Arsip Tag: Pdt.M Pulalo

Pdt. M Pulalo,M.Th : Sosok seorang Ayah

Lembah Yordan – Emereuw  – Hari ini [ 21 Mei 2017 ] seluruh jemaat membaca dan merenungkan kitab lukas 11 yang mana menyinggung kita bapak-bapak atau kaum PKB. yang berbunyi ” Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu 1  ganti ikan? itu sepotong kata firman Tuhan dalam menjelaskan tentang hubungan ayah dan anak, atau perlakukan ayah kepada anaknya, disore hari ini dalam ibadah Gabungan PKB se-Rayon C Klasis Jayapura kita semua akan merenungkan dinamika kehidupan umat Israel dan Allah yang digambarkan misalnya hubungan seorang anak dan bapak, ketika tadi kita membaca secara berbalas-balasan, ada cinta, ada marah , ada cemburu , ada nasihat , ada permohonan ampun ada pemberian pengampuanan Yesaya 63 : 7 – 16 dinamika turun naik  hubungan antara ayah dan anak yang digambarkan  atau personifikasi dalam bentuk hubungan Allah dan Umat Israel yang digambarkan dalam hubungan seorang ayah dan seorang anak , Penulis Top , filsuf cekoslavia , Franz Kafka menulis ” Ayah aku menggambarkan engkau seperti sebuah peta yang jika engkau terbaring di peta itu seluruh tubuhmu akan menutupi peta itu dan aku tidak memiliki bagian untuk bisa masuk dan duduk , berontak seorang anak terhadap otoritas seorang ayah , didalam rumah juga terjadi cemburu segitiga , antara bapak, anak laki-laki dan mama, berbagi cinta didalam rumah , disana ada si anak laki-laki  ingin cinta sejati seorang ibu tercurah kepadanya tapi mama bilang ” aku adalah istri dari ayahmu , bapak juga membutuhkan cinta kasih dari mama, bukan hanya kamu , seorang anak laku-laki , juga ikut memberontak didalam rumah , gambarang yang utuh diberikan oleh Yesaya 63 : 7 – 16 bercerita pasang surutnya , jatuh bangunya hubungan Israel dengan Allah , terkadang timbul nostalgia , merenung kembali , mengingat kasih sayang Tuhan ketika mereka keluar dari tanah mesir

Digambarkan sebagai seorang Ayah , yang mengangkat dan mengendong diayat yang ke 9 Yesaya pasal 63 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan,   melainkan Ia sendirilah a  yang menyelamatkan mereka 1 ; Dialah yang menebus   mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong c  mereka selama zaman dahulu kala.

Peran seorang Ayah , namun pada ayatnya yang ke-10  Tetapi mereka memberontak   dan mendukakan Roh Kudus-Nya 1 ;f  maka Ia berubah menjadi musuh   mereka, dan Ia sendiri berperang h  melawan mereka.

Dalam tanda kutip , Allah berubah menjadi seorang musuh , diayat sebelumnya dikatakan ” senang sekali dapat gendong , tetapi ayat 10 dratis berubah , baru saja mengaku bilang digendong-gendong , ayat 10 dratis langsung berubah menjadi musuh , lalu ayatnya yang ke-15 mereka kembali meminta ampun

Pandanglah dari sorga   dan lihatlah dari kediaman-Mu  yang kudus dan agung! Di manakah kecemburuan-Mu u dan keperkasaan-Mu, hati-Mu yang tergerak dan kasih sayang-Mu?  Janganlah kiranya Engkau menahan diri!

Bukan kah Engkau Bapak kami , sedap sekali ceritanya ini menggambarkan hubungan antara Ayah dan Anak , berikut saya akan memberikan sebuauh ilustrasi pembuatan seorang Ayah ,

