup atau perubahan iklim ataupun berbagai materi yang sangat bermanfaat dalam membentuk mental dan karakter anak selama kegiatan ini, kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 1 April di mana akan ada pawai obor paskah bersama Warga Jemaat GKI Lembah Yordan.

Pesan Paskah 2018 Oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt.Andrikus Mofu

Sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, saya menyampaikan selamat menjalani dan memasuki masa-masa sengsara peringatan Tuhan Yesus Kristus. Kini kita berada pada minggu peringatakan Tuhan Yesus yang ke enam dan kita akan melewati minggu sengsara ke tujuh, selanjutnya kita akan mempersiapkan diri untuk memasuki perayaan Paskah di tahun 2018.

Oleh karena itu pada kesempatan ini saya sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua berdasarkan tema sentral yang terambil dari, Roma 6:18, “Kuasa Kebangkitan Kristus Menjadikan Kita Hamba Kebenaran”. Maka saya mengajak kita semua agar sunguh-sunguh menghayati makna pengorbanan kematian Yesus Kristus, tetapi juga kita merayakan dengan penuh suka cita atas kemenangan Kristus atas maut lewat peristiwa Paskah.

Ya momentum perayaan Paskah yang didahuli dengan perayaan dan penghayatan sengsara Tuhan Yesus ini mengantarkan kita semua sebagai gereja dan umat Kristen, khusus warga GKI di Tanah Papua agar memaknai sengsara ini dan ikut bersama-sama dalam seluruh pergumulan untuk meningkatkan pelayanan di berbagai bidang yang kita laksanakan demi dan untuk membangun pertumbuhan kehidupan iman tetapi juga kehidupan rill kita.

Maka dalam kesempatan ini tentu saya mengajak kita semua kiranya dengan menghayati Paskah kebangkitan Yesus Kristus memotivasi kita dan juga memberi spirit bagi kita supaya semakin dewasa dalam membangun kehidupan, persekutuan dan pelayanan kita.

Sebagai gereja khususnya GKI di Tanah Papua tentu banyak hal kita terus kerjakan bersama, baik di aras sinode, klasis dan jemaat-jemaat. Di awal saya sudah katakan bahwa ada banyak pergumulan dan masalah yang kita hadapi tetapi mari kita menghayati dalam semangat Paskah ini supaya kita semakin termotivasi untuk membangun pelayanan kita demi meningkatkan nilai-nilai kemanusian bagi seluruh umat di wilayah kota, pinggiran hingga ke pedalaman.

Akhirnya dalam kesempatan yang baik ini sebagai Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menyampaikan selamat merayakan Paskah hari kemenangan, hari kebangkitan Kristus.

Kiranya semangat Paskah memotivasi kita untuk terus mendorong kebersamaan dan juga pelayanan kita kedepan.

Sekian dan terima kasih!

Sumber Berita : https://kemitraangki.com/2018/03/24/pesan-paskah-2018-oleh-ketua-sinode-gki-di-tanah-papua-pdt-andrikus-mofu/

Doa bukan membawa kita bebas dari masalah tetapi doa membawa kita untuk menang dari Masalah

