Arsip Tag: Paskah

Apr 18 2017

PASKAH DI TENGAH JEMAAT GKI LEMBAH YORDAN

Mensyukuri pengorbanan Yesus Kristus, di tengah Jemaat GKI Lembah Yordan di lakukan berbagai kegiatan antara lain :
1. SEMINAR KANKER SERVIKS
Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada mulut leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina di mana semua wanita dari berbagai usia beresiko terserang penyakit ini. Tapi penyakit ini cenderung terkena pada wanita yang aktif secara seksual. Seperti wanita yang sudah menikah ataupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Pada walnya penyakit kanker serviks tidak memiliki gejala tapi penyakit ini dapat di curigai ketika terjadi perdarahan pada wanita tersebut sat melakukan atau setelah hubungan seksul , dan perdarahan ini terjadi di luar siklus haid.
Mengapa kami mengadakan seminar tentang kanker serviks?
Karena kami ingin agar para wanita di dalam jemaat ini dapat mengenal dan mengetahui secara dini apa penyebab dan gejala kanker serviks sehingga ada pencegahan secara dini karena telah banyak wanita yang kehilangan nyawanya akibat dari penyakit ini, dan dari hasil penelitian penyakit ini dapat membunuh 1 wanita dalam tiap 2 menit. Oleh sebab itu penyakit ini menjadi penyakit pembunuh wanita nomor 1 di dunia.
Dan sebenarnya bukan hanya para wanita saja yang wajib mengenal dan mengetahui penyebab kanker serviks , laki-laki juga wajib tahu karena penyakit ini pun dapat di bawa oleh laki-laki dan di tularkan kepada wanita, walaupun pada akhirnya laki-laki hanya sebagai pembawa dan tidak pernah menderita penyakit ini.
Harapan kami setelah kegiatan ini di laksanakan adalah, kiranya apa yang telah bapa/ibu dan pemuda/pemudi ketahui lewat seminar ini kita tidak hanya menjadi pendengar saja tapi mari kita sampaikan kepada suami/istri yang tidak ikut dalam kegiatan ini ataupun rekan-rekan kita yang lain yang mempunyai resiko terkena penyakit ini agar mereka lebih hati-hati dan melakukan pencegahan sejak dini agar tidak adalagi wanita yang menjadi korban dari penyakit ini. (R/Y)

2. JALAN SALIB
Jalan salib dilaksanakan pada hari kamis, 13 April 2017 bertempat di Lapangan Trikora. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Jemaat GKI Marthen Luther dan partisipasi dari Jemaat-Jemaat yang ada di sekitar kedua Jemaat seperti I.S.Kijne Padang Bulan dan Kairos Kampung Tiba-Tiba. Kronologis jalan cerita berdasarkan kitab injil tentang penyaliban Tuhan Yesus pada saat itu tetapi juga tentang situasi penyaliban pada saat ini seperti Narkoba, Perselingkuhan, Korupsi, KDRT dan Judi. Kegiatan Jalan Salib mendapat respon yang sangat baik dengan warga jemaat sehingga dapat dilihat bannyak warga gereja, wartawan, tetapi juga masyarakat ada di Kota Jayapura khususnya daerah Abepura yang terlibat tetapi juga merasakan dan larut dengan adegan fragmen yang dimainkan oleh Pemuda dari Lembah Yordan dan juga Marthen Luther. Fragmen ini juga menjadi kesan tersendiri dari beberapa pemain tetapi juga penanggung jawab, antara lain : Pemeran Tuhan Yesus (Voornawan Rumbino) ”yang saya rasakan ketika berperan sebagai Tuhan Yesus hal pertama yang saya rasakan ialah merasa Gugup, Takut, Sedih,dan merasakan sangat Berat ketika berperan sebagai Tuhan Yesus dan memikul salib dan ketika Berperan sebagai Yesus beberapa hal ini sangat saya rasakan, ketika sudah berperan sangat saya rasakan ialah sedih ,takut, berat dan sangat terpukul.
Ketkia berperan hal ini membuat pertanyaan pada diri sendiri, Apakah saya layak beradegan sebagai Tuhan Yesus ? atau Apakah saya layak memikul salib Tuhan Yesus?
Hal ini menjadi pertanyaan pribadi yang tidak bisa di jawab dan satu hal lagi yang masih jadi pertanyaan dalam diri ialah ketika saya kembali ke rumah dan lingkungan sekitar atau kehidupan sehari-hari dan bagaimana saya mengaplikasikan diri didalam rumah dan lingkungan sekitar. Apa yang harus saya lakukan hal ini yang masih jadi pertanyaan pribadi sampai saat ini ”. Pemeran Ibu Yesus (Ruth Yoteni) ; saya secara pribadi saya merasa apakah saya pantas memerankan tokoh ini. Karena dalam kehidupan nyata saya sangat jauh dari tokoh tersebut .saya selalu sempatkan diri untuk berdoa dan memohon tuntunan TUHAN agar saya dapat memerankan peran ini dengan baik dan ketika proses ini di jalankan saya merasa hati saya begitu tersentuh dan peran yang saya lakukan mengalir begitu saja. Dalam berperan sebagai ibu YESUS ada dua hal yang sangat saya rasakan 1. Sebagai ibu yang anak nya akan di hukum mati karena kesalahan yang tidak pernah di lakukan dan yang ke 2. Sebagai diri saya sendiri yang melihat begitu besar kasih TUHAN YESUS sehingga ia rela mati dan menderita demi menebus dosa-dosa kita. Pesan saya kiranya apa yang kami kerjakan dalam melakukan drama ini kami dapat memberitakan kepada sesama kami terutama yang belum mengenal YESUS tentang bagaimana kasih ALLAH kepada kita umat manusia sehingga ia rela menanggung derita demi menyelamatkan kita. Dan kiranya apa yang telah kami kerjakan hanya demi hormat dan kemuliaan nama TUHAN.Kegiatan ini di akhiri oleh renungan oleh Pdt. B Nanlohi,M.Th yang menegaskan agar makna paskah secara khusus prosesi penyaliban kristus menjadi faktor pemicu sukacita bagi jemaat seperti pengakuan penjahat di sebelah kanaan yang walaupun sudah berdosa tetapi berbahagia karena mengaku secara jujur disalib dan karena pengakuannya dia selamatkan. (F.R/V.R/R.T)

