Arsip Tag: GKI di Tanah Papua

Mar 18 2017

Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua Ke-XVII “Semua Indah Pada Waktu-Nya”

Liputan Khusus dari Raja Ampat: Frans F Rumere **

Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua Ke-XVII yang dipusatkan di ibu kota kabupaten Bahari Raja Ampat dari tanggal 11-17 mempunyai daya tarik tersendiri bagi ribuan masyarakat yang terdiri dari warga jemaat dan peserta sidang tetapi juga para pedagang karena bukan hanya sidang tetapi juga ada pameran dari setiap Klasis,karnafal budaya serta panggung hiburan yang mendatangkan artis rohani ibu jakarta kota seperti Joy Tobing  dan Jhon Tanamal serta artis local lainnya.

       Sidang yang dibuka dengan ibadah syukur pada tanggal 11 maret 2017 berpusat di Pantai Waisai Tercinta dengan melibatkan delapan utusan Negara antara lain, Filipina, Papua New Guinea (PNG), Australia, Afrika, Fiji, Jerman, Jepan dan Swiss. Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (PGI), Henderina Hutabarat-Lebang, MA berpesan agar jemaat GKI Di Tanah Papua yang memiliki ratusan aneka ragam suku, tradisi dan budaya serta bahasa tetap bersatu dalam kristus “Kita boleh berbeda suku, budaya,politik tetapi jangan jadi pemecah melainkan memperkaya Iman Kristus” Kata ketua PGI saat membuka sidang sinode tersebut.

      Ketua BPAM sinode GKI  Di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku, S.Th mengatakan mengundang anggota dewan gereja sedunia karena wilayah Raja Ampat hampir 80 persen perairan laut dan pesisir merupakan  tempat destinasi wisata dunia “Pesona Raja Ampat ibarat wanita cantik di tanah papua yang menarik perhatian internasional. Maka itu GKI mengundang mitra gereja agar Raja ampat di promosikan guna meningkatkan kunjungan wisata asing”, Kata Pdt. Albert Yoku, S.Th kepada wartawan di WTC, sabtu (11/3).

  Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan gereja GKI di tanah papua mempunyai peranan yang sangat penting di Tanah Papua oleh sebab itu jangan sampai gereja ini terpecah belah karena kalau gereja ini terpecah hancur juga tanah papua ini atau tanah ini bisa merdeka.Lain halnya juga yang dikatakan oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE mengaku acara sidang sinode bermamfaat bagi Kabupaten Raja Ampat karena ada beberapa Negara yang hadir dengan demikian kedepan wisata Raja Ampat akan lebih terkenal dan jumlah wisatawan yang berkunjung juga akan semakin meningkat.

 Sehari kemudian (12/3), Ketua sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku,S.Th di damping duta-duta Kristus dari seluruh Klasis yang ada di Tanah Papua menthabiskan dan meresmikan gedung gereja GKI Alfa Omega Waisai dan Kantor Klasis Raja Ampat Utara. Peresmian gedung gereja yang unik dengan motif penyu belimbing itu di tandai oleh penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita serta pembukaan selubung papan nama. Gereja GKI Alfa Omega yang katanya gereja terbesar di Indonesia timur tetapi juga terunik di dunia ini akan menjadi aikon GKI tetapi juga menjadi pemandangan wisata di Kabupaten Raja Ampat.

       Pada, (13/3) dimulai dengan sidang sinode yang di warnai oleh unjuk rasa oleh ratusan jemaat dan beberapa depan Gereja GKI Alfa Omega Waisai sekitar jam 9.30 pagi. Jemaat yang unjuk rasa tergabung dalam Forum Presbiter Jemaat untuk reformasi. Aksi ini muncul karena BPAM Sinode masa bahkti 2011-2016 yang terpilih secara sah yaitu Pdt. Matheus Adadikam, S.Th (Sekertaris Sinode) dan Pdt.Jemima J.Mirino-Krey, S.Th (Wakil Ketua) dan Drs.C.Ayatanoi, M.Si selaku Badan Pengawas Perbendaharaan Gereja GKI Di Tanah Papua, di pecat secara sepihak oleh Ketua Sinode. Tetapi sidang yang di warnai unjuk rasa ini tetap berjalan meskipun penuh dengan dukacita karena tidak ada rasa sukacita dari ratusan warga jemaat beberapa pendeta tetapi juga dari peserta sidang resmi klasis Baliem Yalimo. Sidang yang terus berlanjut ini berakhir pada tanggal (18/3) dengan terpilihnya BPAM Sinode GKI Di Tanah Papua Periode 2017-2021; Ketua Pdt.Andrikus Mofu, M.Th, Wakil Ketua Pdt.Hiskia Rollo, M.Th, Sekertaris Pdt.Daniel Kaigere, M.Th, Wakil Sekertaris Pdt.Syanur Abas, M.Th dan Bendahara Syms.Niko Satya, SE.