Dalam Ibadah Minggu, 28 Januari 2018 melalui perenungan firman Tuhan di Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw , dalam firman Tuhan Matius 6 : 5 – 13 Pdt. M Pulalo,M.Th menyampaikan khotbahnya dengan dengan tegas menyampaikan kepada Jemaat bagaimana seharusnya berdoa, jangan berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. menurutnya ada 4 hal yang perlu di ketahui tentang hal berdoa, diantaranya : Asal usul Doa, dilihat dari sosiologi doa, dimana dijumpai rasa kekaguman manusia pada alam disekitarnya sehingga ada ungkapan syukur, berikutnya adalah apa sebenarnya doa itu, menurutnya doa adalah komunikasi manusia dengan Sang Klangitnya, Doa bukan membawa kita bebas dari masalah tetapi doa membawa kita untuk menang dari Masalah, berikutnya Doa adalah landasan hidup atau dasar hidup seseorang, dan yang terakhir Doa adalah tindakan bukan sekedar berkata-kata.
Di akhir ibadah Minggu ini, diadakan rapat perdana oleh Panitia pembangunan Gedung Gereja, dalam rapat tersebut di bahas 3 agenda penting yaitu reposisi struktur panitia untuk efektifitas dan efesiensi kerja panitia, mengingat bekerja dalam kebun anggur Tuhan adalah sebuah panggilan maka setiap orang dipanggil untuk merefleksikan tanggung-jawab bagi pekerjaan Tuhan, berikutnya adalah Ibadah bulanan panitia untuk mengefektifkan partisipasi anggota panitia dalam merespon panggilan sebagai panitia pembangunan gedung gereja, dan agenda yang sangat penting adalah review hasil sidang jemaat untuk segera di kongkritkan dalam hidup berjemaat melalui pembangunan talud gereja sebagai langkah awal mempersiapkan pembangunan fondasi gereja, hadir dalam rapat tersebut 13 Anggota Panitia dari 54 Anggota Panitia, ketua PHMJ Pdt M Pulalo,M.Th dalam arahannya menyampaikan terima kasih dan mohon terus setia bekerja menopang pembangunan Gedung gereja yang baru, sementara beliau sudah dilantik sebagai Ketua Klasis Muara Tami (EK)

” Datanglah Kerajaan-Mu “

Karakteristik Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw adalah Jemaat yang multi kultural, hal ini terlihat dari jemaat yang heterogen, yang datang dari berbagai ragam suku yang ada di Indonesia dan mendiami lembah yordan , atau yang sering disebut organda.

Tentu dengan berbagai latar belakang yang berbeda,  dinamika dalam pelayanan terus berkembang dinamis, Wilayah pelayanan Jemaat GKI Lembah Yordan terdiri dari 4 (Empat) WIJK dan 8 (delapan ) KSP, dengan Majelis Jemaat yang berjumlah 48 Orang dan 2 (dua) Pelayan Firman, 1 (satu) Pelayan Umum serta tenaga kostor dan tenaga Tata Usaha.

Saat ini Jemaat GKI Lembah Yordan memiliki ± 180 KK dan 870 Jiwa Anggota Jemaat, dan berada di Wilayah yang rawan bencana alam banjir, dan dari sisi fasilitas umum, saat ini jalan akses utama ke Jemaat GKI Lembah Yordan mengalami kerusakan akibat banjir, dampaknya sering terjadi perbaikan jalan tanpa koordinasi dengan RT/RW bahkan kelurahan dan ini menimbulkan keresahanan akibat banyak warga yang diminta sumbangan.

Potret lain yang dijumpai di Jemaat GKI Lembah Yordan adalah “ Orang Mabuk “ dan “ Penjualan Togel “ yang kian menjadi, tentunya semua pihak harus menyikapi ini dengan serius karna dampaknya sangat buruk bagi kenyamanan, keamanan dan ketertiban di Lembah Yordan Emereuw,

Gambarang singkat diatas adalah tantangan yang dihadapi dalam pelayanan, dan kesemuanya yang disebutkan diatas adalah realita tanpa saling menyalahkan, tetapi dibutuhan kebersamaan, kekompakan dan terlebih “ rendah hati “ dalam melayani, Jemaat secara bersama sama bergumul untuk menghadirkan tanda – tanda kerajaan Allah di GKI Lembah Yordan Organda, demikian pengantar dari Wakil Sekretaris Jemaat Pnt. Maichel F Kareth sebelum memberikan laporan pertanggung jawaban pelayanan di tahun 2017 pada Sidang Jemaat IX  pada hari ini [08/12/2017]  di Jemaat GKI Lembah Yordan, hadir sebagai peserta dari utusan unsur, ksp, wijk dan panitia yang ada dalam Jemaat, dan Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. M Pulalo,M.Th selaku pimpinan Sidang Jemaat

Selain itu Ketua Panitia Sidang Jemaat IX  Bapak Luis Yarangga, melaporkan sumber anggaran pelaksanaan dari Kas Jemaat , kegiatan usaha panitia dan sumbangan dari keluarga Pnt. Edi Buntan, Pnt. Jery Yudianto, Keluarga Bapak Melianto Paonganan, Bapak Luis Yarangga dan Keluarga L Furay.