3. Ibadah-Ibadah
Terdapat beberapa rangkaian Ibadah dalam memperingati kematian Yesus Kristus antara lain Ibadah Jumat Agung, Ibadah Fajar Paskah dan Ibadah Paskah II. Ibadah Jumat Agung dipimpin oleh Pdt. M. Pulalo dengan mengambil pembacaan alkitab dari Lukas 23 : 33 – 43. Dalam khutbah yang disampaikan beliau menggolongkan sifat orang Kristen dalam 3 sifat yaitu sifat seperti prajurit dan orang Yahudi yang mengolok-olok Yesus, sifat seperti seorang penjahat yang menghujat Yesus serta sifat seperti penjahat yang mengakui kesalahannya di depan Yesus Kristus. Dalam Ibadah ini juga dirangkaikan dengan peneguhan sidi sebanyak 16 anggota sidi jemaat baru.
Ibadah berikutnya adalah Ibadah Fajar Paskah. Sebelum dilaksanakan ibadah fajar paskah, terdapat beberapa kegiatan menyambut kebangkitan Yesus Kristus diantaranya adalah Malam Puji-Pujian dan Pawai Obor. Ibadah Fajar Paskah dipimpin langsung oleh Pdt. Deisvan Robot dan beliau berpesan dalam khotbahnya bahwa dengan kebangkitan Kristus dapat membangkitkan semangat kita dalam menghadapi setiap pergumulan hidup.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, PAR juga melaksanakan Sekolah Alkitab Liburan tanggal 12 – 15 April 2017 dan dirangkaikan juga dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kreativitas anak sekolah minggu.

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/04/18/paskah-di-tengah-jemaat-gki-lembah-yordan/