Dengan demikian habislah dukacita terbitlah sukacita, habislah gelap terbitlah terang dan semuannya indah pada waktu-Nya.

Penulis adalah Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi – Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/18/sidang-sinode-gki-di-tanah-papua-ke-xvii-semua-indah-pada-waktu-nya/

Feb 26 2017

Sidang Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw berjalan lancar

sidangJayapura, Jubi – Ketua BPK Klasis Kota Jayapura Penatua Terry Ansanay mengatakan sidang jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw ke VIII berjalan lancar, juga berlangsung efisien dan efektif.

“Ini artinya proses sidang berlangsung efektif karena pemimpin sidang yang melakukan tugasnya dengan baik sehingga bisa berjalan sesuai dengan waktu yang direncanakan,” katanya.

Hanya saja saran Penatua Terry Ansanay, setiap hasil pleno sidang harus dilengkapi pula dengan Surat Keputusan sidang sehingga ada dasar untuk dilaksanakan.

“Saya sarankan setiap pleno harus dilengkapi dengan keputusannya,” kata Ansanay.

Dia menambahkan hal ini penting sehingga dalam melaksanakan program GKI Lembah Yordan Emereuw 2017, harus berjalan baik guna menghindari tumpang tindih program.

“Jangan sampai program dan kegiatan dianggap berbeda padahal program dan kegiatan tidak ada bedanya,” kata Ansanay.
Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw, Abepura Pdt Moses Pulalo menguncapkan terima kasih atas partisipasi dari peserta sidang yang tetap tekun mengikuti sidang.

“Saya juga mengumumkan agar penyebutan nama GKI Lembah Yordan Organda diubah menjadi GKI Lembah Yordan Emereuw sesuai dengan nama asli tempat ini. Hal ini penting agar masyarakat asli tetap mengingat nama setempat,” katanya.

Lebih lanjut Pulalo juga merencanakan penulisan buku 10 Tahun GKI Lembah Yordan Emereuw, agar generasi muda GKI Lembah Yordan Emereuw mengetahui sejarahnya.

Tua-tua jemaat GKI Lembah Yordan Emereuw, Bernard Ohee menyambut baik penulisan sejarah GKI Lembah Yordan Emereuw dan setuju soal nama Emereuw dipakai dalam GKI Lembah Yordan Emereuw.

“Saya kira nama ini sangat tepat karena Emereuw dalam bahasa Sentani artinya berlimpah-limpah atau berkelimpahan sebab tempat ini dulunya dusun sagu sehingga orang tua menyebutnya Emereuw,” katanya.

Selain itu dalam sidang jemaat, seksi kesehatan yang melakukan pemeriksaan melalui laboratorium kepada peserta sidang, tercatat dari 82 peserta yang memeriksa darah 60 persen ditemukan hypertensi, kolesterol, asam urat dan gula darah.

