Arsip Tag: Emereuw

Okt 08 2017

Pdt. J Pantauw,S.Th : “ Kasih Setia Tuhan Yang Tidak Terbatas “

Menarik pembacaan kita di minggu pagi ini, dari judul pembacaan Perempuan kanaan yang percaya , matius 15 : 21 – 28 di kisahkan bahwa ketika itu Yesus dan murid – murid pergi ke daerah tyrus dari sidon…tujuannnya adalah untuk beristirahat. Tirus itu termasuk sebuah kota yang memiliki pelabuhan yang dianggap penting oleh orang – orang non yahudi, berdekatannya dengan sidon dan berada di luar Yerusalem. Daerah Tirus dan sidon itu di huni oleh orang-orang non yahudi , bisa dikatakan mereka adalah orang – orang yang berbeda dengan orang Yahudi lalu Yesus dan murid-muridnya sekarang ada didaerah tirus dan Alkitab menyaksikan kepada kita bahwa Yesus dan murid-muridnya sedang menyingkir , latar belakang dari bagian yang kita baca ini , mulai dari ayat 14 itu mengisahkan tentang Yesus , ada niat untuk di tangkap oleh herodes , karena waktu baru saja herodes atau kisah tentang pembunuhan Yohanes Pembaptis masih hangat. herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis karena tidak suka ditegur oleh Yohanes, lalu mereka juga mendengar tentang Yesus juga yang melakukan perbuatan-perbuatan yang kemudian mengganggu pikran dan kosentrasi herodes , bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus itu bisa jadi sebuah ancaman bagi heorodes , sehingga juga herodes menyuruh orang-orangnya juga untuk menangkap Yesus. Juga termasuk disitu ada orang – orang farisi dan yahudi yang tidak suka yesus sehingga memanfaatkan kesempatan itu untuk menghasut atau dalam bahasa kita tusuk-tusuk Herodes supaya  yesus juga di bunuh