MALAM PUJI-PUJIAN, PAWAI OBOR, DAN IBADAH FAJAR PASKAH

pawai fajar paskah[Lembah Yordan 30/3] ,Untuk merayakan hari Kebangkitan Yesus Kristus, maka diadakan beberapa kegiatan untuk menyambut dan merayakannya. Kegiatan tersebut dia ntaranya adalah Malam Puji-Pujian untuk menyambut Fajar Paskah, Pawai Obor serta Ibadah Fajar Paskah. Malam Puji-Pujian diadakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 jam 8 malam. Malam Puji-Pujian cukup meriah dengan diisi puji-pujian oleh Unsur PAM, Unsur PW, dan beberapa Pelayan Tuhan yang memberikan kesaksian lewat puji-pujian yang disampaikan. Kegiatan ini berlangsung sekitar 8 jam dan kemudian dilanjutkan oleh Pawai Obor yang diikuti oleh seluruh komponen warga jemaat GKI Lembah Yordan. Rute dari Pawai Obor ini dimulai dari Gedung Gereja Lembah Yordan kemudian berjalan mengelilingi perumahan Organda dan kembalike Gedung Gereja Lembah Yordan. Selama Pawai Obor ini berlangsung diiringi oleh puji-pujian dari seluruh warga jemaat. Setelah Pawai Obor kemudian dilaksanakan Ibadah Fajar Paskah untuk merenungkan Kebangkitan Yesus.
Ibadah Fajar Paskah yang dilaksanakan hari Minggu, 27 Maret 2016 jam setengah 5 subuh dipimpin langsung olehPdt. Deisvan Robot, S.Th. pembacaan Alkitab untuk Fajar Paskah terdapat dalam Kitab Markus 16 : 1 – 8. Sebelum khotbah disampaikan, diadakan sebuah fragmen oleh anak-anak Sekolah Minggu GKI Lembah Yordan yang menggambarkan mengenai kondisi kehidupan masa kini yang semakin menjauhkan diri dari Tuhan. Dalam khotbahnya, beliau menghimbau kepada seluruh jemaat GKI Lembah Yordan bahwa Yesus telahbangkit dengan begitu pun seluruh jemaat juga harus ‘bangkit’ dengan cara meninggalkan kebiasaan hidup lama yang menyakiti hati Tuhan. (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/30/malam-puji-pujian-pawai-obor-dan-ibadah-fajar-paskah/

Sekolah Alkitab Liburan (SAL) GKI Lembah Yordan – Organda

Jpeg

Menindak lanjuti hasil Sidang Jemaat VII serta menyikapi pengorbanan Yesus Kristus di Kayu Salib untuk menebus manusia dan dunia dari dosa kepada kehidupan kekal dan keselamatan, maka unsur PAR GKI Lembah Yordan melaksanakan Kegiatan Sekolah Alkitab Liburan (SAL) dan Camp Paskah sebagai bentuk tanggung jawab dalam mewujudkan tugas dan panggilan gereja yaitu bersaksi, bersekutJpegu dan melayani sekaligus melaksanakan Pembinaan Mental Spiritual dalam meningkatkan kualitas Iman anak dan remaja GKI Lembah Yordan kepada Tuhan Yesus. Kegiatan ini dimulai dengan Ibadah Pembukaan Kegiatan pada tanggal 23 Maret 2016 di Gedung Gereja GKI Lembah Yordan – Perumahan Organda , Ibadah di Pimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. S P Mandibondibo,S.Si.Theol , dalam khobatnya yang terambil di kitab Lukas 2 : 41 – 52 dengan judul “ Yesus pada umur dua belas tahun dalam bait Allah “. Bagian firman Tuhan ini mengawali semua kegiatan Unsur PAR GKI Lembah Yordan dalam menyambut Paskah 2016. Ketua Panitia Jaclin Swabra mengatakan kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 24 s/d 27 Maret 2016 di Jemaat GKI Lembah Yordan, untuk menyemangati maksud dari kegiatan unsur PAR GKI Lembah Yordan ini Panitia berharap dukungan dan partisipasi dari Bapak & Ibu warga Jemaat GKI Lembah Yordan dengan menyumbang 1 buah Rak Telur Ayam dan 1 Karton Air Qualala, sementara itu ketua BP PAR GKI Lembah Yordan Moses M Gamay menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dan merupakan bentuk dari tangung jawab unsur PAR dalam membina dan mendidik anak-anak Sekolah Minggu GKI Lembah Yordan untuk menghargai Pengorbanan Tuhan kita Yesus Kristus bagi keselamatan umat manusia ciptaan-Nya.