“Hasil pemeriksaan rata-rata normal hanya sekitar 60 persen yang ditemukan tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat dan gula darah, namun semua peserta tetap ikut sidang,” kata koordinator kesehatan Panitia Sidang Jemaat ke VIII Lembah Yordan Emereuw, Erna Renyaan, SKM. (*)

Sumber Berita : TabloidJubi

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/02/26/sidang-jemaat-gki-lembah-yordan-emereuw-berjalan-lancar/

KELUARGA YANG BERIBADAH KEPADA TUHAN

pdt-basPelayanan Unsur Persekutuan Kaum Bapak (PKB) adalah salah satu unit misioner dan wadah Pembinaan warga gereja. Semua anggota PKB dibina dan diberdayakan sebagai sumber daya insani untuk menjadi pelaku-pelaku misi disetiap ruang kehadirannya didalam keluarga, di dalam Jemaat, di tempat pekerjaan dan didalam masyarakat, bahkan dunia.
Sudah banyak karya nyata yang telah dilakukan oleh PKB GKI Lembah Yordan sampai diusia ke-7 tahun. Namum, ada banyak hal juga yang masih terus dilakukan oeh PKB. Thema HUT PKB  Tahun 2016 adalah BAPAK ADALAH IMAM DI TENGAH KELUARGA, oleh sebab itu sebagai Kaum Bapak kita diingatkan atau disadarkan untuk sedia memberi diri dibina dan diberdayakan sebagai Iman melalui pelayanan-pelayanan yang telah dilakukan dalam Jemaat melalui unsur PKB, agar dapat berfungsi dalam penguatan peran setiap Bapak dalam Keluarga, demikian Panggilan Beribadah saat Ibadah Syukur HUT PKB Lembah Yordan yang Ke-7, yang di pimpin oleh Pdt. Bastian Nanlohy,S.Th,M.Th .
Dalam khotbahnya dalam kitab Yosua 24 : 14 Pdt.Bastian Nanlohy,S.Th,M.Th memberikan gambarang dari sosok Yosua (bahasa Ibrani: éÀäåÉùËÑòÇ Yehoshuaʿ; bahasa Yunani: Ἰçóïῦò, Iesous, bahasa Arab: یæÔÚ Èä äæä Yūshaʿ ibn Nūn; bahasa Inggris: Joshua) bin Nun adalah pemimpin bangsa Israel yang menggantikan Musa dan yang membawa bangsa Israel masuk serta merebut tanah Kanaan, menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sebelumnya ia adalah pembantu Musa dan menjadi salah satu dari 12 pengintai yang dikirim Musa untuk melihat tanah Kanaan (Bilangan 13).[1] Ia merupakan tokoh utama dalam Kitab Yosua. Nama sebenarnya adalah Hosea bin Nun dari suku Efraim, tetapi Musa memanggilnya Yehoshu’a (Yosua) (Bilangan 13:16) yang kemudian lebih umum dipakai. Dilahirkan di Mesir sebelum bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir, dan meninggal di tanah Kanaan setelah mengatur pembagian tanah untuk setiap suku bersama imam Eleazar. Diduga sebaya dengan Kaleb bin Yefune dari suku Yehuda yang juga salah seorang pengintai.
Flavius Yosefus mencatat bahwa Yosua mati 20 tahun setelah memasuki dan merebut tanah Kanaan,[2] atau di akhir Zaman Perunggu. Menurut Yosua 24:29, Yosua meninggal pada usia 110 tahun.
Dari seorang Yosua ini, Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI Lembah Yordan harus mengambil teladan bagaimana memotivasi diri menjadi Imam dalam Keluarga, saat ini ditengah kesibukan kerja dan pengaruh saat ini, hampir dijumpai sebagian Imam dalam Keluarga sibuk dengan kesibukannya, Pdt.Bastian Nanlohy,S.Th.M.Th mengajak setiap Kaum Bapak untuk berperan aktif dalam setiap keluarga sebagai Imam, agar misi kerjaan Allah dapat hadir ditengah-tengah keluarga kristen.

Dalam Sambutan Wakil Ketua PKB GKI Lembah Yordan , Bapak Ronald Owu , mengharapkan partisipasi dan peran aktif dari setiap Anggota PKB GKI Lembah Yordan, dimana hampir dijumpai dalam setiap Ibadah sedikit prosentase kehadirannya, padahal Kaum Bapak atau PKB adalah Imam dalam Keluarga, beliau mengingatkan sekaligus mengharapkan peran aktif Istri untuk mengingatkan setiap kaum bapak di GKI Lembah Yordan untuk aktif dalam setiap Ibadah hari senin. sebagaimana pesan melalui sub thema HUT PKB kali ini ” Melalui Perayaan HUT PKB Ke-VII, Hendaklah kita hidup sebagai Bapak-bapak yang Beribadah dan Cakap mengajarkan hal-hal yang baik.

Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. S Mandibondibo,S.Si.Theol yang juga memberikan pesan dan kesan, mengapresiasi PKB GKI Lembah Yordan, dimana diusia yang masih muda ini, PKB Lembah Yordan bisa melakukan Wisata Rohani ke Jemaat GKI Lukas Saba beberapa waktu lalu, dimana program bedah rumah mampu memberikan kontribusi bagi Jemaat disana, untuk itu diharapkan PKB GKI Lembah Yordan terus berperan dan lebih menunjukkan eksisitensi Imannya melalui kegiatan-kegiatan yang menunjang pelayanan GKI di Tanah Papua, terutama bagi Kemuliaan Nama Tuhan kita.

Pada Ibadah HUT PKB yang ketujuh ini, Ketua PKB GKI Lembah Yordan Bapak W Awom, memberikan sebuah Cinderamata dari Hasil Wista Rohani Ke Israel bulan Agustus Lalu kepada Ketua Pembangunan GKI Lembah Yordan, Bapak K F Mambay, SE,M.Pd.K dimana diterima oleh Ketua Majelis Jemaat.

Sumber Dokumentasi : Yonas Andato

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/09/25/keluarga-yang-beribadah-kepada-tuhan/

Agu 29 2016

Rapat Evaluasi Pelayanan Jemaat GKI Lembah Yordan 2016

evaluasiBertempat di Gedung Gereja GKI Lembah Yordan – Organda Padang Bulan Sabtu, 27 Agustus 2016 berlangsung Rapat Evaluasi Pelayanan Tahun 2016, Peserta rapat evaluasi dari unsur Jemaat (PKB, PW, PAM, PAR), Panitia-Panitia yang ada dalam Jemaat dan Majelis Urusan. Seperti diketahui dalam Sidang Jemaat VII telah ditetapkan sejumlah program pelayanan pada tahun 2016 dan perlu di evaluasi sejauh mana program pelayanan selama ini.  Rapat di pandu oleh Ketua Majelis, Sekretaris, Wakil Sekretaris dan Bendahara.
Perjalanan pelayanan di Jemaat GKI Lembah Yordan – Perum Organda atau dalam bahasa setempat di sebut Emerauw, Kawasan Emerauw  sebagian orang menyebutnya Komplek Perumahan Organda pada mulanya adalah merupakan wilayah Pelayanan Jemaat GKI Sion Padang Bulan yang dikenal dengan sebutan Wijk 1 Lembah Yordan. Jarak yang cukup jauh +/- 3 Km dari Gedung Gereja Sion Padang Bulan tidak menyurutkan anak-anak Tuhan di Komplek ini berbakti pada Tuhan, serta dengan apa yang ada pada jemaat ini dicurahkan untuk perkembangan GKI Sion Padang Bulan mulai dari Pembangunan Fisik Gereja, Rumah Pastori bahkan untuk menopang kehidupan bergereja, namun seiring dengan bertambahnya populasi di kompleks ini, Majelis Jemaat Wijk 1 Lembah Yordan waktu itu mulai memikirkan bagaimana anak-anak Tuhan dalam komplek ini bisa lebih dekat berbakti dan beribadah dan disitulah mengapa harus ada Jemaat Mandiri.
Awalnya, yang difikirkan bagaimana anak-anak dapat beribadah / bersekolah minggu yang dekat, sehingga dengan kesehatian Jemaat disini mendirikan Balai Kerohanian dan peletakan Batu Pertamanya oleh Pdt. YOS WAMBRAUW, S.Th Ketua Jemaat GKI SION Padang Bulan hanya berukuran 9×15 Meter. Pada Tanggal 22 April 2004 persekutuan keluarga dibangun dengan indahnya, dan akhirnya diusulkan dalam Sidang Jemaat GKI SION Padang Bulan Tahun 2007 untuk mandiri, tetapi waktu itu memungkinkan karena Gereja masih dalam proses pembangunan fisik dan pada Tahun 2008 dimana Wijk ini selaku penyelenggara Sidang Jemaat ke-13 GKI Sion Padang Bulan yang dipimpin oleh Pdt. Greace Sodanding, S.Th direkomendasikan untuk dimekarkan sebagai Bakal Jemaat Mandiri melalui Ibadah Perdana pada hari Minggu, 17 Mei 2009 Jam 09.00 yang juga dihadiri oleh BPK Klasis Jayapura dan Bapak Walikota Jayapura.
Saat ini Ketua Majelis Jemaat Pdt. S Mandibondibo,S.Si Theol bersama dengan Sekretaris Jemaat Pnt. Agus Yudianto, Wakil Sekretaris Jemaat Pnt. Maikel Kareth dan Ibu bendahara Lily Hukubun bersama Majelis Jemaat dan partisipasi dari semua warga Jemaat GKI Lembah Yordan mulai menata Pelayanan dalam Jemaat, mulai dari fasilitas peribadatan seperti gedung Ibadah , yaitu Gedung Gereja saat ini yang merupakan renovasi dari Balai Sekolah Minggu.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/08/29/rapat-evaluasi-pelayanan-gki-lembah-yordan-2016/