Tapi yesus dan murid-muridnya menyingkir keluar dari wilayah Israel tetapi juga kisah yang disaksikan kepada kita kemanapun Yesus pergi pasti ada perbuatan besar yang dilakukan oleh yesus , mulai dari Yesus menyembuhkan orang , Yesus memberikan makan orang banyak dan segala peristiwa mujizat yang dilakukan menjadi latar belakang kedatangan Yesus di Tirus , memang dalam perjalanan Yesus bisa jadi Yesus juga lelah, karena kemanapun Yesus pergi pasti Dia akan dikuti oleh orang banyak dan Dia pasti juga melakukan sesuatu kepada orang banyak . tibalah saatnya yesus ingin untuk istirahat . Yesus pergi ke tirus dalam niat untuk menjauh dari orang banyak , harus berniat untuk beristirahat dan tidak disibukan oleh orang banyak ,  Tetapi rupanya kedatangan Yesus di tirus di ketahui oleh perempuan kanaan yang anaknya kerasukan setan. Disini dibilang perempuan kanaan , tetapi ia bukan orang Israel . perempuan kanaan yang tidak percaya kepada Tuhan, Perempuan kanaan yang bukan orang Yahudi, sehingga ia berbeda dengan yesus dan murid-muridNya. tetapi rupanya perempuan ini sudah mengenal yesus dari berita-berita , dari karya-karya yang Yesus lakukan yang ia dengar, bisa jadi orang banyak bicara-bicara atau cerita-cerita lalu ia dengar , lalu berkaitan dengan dia punya kebutuhan karena anaknya sakit dan kerasukan setan . butuh disembuhkan maka diapun menjadi tahu bahwa kalau orang lain Yesus sembuhkan berarti saya punya anak juga, yesus bisa sembuhkan , untuk itu dia dengar bahwa Yesus telah datang di tirus maka ia datang menjumpai Yesus dan bermohon agar anaknya yang kerasukan setan bisa disembuhkan, apa yang dilakukan oleh perempuan ini adalah hal yang tidak lazim , mengingat orang Yahudi dan orang Non yahudi itu tidak boleh berhubungan ” dong tidak berkawan ” dorang adalah orang-orang yang berseberangan , ada tembok pemisah diantara orang-orang Yahudi dan orang – orang Non yahudi , masing-masing mereka tahu , oleh karena itu orang Yahudi dan Non yahudi tidak ada berhubungan, atau tidak ” basudara ” jadi disini baik Yesus maupun perempuan kanaan ini mereka masing-masing mengetahui kebiasaan yang ada karena itu yang sudah menjadi adat istiadat kebiasaan mereka , tetapi perempuan kanaan ini memberanikan diri datang kepada Yesus , terdorong oleh karena kerinduannya untuk mendapat belas kasihan Yesus supaya anaknya disembuhkan dan dibebaskan dari kerasukan setan . Jadi sekali lagi baik Yesus maupun  perempuan kanaan ini sama-sama mengetahui kebiasaan mereka termasuk dalam pergaulan baik orang yahudi maupun orang non yahudi , oleh karena itu terlihat  dengan jelas hubungan yang tidak setara itu , namun perempuan itu tetap datang dan memohon serta menyembah Yesus , mulanya Yesus tidak menghiraukan bahkan murid-murid Yesus menyuruh Yesus mengusir perempuan ini karena merasa terganggu, karena perempuan ini mengikuti mereka sambil teriak-teriak ” Yesus tolong aku ” mungkin suaranya menjadi berisik sekali , sehingga mengganggu pendengaran mereka . tetapi perempuan ini terus memohon , dia tidak menyerah untuk terus memintah kepada yesus, lalu yesus menanggapi permohonan perempuan itu dengan berkata ” Aku diutus hanya kepada dombah-dombahku yang hilang dari umat Israel ” Aku diutus hanya kepada domba-domba dari umat Israel, pernyataan ini bisa jadi , untuk menyinggung dan menyatakan kepada perempuan itu tentang perbedaan yang mencolok antara Yahudi dan Non yahudi, terutama dalam hal kepercayaan mereka kepada Tuhan, ungkapan Yesus tentang domba yang hilang dari umat Israel itu menuju kepada umat Yahudi yang masuk dalam perjanjian Allah , dan rupanya perempuan ini juga menyadari bahwa rupanya dia tidak termasuk sebagai orang-orang yang ada dalam kumpulan anak-anak perjanjian. tetapi ia terus memohon, dia punya tujuan adalah supaya anaknya mendapat belas kasihan dari Yesus, bahkan Yesus , Dia panggil sebagai Tuhan, tapi juga anak daud, itu berarti dia mulai tahu siapa Yesus itu, walaupun dia bukan orang Yahudi, bukan orang – orang yang hidup dengan hukum taurat, tetapi ia mendengar tentang pengajaran orang-orang yahudi juga tentang Yesus sebagai Mesias anak Allah dari keturunan daud , lalu juga ia menyaksikan dan mendengar tentang kisah Yesus, yang bisa melakukan mujizat ,maka ia tahu inilah Yesus, anak Daud , sehingga dia merasa yakin  bahwa diapun sedang berhadapan dengan Tuhan Allah dan Dia tahu Tuhan Allah penuh kasih karunia, itulah sebabnya dia terus memohon dan mengikuti Yesus , dan ketika Yesus di ayat yang ke-26 ” Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya  kepada anjing” —kalau torang modengar , kalau Yesus mo ungkapkan ini untuk torang modengar sebagai manusia pasti kitorang merasa tersinggung , karena Yesus sudah melecehkan saya dengan mengatakan bahwa saya ini anjing, tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing , memang dari satu sisi – ungkapan Yesus ini ada penafsir yang menafsirkan bahwa bukan hanya Yesus mau menunjukkan ungkapannya ini kepada perempuan kanaan, tetapi Yesus sedang menampar orang – orang Yahudi yang hidupnya menjilat kepada penguasa Romawi, orang – orang Yahudi yang menjadi kaki tangan dari herodes, yang mengambil keuntungan dari herodes untuk menangkap dan mencelakakan Yesus , ada penafsir yang mengatakan bahwa kemana Yesus pergi , ada mata-mata dari Herodes yang ikut dari belakang untuk mengetahui keberdaan yesus dan memberitahu kepada herodes, dan mereka itu termasuk orang-orang Yahudi yang tidak suka kepada Yesus dan menghambakan diri kepada Herodes , menjilat kepada herodes untuk menyerahkan Yesus kepada Herodes, jadi Yesus juga menampar mereka , Orang – orang yang munafik yang ikut-ikut dari belakang bukan untuk melihat kebaikan dari Yesus , tetapi memberitahukan kepada Yesus , termasuk juga ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, jadi disini Yesus menampar mereka, kamu orang – orang munafik (Anjing), tidak patut menerima kebaikan dari Tuhan, karena kamu penghianat , itu salah satu yang menjadi bagian dari pada Yesus sengaja mengungkapkan kalimat  tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing , tetapi perempuan ini sebagai seorang pribadi dia tidak marah , dia tidak kecewa, dia tidak tersinggung ketika dia mendengar apa yang di ungkapkan Yesus itu maksudnya untuk dia. dan ada juga ada penafsir yang mengatakan bahwa orang yang di luar orang Yahudi adalah orang yang disebut Anjing. Sehingga bisa jadi perempuan ini sudah tahu dan mendengar orang Yahudi sering menyebut mereka sebagai anjing , lalu sekarang ketika Yesus mengungkapkan ” Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya  kepada anjing ” Perempuan itu bahkan merespon dengan mengatakan bahwa ” Benar Tuhan , namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.