Satu hal yang menarik dari Kegiatan Sidang Jemaat IX adalah pelaksanaanya yang sangat kontekstual dengan nuansa budaya Papua, memberikan kesan bagi peserta dan peninjau dari BPK dan BPPG Klasis bahwa panitia sangat siap dalam pelaksanaan Sidang Jemaat IX kali ini. Dengan jadwal yang sangat mengakomodir serta efisiensi waktu.

Ketua Klasis Jayapura Pdt. C Mano,S.Th,M.Th yang berkenan hadir, memberikan sambutan dan mengapresiasi pelaksanaan Sidang Jemaat kali ini, beliau juga memberikan arahan, pandangan Alkitabiah tentang kehidupan berjemaat, dalam pelayanan Gereja Kristen Injili  di Tanah Papua.[EK]

 

 

Pdt. J Pantauw,S.Th : “ Kasih Setia Tuhan Yang Tidak Terbatas “

Menarik pembacaan kita di minggu pagi ini, dari judul pembacaan Perempuan kanaan yang percaya , matius 15 : 21 – 28 di kisahkan bahwa ketika itu Yesus dan murid – murid pergi ke daerah tyrus dari sidon…tujuannnya adalah untuk beristirahat. Tirus itu termasuk sebuah kota yang memiliki pelabuhan yang dianggap penting oleh orang – orang non yahudi, berdekatannya dengan sidon dan berada di luar Yerusalem. Daerah Tirus dan sidon itu di huni oleh orang-orang non yahudi , bisa dikatakan mereka adalah orang – orang yang berbeda dengan orang Yahudi lalu Yesus dan murid-muridnya sekarang ada didaerah tirus dan Alkitab menyaksikan kepada kita bahwa Yesus dan murid-muridnya sedang menyingkir , latar belakang dari bagian yang kita baca ini , mulai dari ayat 14 itu mengisahkan tentang Yesus , ada niat untuk di tangkap oleh herodes , karena waktu baru saja herodes atau kisah tentang pembunuhan Yohanes Pembaptis masih hangat. herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis karena tidak suka ditegur oleh Yohanes, lalu mereka juga mendengar tentang Yesus juga yang melakukan perbuatan-perbuatan yang kemudian mengganggu pikran dan kosentrasi herodes , bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus itu bisa jadi sebuah ancaman bagi heorodes , sehingga juga herodes menyuruh orang-orangnya juga untuk menangkap Yesus. Juga termasuk disitu ada orang – orang farisi dan yahudi yang tidak suka yesus sehingga memanfaatkan kesempatan itu untuk menghasut atau dalam bahasa kita tusuk-tusuk Herodes supaya  yesus juga di bunuh