Kemitraan yang berdampak pada Jemaat GKI Lembah Yordan

DSC_0086Lembah Yordan [23/04] Setelah menerima Tim Teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura, Ketua Panitia Pembangunan GKI Lembah Yordan , K.F Mambay mengatakan Pekerjaan Pembangunan Talud akan segera di kerjakan dalam waktu dekat, terhitung dua minggu dari saat kunjungan siang tadi dan dana Pembangunan bersumber dari APBN . Ketua Majelis Jemaat Pdt. S P Mandibondibo, S.Si Theol saat menerima Tim Teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura bersama Ketua Pembangunan, mengatakan bahwa sebagai salah satu jemaat di Klasis Kota Jayapura, kita patut memanjatkan Pujian dan Syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang adalah Kepala Gereja, karena atas perkenaan-Nya-lah semua ini bisa terjadi, Tuhan telah mengirimkan anak-anaknya yang sudah Dia percayakan sebagai pejabat di Jajaran Pemerintahan untuk membantu pelayanan dalam Gereja Tuhan ini melalui pekerjaan ini. Bapak M Rumbino, sebagai penanggung jawab Teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura mengharapkan dukungan dan partisipasi warga Jemaat dalam pekerjaan ini, agar pekerjaan ini dapat selesai dan tidak meninggalkan masalah namun sebaliknya bisa dipertanggung jawabkan. Seperti di ketahui Sejarah Lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbentuk tidak terlepas dari perkembangan penanggulangan bencana pada masa kemerdekaan hingga bencana alam berupa gempa bumi dahsyat di Samudera Hindia pada abad 20. Sementara itu, perkembangan tersebut sangat dipengaruhi pada konteks situasi, cakupan dan paradigma penanggulangan bencana. Melihat kenyataan saat ini, berbagai bencana yang dilatarbelakangi kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis mendorong Indonesia untuk membangun visi untuk membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana. Wilayah Indonesia merupakan gugusan kepulauan terbesar di dunia. Wilayah yang juga terletak di antara benua Asia dan Australia dan Lautan Hindia dan Pasifik ini memiliki 17.508 pulau. Meskipun tersimpan kekayaan alam dan keindahan pulau-pulau yang luar biasa, bangsa Indonesia perlu menyadari bahwa wilayah nusantara ini memiliki 129 gunung api aktif, atau dikenal dengan ring of fire, serta terletak berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia?Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ring of fire dan berada di pertemuan tiga lempeng tektonik menempatkan negara kepulauan ini berpotensi terhadap ancaman bencana alam. Di sisi lain, posisi Indonesia yang berada di wilayah tropis serta kondisi hidrologis memicu terjadinya bencana alam lainnya, seperti angin puting beliung, hujan ekstrim, banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Tidak hanya bencana alam sebagai ancaman, tetapi juga bencana non alam sering melanda tanah air seperti kebakaran hutan dan lahan, konflik sosial, maupun kegagalan teknologi. Menghadapi ancaman bencana tersebut, Pemerintah Indonesia berperan penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana di tanah air. Pembentukan lembaga merupakan salah satu bagian dari sistem yang telah berproses dari waktu ke waktu dan di Pemerintah Kota Jayapura juga terdapat Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jayapura, Ritha Olua yang juga mantan Kepala Kelurahan Yabansai – Perumnas III Waena berpesan agar Konsultan dan Kontraktor dari Pembangunan Talud Gedung Gereja GKI Lembah Yordan untuk terus membangun komunikasi dan harus ada kepercayaan di antara sesama dalam proses pekerjaan ini, setidaknya kita harus berterima kasih karena dari sekian proposal yang diajukan, GKI Lembah Yordan terpilih mendapat kesempatan pembangunan Talud untuk menghindari bencana longsor.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/23/kemitraan-yang-berdampak-pada-jemaat-gki-lembah-yordan/