Dalam pernyataan perempuan kanaan ini, terkandung sebuah pengakuan bahwa memang benar dia bukan orang Yahudi , Orang yang tidak termasuk dalam umat perjanjian , tapi tidak bisa kah dia juga mendapat kasih karunia dari Tuhan, yang memiliki kasih karunia itu , dalam ungkapan ini sama dengan dia mau bilang begini ” Benar Tuhan , tapi bukankah orang lain juga menerima kasih karunia Tuhan ” dan ini tidak mengurangi apa yang patut diterima oleh anak-anak dan bukankah kasih karunia Tuhan itu tidak akan berkurang sekalipun diberikan atau dibagikan kepada orang-orang seperti kami, orang -orang bukan Yahudi.

Jemaat Tuhan yang Yesus Kristus kasihi , ada perdebatan theologis antara Yesus dengan perempuan ini, dan ternyata didalam perdebatan ini, ternyata perempuan ini membangun Imannya, Iman kepercayaannya kepada Tuhan , ia kemudian menjadi percaya kepada belas kasihan Tuhan dan ia percaya bahwa Yesus memiliki kemurahan hati untuk menolong dia, Kasih setia Tuhan itu tidak hanya untuk orang-orang Israel, tetapi kasih setia Tuhan itu menembus sekat keluar dari Israel , menjumpai segala bangsa, menjumpai semua orang. Oleh karena itu dalam kasih setia Tuhan yang tidak terbatas itu kitorang semua boleh terhimpung dari segala suku bangsa untuk terhimpung di dalam jemaat GKI lembah Yordan. Katorang yang ada di tanah Papua , ada bersama-sama dengan orang Papua, orang Manado, Orang Batak, Orang Jawa , Orang Toraja dan lain-lain, itu karena kasih setia Tuhan yang menembus segala sekat, ketika Ottow & Geissler datang ke tanah Papua , bukan hanya untuk orang papua, sehingga orang papua tidak bilang ” Tuhan itu hanya katong punya ” kamu yang dari Batak, manado, jawa, toraja pulang sudah. tidak seperti itu , kenyataan menunjukkan kepada kita, kita terhimpung sebagai umat Tuhan untuk menikmati kasih setia Tuhan yang tidak terbatas itu dalam persatuan dan persekutuan, lalu sebagai umat Tuhan yang terhimpung dalam kasih karunia Allah , maka kitapun terpanggil untuk selalu mendengarkan firman Tuhan dan selalu bersaksi kepada siapa saja, kepada segala bangsa sehingga semakin banyak orang yang datang tersungkur dan menyembah kepada Yesus , akan semakin banyak orang akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, yang berikut dalam berkaitan dengan kasih karunia Yesus yang tidak terbatas ini , melalui pengalaman hidup dari perempuan kanaan yang menjadi percaya , kita mendapat pelajaran berharga, menyangkut keteguhan Iman , kekuatan dan ketekunan untuk mencari Tuhan, sekali lagi melalui pengalaman hidup dari perempuan kanaan ini, kita percaya dan belajar ketekunan Iman, perempuan kanaan ini dia bukan orang yahudi, tetapi ketika dia berjumpa dengan Yesus , ia menjadi percaya dan Imannya teguh kepada Yesus.  Ia membawa segala persoalannya kepada Yesus, persoalannya yang nyata adalah anaknya sakit kerasukan setan dan anaknya menderita, dalam kesaksian Alkitab pada bagian yang lain itu memberikan gambaran bahwa orang yang kerasukan setan dia menderita , dan bisa merugikan dirinya sendiri dan tidak bisa mengendalikan dirinya, sehingga bisa saja dia menyakiti orang lain, si perempuan ini , sebagai seorang mama dia menyadari betul penderitaan anaknya, sehingga ia berusaha untuk datang kepada Yesus, memang pengalaman dari perempuan ini tidak gampang ketika dia datang kepada yesus, ternyata dia harus berjuang , bukan ketika dia datang bertemua dengan yesus dan semua beres, tetapi dia harus menghadapi tantangan, niat dari murid – murid Yesus yang mau mengusir dia, ungkapan dari Yesus yang juga bisa mengurangi niatnya , semua itu dia lalui, ternyata semua itu adalah perjuangannya untuk memperoleh belas kasihan Yesus, jadi ternyata untuk menggapai kasih karunia Yesus tidak gampang, lalu bagaimana dengan kita, kita yang adalah anak-anak Allah, sebagai anak Allah kita tahu Tuhan kita akan memperhatikan kita , tetapi faktanya dalam kehidupan kita, setiap anak-anak Tuhan tidak luput dari satu persoalan, katorang semua, masing-masing orang punya persoalan, tetapi kita mau belajar dari perempuan kanaan ini,   ” Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki “

Sumber : Dokumentasi google

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/10/08/pdt-j-pantauws-th-kasih-setia-tuhan-yang-tidak-terbatas/

Mar 28 2017

SEMINAR DOA PERSEKUTUAN “APA ITU DOA?”

Emereuw (27/3) – Doa Persekutuan adalah program dari unsur PAM khususnya Seksi Kerohanian yang bertujuan untuk menambah pengetahuan seputar doa serta mampu mengimplementasikan tiap materi dari doa persekutuan. Doa Persekutuan dilaksanakan tiap 3 bulan sekali dan terbuka untuk seluruh unsur. Latar belakang dari program pelayanan ini adalah adanya sebagian pemuda yang masih malu ataupun takut dalam berdoa.

Pertemuan pertama dari program ini dibawakan oleh Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan, Bpk. Pdt. M. Pulalo, M.Th dalam bentuk seminar sehari dan mengambil tema ‘Apa itu Doa?’. Tema ini mengawali program ini sebagai pengantar agar peserta mengetahui pengertian dari doa, sikap orang Kristen dalam berdoa, serta keadaan apa yang membuat orang berdoa. Dalam materi ini, beliau menyampaikan bahwa Doa adalah nafas hidup orang kristen. Jika orang kristen tidak berdoa, berarti orang kristen tidak mampu bernafas. Beliau juga menyampaikan bahwa sikap kita dalam berdoa harus dengan rendah hati dengan mengganggap bahwa diri kita tidak layak dihadapan Tuhan. Beliau juga menjelaskan tentang pengertian dari doa syafaat. Syafaat artinya penghubung, jadi kita mendoakan pergumulan orang lain kepada Tuhan. Beliau membawakan materi dengan gaya khasnya yaitu diselipi dengan humor ringan yang berhubungan dengan materi dan sering diiringi gelak tawa dari peserta seminar. Dalam seminar ini juga dibagi 3 kelompok yang terdiri dari kelompok D, O, dan A yang membahas beberapa pertanyaan terkait dengan doa.

Seminar ini dimulai dari jam 5 sore dan berakhir pada jam 7 malam. Peserta seminar terdiri dari anggota PAM serta peserta katekisasi dan diikuti dengan antusias. Rencananya Doa Persekutuan akan dilaksanakan kembali 3 bulan kedepan dengan bentuk yang berbeda. [ Penulis : Yudi Suoth ]

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/28/seminar-doa-persekutuan-apa-itu-doa/

Feb 27 2017

Inilah tantangan gereja di perkotaan Jayapura

14sidang-jemaat-papuaJayapura, Jubi – BP klasis kota Jayapura, Terry Ansanay mengakui kalau pertumbuhan fisik gereja di perkotaan berjalan baik tetapi secara rohani sangat memprihatinkan. Apalagi di wilayah perkotaan yang semakin padat penduduknya.