Tapi yesus dan murid-muridnya menyingkir keluar dari wilayah Israel tetapi juga kisah yang disaksikan kepada kita kemanapun Yesus pergi pasti ada perbuatan besar yang dilakukan oleh yesus , mulai dari Yesus menyembuhkan orang , Yesus memberikan makan orang banyak dan segala peristiwa mujizat yang dilakukan menjadi latar belakang kedatangan Yesus di Tirus , memang dalam perjalanan Yesus bisa jadi Yesus juga lelah, karena kemanapun Yesus pergi pasti Dia akan dikuti oleh orang banyak dan Dia pasti juga melakukan sesuatu kepada orang banyak . tibalah saatnya yesus ingin untuk istirahat . Yesus pergi ke tirus dalam niat untuk menjauh dari orang banyak , harus berniat untuk beristirahat dan tidak disibukan oleh orang banyak ,  Tetapi rupanya kedatangan Yesus di tirus di ketahui oleh perempuan kanaan yang anaknya kerasukan setan. Disini dibilang perempuan kanaan , tetapi ia bukan orang Israel . perempuan kanaan yang tidak percaya kepada Tuhan, Perempuan kanaan yang bukan orang Yahudi, sehingga ia berbeda dengan yesus dan murid-muridNya. tetapi rupanya perempuan ini sudah mengenal yesus dari berita-berita , dari karya-karya yang Yesus lakukan yang ia dengar, bisa jadi orang banyak bicara-bicara atau cerita-cerita lalu ia dengar , lalu berkaitan dengan dia punya kebutuhan karena anaknya sakit dan kerasukan setan . butuh disembuhkan maka diapun menjadi tahu bahwa kalau orang lain Yesus sembuhkan berarti saya punya anak juga, yesus bisa sembuhkan , untuk itu dia dengar bahwa Yesus telah datang di tirus maka ia datang menjumpai Yesus dan bermohon agar anaknya yang kerasukan setan bisa disembuhkan, apa yang dilakukan oleh perempuan ini adalah hal yang tidak lazim , mengingat orang Yahudi dan orang Non yahudi itu tidak boleh berhubungan ” dong tidak berkawan ” dorang adalah orang-orang yang berseberangan , ada tembok pemisah diantara orang-orang Yahudi dan orang – orang Non yahudi , masing-masing mereka tahu , oleh karena itu orang Yahudi dan Non yahudi tidak ada berhubungan, atau tidak ” basudara ” jadi disini baik Yesus maupun perempuan kanaan ini mereka masing-masing mengetahui kebiasaan yang ada karena itu yang sudah menjadi adat istiadat kebiasaan mereka , tetapi perempuan kanaan ini memberanikan diri datang kepada Yesus , terdorong oleh karena kerinduannya untuk mendapat belas kasihan Yesus supaya anaknya disembuhkan dan dibebaskan dari kerasukan setan . Jadi sekali lagi baik Yesus maupun  perempuan kanaan ini sama-sama mengetahui kebiasaan mereka termasuk dalam pergaulan baik orang yahudi maupun orang non yahudi , oleh karena itu terlihat  dengan jelas hubungan yang tidak setara itu , namun perempuan itu tetap datang dan memohon serta menyembah Yesus , mulanya Yesus tidak menghiraukan bahkan murid-murid Yesus menyuruh Yesus mengusir perempuan ini karena merasa terganggu, karena perempuan ini mengikuti mereka sambil teriak-teriak ” Yesus tolong aku ” mungkin suaranya menjadi berisik sekali , sehingga mengganggu pendengaran mereka . tetapi perempuan ini terus memohon , dia tidak menyerah untuk terus memintah kepada yesus, lalu yesus menanggapi permohonan perempuan itu dengan berkata ” Aku diutus hanya kepada dombah-dombahku yang hilang dari umat Israel ” Aku diutus hanya kepada domba-domba dari umat Israel, pernyataan ini bisa jadi , untuk menyinggung dan menyatakan kepada perempuan itu tentang perbedaan