PELANTIKAN BP PAM ANTAR WAKTU DAN PANITIA HARI-HARI BESAR GEREJAWI

pelantikanUntuk mengisi kekosongan jabatan struktural dalam Unsur PAM dan untuk mengangkat kembali Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi, maka diadakan suatu pelantikan. Pelantikan ini diadakan bertepatan dengan Ibadah Minggu Kudus, 17 April 2016. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. S.P. Mandibondibo dengan pembacaan alkitab dari Kitab Yohanes 15 : 1 – 8. Dalam khotbahnya beliau menyampaikan bahwa setiap orang yang tinggal di dalam Tuhan akan selalu disertai oleh Tuhan begitupun BP PAM antar waktu dan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi agar setiap pekerjaan pelayanan selalu memohon bimbingan dari Tuhan. Setelah khotbah, maka dibacakan Surat Keputusan PHMJ tentang Pelantikan BP PAM antar waktu dan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi yang dibacakan langsung oleh Pnt. Yonathan Pinoa. BP PAM merupakan bagian dari Majelis Urusan Pembinaan Jemaat dan bertanggungjawab dalam pelayanan di kalangan pemuda sementara itu Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi merupakan bagian dari Majelis Urusan Pekabaran Injil yang bertanggungjawab juga terhadap Hari Raya Gerejawi seperti Perayaan HUT PI, Perayaan Paskah, Perayaan HUT Jemaat dan Perayaan Natal Jemaat. Setelah dilantik maka menurut SK, BP PAM dan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi akan bekerja dalam pelayanan hingga tahun 2019.

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/18/pelantikan-bp-pam-antar-waktu-dan-panitia-hari-hari-besar-gerejawi/

KEGIATAN MENYAMBUT HUT JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN KE-VII TAHUN 2016

HUT JemaatDalam rangka menyongsong HUT Jemaat GKI Lembah Yordan Ke-7 Tahun pada tanggal 17 Mei yang akan datang, maka Panitia Hari-Hari besar gerejawi yang dipercayakan melakukan berbagai kegiatan adapun kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :

  1. Pertandingan Volly (Khusus Unsur PAM, PW & PKB)
  2. Pertandingan Bola Kaki Gawang Mini (Khusus Unsur PAR)
  3. Paduan Suara (Semua Unsur)
  4. Cerdas Cermat Alkitab (Semua Unsur)
  5. Lomba Masak Pepeda & masak Ikan kuah kuning (Khusus PKB & Majelis Jemaat)
  6. Lomba Masak Nasi Goreng (Khusus Unsur PAM)
  7. Donor Darah (Semua Unsur)
  8. Pelatihan Pembuatan & Menghias Kue (Unsur PW)