“GKI Lembah Yordan BTN Organda menjadi barometer masalah sosial di kota jayapura, kalau peristiwa yang pernah terjadi di sini langsung mendapat sorotan terutama masalah masalah soaial,” katanya usai membuka Sidang Jemaat ke VIII Gereja Kristen Injili (GKI) Lembah Yordan Organda Padang bulan Abepura, Jumat ( 24/2/2017).

Dia menambahkan hal ini menjadi tantangan bagi gereja ke depan khususnya jemaat-jemaat di daerah perkotaan terutama menyangkut minuman keras, narkoba, ganja, dan lain lain.

Hal senada juga diakui Ketua Jemaat GKI Lembah Yordan, Pdt Moses Pulalo bahwa kepadatan penduduk sangat mempengaruhi kehidupan rohani bagi warga jemaat. Oleh karena itu lanjut dia salah satu program adalah program penginjilan di dalam perkotaan termasuk membuka sekolah Alkitab bagi warga jemaat di GKI Lembah Yordan Organda.

“Sesuai dengan keputusan Sinode GKI di Tanah Papua bahwa penginjilan bisa dilakukan meliputi tiga bidang masing masing untuk masyarakat terasing, transmigrasi dan wilayah perkotaan,” katanya.

Lebih lanjut Pdt Pulalo yang baru dua bulan menjadi pelayan jemaat GKI Lembah Yordan mengakui, kalau di BTN Organda ditemui pula ada anak-anak maupun orang dewasa yang terlibat dengan miras atau mabuk ganja, narkoba, dan pencurian.

“Ini semua sudah terlihat dan terjadi di depan mata,” katanya seraya menambahkan sesuai dengan tema, menuju Jemaat yang misioner dan mandiri maka warga di sekitar juga harus mendapat perhatian dalam pelayanan.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksana sidang jemaat ke VIII GKI Lembah Yordan, Edwin Helena Latumahina mengatakan sidang jemaat ini mempunyai makna tersendiri bagi semua pihak, terutama Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan akan melaporkan program pelayanan selama 2016.

“Semua unsur-unsur hadir sebagai peserta pada sidang jemaat ini guna menetapkan anggaran pendapatan dan belanja gereja(APBG) serta program-program jemaat tahun pelayanan 2017,” kata Ketua Panitia Sidang Jemaat ke VIII GKI Lembah Yordan Organda.

“Sidang ini berlangsung dari 24-25 Februari 2017, tentunya kita semua berharap dan berdoa agar Allah yang mempunyai pekerjaan ini akan memanggil kita sekalian,” katanya, seraya menambahkan kalau peserta yang ikut dalam sidang jemaat dari unsur-unsur sebanyak 109 peserta termasuk anggota majelis jemaat.

Dikatakan tema sidang jemaat ke VIII adalah oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang kepada-Nya. Sedangkan sub tema, dengan berpegang pada injil kita tingkatkan tri panggilan gereja menuju jemaat yang mandiri dan misioner.

Menurut Latumahin sidang jemaat di GKI Lembah Yordan Organda sudah dilaksanakan sebanyak tujuh kali dan tahun 2017 ini merupakan yang ke VIII. “Sidang jemaat pertama pada 17 Januari 2010 secara resmi GKI Lembah Yordan berdiri dan bersidang,” katanya.

Dia mengatakan sidang jemaat adalah pemegang kedaulatan tertinggi sesuai dengan azas GKI di Tanah Papua yaitu Presbiteral Sinodal dan sudah menjadi tugas Majelis Jemaat untuk melaksanakan sidang jemaat sekurang-kurangnya dalam setahun sekali menurut aturan Tata GKI di Tanah Papua.(*)

Sumber : http://www.tabloidjubi.com/artikel-4007-inilah-tantangan-gereja-di-perkotaan-jayapura.html

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/02/27/inilah-tantangan-gereja-di-perkotaan-jayapura/