yang mencolok antara Yahudi dan Non yahudi, terutama dalam hal kepercayaan mereka kepada Tuhan, ungkapan Yesus tentang domba yang hilang dari umat Israel itu menuju kepada umat Yahudi yang masuk dalam perjanjian Allah , dan rupanya perempuan ini juga menyadari bahwa rupanya dia tidak termasuk sebagai orang-orang yang ada dalam kumpulan anak-anak perjanjian. tetapi ia terus memohon, dia punya tujuan adalah supaya anaknya mendapat belas kasihan dari Yesus, bahkan Yesus , Dia panggil sebagai Tuhan, tapi juga anak daud, itu berarti dia mulai tahu siapa Yesus itu, walaupun dia bukan orang Yahudi, bukan orang – orang yang hidup dengan hukum taurat, tetapi ia mendengar tentang pengajaran orang-orang yahudi juga tentang Yesus sebagai Mesias anak Allah dari keturunan daud , lalu juga ia menyaksikan dan mendengar tentang kisah Yesus, yang bisa melakukan mujizat ,maka ia tahu inilah Yesus, anak Daud , sehingga dia merasa yakin  bahwa diapun sedang berhadapan dengan Tuhan Allah dan Dia tahu Tuhan Allah penuh kasih karunia, itulah sebabnya dia terus memohon dan mengikuti Yesus , dan ketika Yesus di ayat yang ke-26 ” Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya  kepada anjing” —kalau torang modengar , kalau Yesus mo ungkapkan ini untuk torang modengar sebagai manusia pasti kitorang merasa tersinggung , karena Yesus sudah melecehkan saya dengan mengatakan bahwa saya ini anjing, tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing , memang dari satu sisi – ungkapan Yesus ini ada penafsir yang menafsirkan bahwa bukan hanya Yesus mau menunjukkan ungkapannya ini kepada perempuan kanaan, tetapi Yesus sedang menampar orang – orang Yahudi yang hidupnya menjilat kepada penguasa Romawi, orang – orang Yahudi yang menjadi kaki tangan dari herodes, yang mengambil keuntungan dari herodes untuk menangkap dan mencelakakan Yesus , ada penafsir yang mengatakan bahwa kemana Yesus pergi , ada mata-mata dari Herodes yang ikut dari belakang untuk mengetahui keberdaan yesus dan memberitahu kepada herodes, dan mereka itu termasuk orang-orang Yahudi yang tidak suka kepada Yesus dan menghambakan diri kepada Herodes , menjilat kepada herodes untuk menyerahkan Yesus kepada Herodes, jadi Yesus juga menampar mereka , Orang – orang yang munafik yang ikut-ikut dari belakang bukan untuk melihat kebaikan dari Yesus , tetapi memberitahukan kepada Yesus , termasuk juga ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, jadi disini Yesus menampar mereka, kamu orang – orang munafik (Anjing), tidak patut menerima kebaikan dari Tuhan, karena kamu penghianat , itu salah satu yang menjadi bagian dari pada Yesus sengaja mengungkapkan kalimat  tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing , tetapi perempuan ini sebagai seorang pribadi dia tidak marah , dia tidak kecewa, dia tidak tersinggung ketika dia mendengar apa yang di ungkapkan Yesus itu maksudnya untuk dia. dan ada juga ada penafsir yang mengatakan bahwa orang yang di luar orang Yahudi adalah orang yang disebut Anjing. Sehingga bisa jadi perempuan ini sudah tahu dan mendengar orang Yahudi sering menyebut mereka sebagai anjing , lalu sekarang ketika Yesus mengungkapkan ” Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya  kepada anjing ” Perempuan itu bahkan merespon dengan mengatakan bahwa ” Benar Tuhan , namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.