 

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/24/sekolah-alkitab-liburan-sal-gki-lembah-yordan-organda/

IBADAH MINGGU SENGSARA VI DAN PENEGUHAN ANGGOTA SIDI BARU JEMAAT

sidi jemaat

Foto Anggota Sidi Baru Jemaat bersama Pdt. S.P. Mandibondibo, S.Si, Theol dan Pdt. Deisvan Robot, S.Th

Ibadah Minggu Sengsara ke VI bersamaan dengan Peneguhan Anggota Sidi Baru Jemaat GKI Lembah Yordan dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Maret 2016. Ibadah ini dipimpin langsung oleh Ketua PHMJ GKI Lembah Yordan, Pdt. S.P. Mandibondibo, S.Si, Theol. Pembacaan Alkitab untuk minggu sengsara ke VI ini terdapat dalam Kitab Yohanes 12 : 12 – 19 dan Kitab Filipi 2 : 5 – 11. Dalam khotbahnya beliau menyampaikan kepada seluruh jemaat dan bahwa jalan ‘penderitaan’ tidak harus dihindari tapi harus ditempuh. Dan diakhir dari khotbah yang disampaikan, beliau berpesan kepada anggota sidi baru jemaat agar menjadi saksi Kristus dan mengikuti jejak Yesus.

Setelah menyampaikan khotbah, beliau melanjutkan dengan meneguhkan anggota sidi baru jemaat. Jumlah anggota sidi yang diteguhkan dalam ibadah ini adalah sebanyak 21 orang. “Ya, Saya Mengaku dan Berjanji”, kalimat ini terdengar 21 kali dengan berbagai intonasi, tetapi tegas dan jelas, menjawab pertanyaan Pdt. S.P. Mandibondibo, menandai pengakuan anggota sidi baru jemaat. Dengan telah diteguhkan menjadi anggota sidi jemaat, maka mereka telah memulai perjalanan baru dalam kehidupan mereka, dan menjalankan tiga panggilan gereja yaitu bersaksi, bersekutu, dan melayani. (YS)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/22/ibadah-minggu-sengsara-vi-dan-peneguhan-anggota-sidi-baru-jemaat/

SIAPA YESUS?

Yohanis 8 : 21-29; 12 : 32

Refleksi Perayaan Paskah

Oleh : Frans Rumere, Senior PAM GKI Lembah Yordan – Organda

Yesus KristusSekitar 2.000 tahun yang lalu, lahirlah seOrang bayi dalam keadaan papa dan sangat sederhana. Ia tergolong miskin, ayah-Nya hanyalah seorang tukang kayu. Ia tidak mengenyam pendidikan yang tinggi, tetapi memiliki prinsip hidup yang sangat teguh. Ia tidak pernah melakukan perjalanan keluar negeri, kecuali satu kali ke Mesir ketika orang tuanya mengungsi kesana dan waktu itupun Ia masih bayi. Ia tidak seperti banyak pendeta yang memiliki sejarah pelayanan bertahun-tahun, Ia hanya melayani selama tiga setengah tahun. Teman-teman-Nya bukanlah para pembesar, mereka adalah orang-orang sederhana, para nelayan dan pemungut cukai. Namun, lihatlah bagaimana sosok ini membawa pengaruh yang sangat besar disepanjang sejarah manusia.

Kontribusi dan pengaruh-Nya, antara lain :

Kontribusi bagi Sejarah

Baik presiden, raja, ilmuwan, pemimpin militer atau diktator sekalipun, tidak ada satupun dari mereka yang memberi kontribusi lebih besar bagi sejarah dari pada Orang ini.

 Kedudukan-Nya dalam sejarah

Begitu banyak orang-orang “besar” yang pernah hidup di bumi ini, tetapi sampai sekarang setelah dua ribuan tahun kematianNya, belum ada seorangpun yang menyamai kedudukan-Nya dalam sejarah.

Pengaruh-Nya Bagi Kemanusiaan

Dunia mencatat tidak sedikit orang-orang besar yang pernah ada, Alaxander Agung, Obama, Nelson Mandela, dll. Tetapi tidak satupun dari mereka yang menandingi orang ini dalam hal kemanusiaan.

Pengaruh-Nya Bagi Pendidikan

Meskipun tidak ada buku yang merupakan hasil karya-Nya tetapi The Library of Congress mentatat bahwa lebih banyak buku ditulis tentang-Nya, ia tidak pernah membangun sekolah dan universitas tetapi banyak sekolah dan kampus yang dibangun dengan spirit-Nya dan meskipun bukan musisi tetapi banyak musisi yang menyanyi tentang-Nya.

Pengaruh besar dalam diri Yesus, membuktikan bahwa Dia bukan manusia biasa. (Sebab segala sesuatu dari adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamnya. Roma 11 : 36)

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2016/03/21/siapa-yesus/