Namun kegiatan yang baru dilaksanakan adalah pertandingan Volly dan Gawang Mini yang lainnya dilaksanakan pada bulan Mei  yang berdekatan dengan Hari Ulang Tahun Jemaat GKI Lembah Yordan. Pembukaan kegiatan pada hari Senin, 11 April di awali dengan pertandingan bola kaki gawang mini. Menurut Pdt.S.P.Mandibondibo,S.Si.Theol, dalam kata sambutan dan doa pembukaan kegiatan mengatakan bahwa perayaan ulang tidak lengkap kalau tidak ada lomba oleh sebab itu dengannya ada kegiatan ini kita patut mengucap syukur dan ketika pertandingan atau perlombaan-perlombaan telah dilakukan kita harus menunjukan sportivitas dengan mengikuti semua kegiatan tanpa membuat sesuatu hal yang merugikan kita dan menurut Sdr. Frans Rumere selaku Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi, mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dibuat ini menunjukan rasa syukur kita terhadap penyertaan Tuhan Yesus selaku kepala gereja kita. (FXR)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/04/16/kegiatan-menyambut-hut-jemaat-gki-lembah-yordan-ke-vii-tahun-2016/

MALAM PUJI-PUJIAN, PAWAI OBOR, DAN IBADAH FAJAR PASKAH

pawai fajar paskah[Lembah Yordan 30/3] ,Untuk merayakan hari Kebangkitan Yesus Kristus, maka diadakan beberapa kegiatan untuk menyambut dan merayakannya. Kegiatan tersebut dia ntaranya adalah Malam Puji-Pujian untuk menyambut Fajar Paskah, Pawai Obor serta Ibadah Fajar Paskah. Malam Puji-Pujian diadakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 jam 8 malam. Malam Puji-Pujian cukup meriah dengan diisi puji-pujian oleh Unsur PAM, Unsur PW, dan beberapa Pelayan Tuhan yang memberikan kesaksian lewat puji-pujian yang disampaikan. Kegiatan ini berlangsung sekitar 8 jam dan kemudian dilanjutkan oleh Pawai Obor yang diikuti oleh seluruh komponen warga jemaat GKI Lembah Yordan. Rute dari Pawai Obor ini dimulai dari Gedung Gereja Lembah Yordan kemudian berjalan mengelilingi perumahan Organda dan kembalike Gedung Gereja Lembah Yordan. Selama Pawai Obor ini berlangsung diiringi oleh puji-pujian dari seluruh warga jemaat. Setelah Pawai Obor kemudian dilaksanakan Ibadah Fajar Paskah untuk merenungkan Kebangkitan Yesus.
Ibadah Fajar Paskah yang dilaksanakan hari Minggu, 27 Maret 2016 jam setengah 5 subuh dipimpin langsung olehPdt. Deisvan Robot, S.Th. pembacaan Alkitab untuk Fajar Paskah terdapat dalam Kitab Markus 16 : 1 – 8. Sebelum khotbah disampaikan, diadakan sebuah fragmen oleh anak-anak Sekolah Minggu GKI Lembah Yordan yang menggambarkan mengenai kondisi kehidupan masa kini yang semakin menjauhkan diri dari Tuhan. Dalam khotbahnya, beliau menghimbau kepada seluruh jemaat GKI Lembah Yordan bahwa Yesus telahbangkit dengan begitu pun seluruh jemaat juga harus ‘bangkit’ dengan cara meninggalkan kebiasaan hidup lama yang menyakiti hati Tuhan. (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/30/malam-puji-pujian-pawai-obor-dan-ibadah-fajar-paskah/

Mar 28 2016

JALAN SALIB

Jalan Salib

Gambar : Jalan Salib PAM GKI Lembah Yordan, 26-03-2016

[Lembah Yordan 26/03] Memaknai pengorbanan Yesus Kristus, Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi dan Persekutuan Anggota Muda GKI Lembah Yordan mengadakan prosesi jalan salib yang di ikuti oleh seluruh anggota jemaat dan juga oleh denominasi gereja lainnya yang berada disekitar lingkungan perumahan organda. Jalan Salib pada tahun ini bertemakan “kontekstual dan penyaliban masa kini”, oleh karena itu para tentara menggunakan pakaian tradisional dari seluruh daerah nusantara berdasarkan kekayaan multi etnis yang berada dalam jemaat GKI Lembah Yordan dan penyaliban masa kini menggambarkan kebiasaan buruk yang dllakukan oleh setiap kita yang percaya Yesus Kristus tetapi melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya seperti mabuk, korupsi, perselingkuhan dan penggunaan narkoba. Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan, Pdt. S.P.Mandibondibo,Ssi.Theol dalam renungan singkatnya ketika selesai prosesi jalan salib mengatakan bahwa kita seharus bersyukur karena Yesus Kristus yang kita percaya rela mati untuk menebus dosa kita jadi mau dan tidak mau kita harus hidup taat kepada-Nya dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya seperti jangan melakukan korupsi, mabuk, perselingkuhan,narkoba dan lain-lainya karena ketika kita melakukan itu, kita sudah menyalibkan Yesus dan kita juga bersyukur dalam jemaat kita ada berbagai macam suku dari daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ambon dan Papua itu merupakan kekayaan jemaat yang harus kita jaga tetapi terkadang kita egois dengan kesukuan kita yang menyebabkan kita lebih mengasihi sesama dari daerah kita dan hal itu secara tidak langsung  kita sudah menyalibkan Tuhan Yesus. (FXR)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/28/jalan-salib/