Dalam pernyataan perempuan kanaan ini, terkandung sebuah pengakuan bahwa memang benar dia bukan orang Yahudi , Orang yang tidak termasuk dalam umat perjanjian , tapi tidak bisa kah dia juga mendapat kasih karunia dari Tuhan, yang memiliki kasih karunia itu , dalam ungkapan ini sama dengan dia mau bilang begini ” Benar Tuhan , tapi bukankah orang lain juga menerima kasih karunia Tuhan ” dan ini tidak mengurangi apa yang patut diterima oleh anak-anak dan bukankah kasih karunia Tuhan itu tidak akan berkurang sekalipun diberikan atau dibagikan kepada orang-orang seperti kami, orang -orang bukan Yahudi.

Jemaat Tuhan yang Yesus Kristus kasihi , ada perdebatan theologis antara Yesus dengan perempuan ini, dan ternyata didalam perdebatan ini, ternyata perempuan ini membangun Imannya, Iman kepercayaannya kepada Tuhan , ia kemudian menjadi percaya kepada belas kasihan Tuhan dan ia percaya bahwa Yesus memiliki kemurahan hati untuk menolong dia, Kasih setia Tuhan itu tidak hanya untuk orang-orang Israel, tetapi kasih setia Tuhan itu menembus sekat keluar dari Israel , menjumpai segala bangsa, menjumpai semua orang. Oleh karena itu dalam kasih setia Tuhan yang tidak terbatas itu kitorang semua boleh terhimpung dari segala suku bangsa untuk terhimpung di dalam jemaat GKI lembah Yordan. Katorang yang ada di tanah Papua , ada bersama-sama dengan orang Papua, orang Manado, Orang Batak, Orang Jawa , Orang Toraja dan lain-lain, itu karena kasih setia Tuhan yang menembus segala sekat, ketika Ottow & Geissler datang ke tanah Papua , bukan hanya untuk orang papua, sehingga orang papua tidak bilang ” Tuhan itu hanya katong punya ” kamu yang dari Batak, manado, jawa, toraja pulang sudah. tidak seperti itu , kenyataan menunjukkan kepada kita, kita terhimpung sebagai umat Tuhan untuk menikmati kasih setia Tuhan yang tidak terbatas itu dalam persatuan dan persekutuan, lalu sebagai umat Tuhan yang terhimpung dalam kasih karunia Allah , maka kitapun terpanggil untuk selalu mendengarkan firman Tuhan dan selalu bersaksi kepada siapa saja, kepada segala bangsa sehingga semakin banyak orang yang datang tersungkur dan menyembah kepada Yesus , akan semakin banyak orang akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, yang berikut dalam berkaitan dengan kasih karunia Yesus yang tidak terbatas ini , melalui pengalaman hidup dari perempuan kanaan yang menjadi percaya , kita mendapat pelajaran berharga, menyangkut keteguhan Iman , kekuatan dan ketekunan untuk mencari Tuhan, sekali lagi melalui pengalaman hidup dari perempuan kanaan ini, kita percaya dan belajar ketekunan Iman, perempuan kanaan ini dia bukan orang yahudi, tetapi ketika dia berjumpa dengan Yesus , ia menjadi percaya dan Imannya teguh kepada Yesus.  Ia membawa segala persoalannya kepada Yesus, persoalannya yang nyata adalah anaknya sakit kerasukan setan dan anaknya menderita, dalam kesaksian Alkitab pada bagian yang lain itu memberikan gambaran bahwa orang yang kerasukan setan dia menderita , dan bisa merugikan dirinya sendiri dan tidak bisa mengendalikan dirinya, sehingga bisa saja dia menyakiti orang lain, si perempuan ini , sebagai seorang mama dia menyadari betul penderitaan anaknya, sehingga ia berusaha untuk datang kepada Yesus, memang pengalaman dari perempuan ini tidak gampang ketika dia datang kepada yesus, ternyata dia harus berjuang , bukan ketika dia datang bertemua dengan yesus dan semua beres, tetapi dia harus menghadapi tantangan, niat dari murid – murid Yesus yang mau mengusir dia, ungkapan dari Yesus yang juga bisa mengurangi niatnya , semua itu dia lalui, ternyata semua itu adalah perjuangannya untuk memperoleh belas kasihan Yesus, jadi ternyata untuk menggapai kasih karunia Yesus tidak gampang, lalu bagaimana dengan kita, kita yang adalah anak-anak Allah, sebagai anak Allah kita tahu Tuhan kita akan memperhatikan kita , tetapi faktanya dalam kehidupan kita, setiap anak-anak Tuhan tidak luput dari satu persoalan, katorang semua, masing-masing orang punya persoalan, tetapi kita mau belajar dari perempuan kanaan ini,   ” Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki “

Sumber : Dokumentasi google

 

Load more