Ibadah Perjamuan kudus di Jemaat GKI Lembah Yordan

[Lembah Yordan – Organda 25/3] 800px-EucharistELCAIbadah Perjamuan kudus di Jemaat GKI Lembah Yordan – Organda Padang Bulan dilaksanakan pada Ibadah Jumat Petang 25 Maret 2016  pukul 18:00 WIT, tampak hadir anggota Jemaat beserta anggota sidi jemaat yang baru diteguhkan pada tanggal 20 Maret 2016. Dalam Ibadah Perjamuan Kudus di Jemaat GKI Lembah Yordan , Pembacaan Firman Tuhan yang terambil di Kitab Injil Markus 14 : 22 – 25 dengan judul “ Penetapan Perjamuan Malam,   Pdt. S Mandibondibo,S.Si. Theol  menegaskan bahwa Pengorbanan Yesus telah membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Sehingga hendaknya kita sebagai warga jemaat memaknai arti kematian Yesus secara pribadi sehingga tidak lagi diperbudak oleh dosa. Jangan menyia-nyiakan pengorbanan Yesus bagi hidup bapak/ibu dan saudara.

Kisah mengenai bagaimana Yesus menetapkan Ekaristi pada malam sebelum Penyaliban (Perjamuan Terakhir) dicatat dalam 4 kitab Perjanjian Baru: ketiga Injil Sinoptik (Matius 26:26-28, Markus 14:22-24, Lukas 22:17-20) dan 1 Korintus 11:23-25.[2] Versi dalam Injil Matius dan Markus hampir sama, sementara versi Lukas sangat serupa dengan versi Paulus dalam 1 Korintus yang mana nampak lebih lengkap menjelaskan bagian awal dari Perjamuan.[16]  Dalam Injil Yohanes, kisah mengenai Perjamuan Terakhir tidak menyinggung Yesus mengambil roti dan cawan dan menyebutnya sebagai tubuh dan darah-Nya; melainkan Ia menceritakan tindakan sederhana mencuci kaki para murid, menubuatkan pengkhianatan yang akan dialami-Nya, peristiwa-peristiwa yang akan mengantarnya ke kayu salib, dan dialog panjang dalam menanggapi beberapa pertanyaan para murid —di mana Ia berbicara mengenai pentingnya kesatuan mereka dengan-Nya dan satu sama lain.[17]

Pada umumnya semua denominasi Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingatinya: “… perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1 Korintus 11:24-25).[34] Sebagian Gereja Protestan lebih menekankan Perjamuan Kudus sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia.[35] Perjamuan Kudus berguna sebagai dorongan untuk secara periodik menilai diri (self correction) dalam arti mengadakan koreksi atas hati dan pikiran masing-masing, karena syarat untuk dapat ikut dalam Perjamuan Kudus ialah hati yang bersih dan pikiran sedemikian rupa sehingga keikutsertaan makan roti dan minum anggur dari cawan Perjamuan Kudus itu adalah dalam keadaan rohani yang layak dan iman yang tidak ragu-ragu (1 Korintus 11:28-29).[36]

Sumber Doc  : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:EucharistELCA.JPG

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/26/ibadah-perjamuan-kudus-di-jemaat-gki-lembah-yordan/

Post sebelumnya «

Fetch more items