Suatu saat seorang Malaikat ada jalan-jalan , Dia lihat Tuhan Allah ada buat seorang Manusia , Malaikat bertanya pada Tuhan, Tuhan sedang buat apa , Tuhan Allah menjawabnya, Saya membuat seorang Ayah , malaikat bertanya Engkau membuat seorang Ayah kok tinggi sekali , buatlah yang agak kecil agar …Dia bisa bermain kalereng dengan Anaknya, kenapa Kau buat terlalu tinggi, Lalu Tuhan Allah menjawab kepada Malaikat ” Sosok seorang Ayah itu harus tinggi , tanpan, kuat dan gagah , karena disanalah seorang anak akan mengakuinya , disanalah menjadi kebanggaan seorang anak , Saya punya bapak Jago, dalam ilmu antropologi garis keturunan patrilineal , kebangggaan seorang ayah , tanya saja pada pace Jayapura, pace-pace Biak , dimana saja yang menganut garis keturunan Patrilineal , yang dimaksud Patrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ayah. Kata ini seringkali disamakan dengan patriarkat atau patriarki, meskipun pada dasarnya artinya berbeda. Patrilineal berasal dari dua kata bahasa Latin, yaitu pater yang berarti ayah, dan linea yang berarti garis. , demi seorang ayah satu kampung saya bisa kasih habis , jangan coba-coba menghina seorang ayah , biar dia badan kurus karempeng , demi harga diri dan nama baik seorang ayah , satu kampung itu akan saya kasih habis , apabila dilecehkan didepan saya . Dan  Tuhan Allah  sementara buat seorang Ayah harus tinggi dalam garis keturunan patrilinea ..demi seorang ayah nyawa dipertaruhkan.

Sementara itu Malaikat melihat, Tuhan Allah membuat punggung seorang ayah itu lebar , Malaikat bertanya , Tuhan kenapa punggungnya lebar sekali , supaya kalau ketika dia punya anak jatuh dan lemah Ayah bisa gendong dengan dia punya punggung yang lebar itu. Itulah dinamika perjalanan Umat Israel dan Allah  Setelah dia buat punggung yang lebar , Tuhan buat telapak kakinya panjang-panjang sekali , kalau sepatu mungkin nomor 45 , karena kaki panjang jadi Malaikat protes ” Tuhan kenapa kaki kok panjang sekali , nanti dia anaknya menjadi plat , Tuhan bilang bapak punya telapak kaki harus panjang , supaya ketika dia melangkah…berkas-berkas kakinya kelihatan , tapak-tapak kakinya harus nyata , kalau bapak kaki ke bar, anak kalau besar pasti ke bar , kalau saya punya bapak punya telapak kaki besar-besar ada tidur digok, pasti anaknya besar akan tidur di got (mabuk) , kalau telapak kaki suka jalan ambil orang punya barang tanpa izin (pencuri) pasti anaknya besar akan suka mencuri , kalau saya punya bapak punya telapak kaki suka ikut ibadah PKB, atau suka ikut sembayang , pasti anaknya juga tahu, saya punya bapak suka ke gereja , sehingga Tuhan menjawab saya harus membuat telapak kakinya panjang-panjang , supaya kemana dia melangkah dia meninggalkan bekas jejak-jejak kakinya untuk anaknya

Malaikat tinggal terkagum-kagum dan ketika hari sudah menjelang sore atau petang sehingga Malaikat mau pulang atau Istrirahat …Tuhan katakan sabar dulu ada satu yang belum saya buat , yaitu saya harus taruh setetes air mata di kelopak mata seorang ayah , lalu malaikat bertanya ..gunanya untuk apa , Tuhan berkata agar suatu ketika anaknya berhasil supasang toga , untuk persiapan wisudah  maka yang bangga adalah bapak, padahal kalau mau dilihat yang capeh adalah mama, ketika anak berhasil dalam jabatan, baik dipemerintah dan diakui oleh adat yang bangga bapak, disana mengalir air mata seorang Ayah, disana mengalir air mata suatu kebanggaan “ jerih lelah saya tidak sia-sia , maka air mata seorang ayah, air mata yang sama itu juga ketika melihat anaknya tukang tagih di lingkarang abe , di emperan tokoh , di Mall-mall , nama keluar di koran karena kasus curamor , narkoba , yang menangis pasti seorang ayah , air mata yang sama akan mengalir dan pasti mengakui Tuhan saya gagal dalam mendidik anak saya . Penting sekali air mata ayah..itulah sosok seorang ayah, itu Ayah, itulah bapak-bapak dan pendeta hari ini , ada kegagalan , ada keberhasilan ada air mata , ketika anak kita gagal, kita akan duduk disana dan mengaku pada Tuhan…Tuhan saya gagal  ! 

Firman Tuhan ini kiranya menjadi perenungang kita bersama kaum bapak-bapak PKB se-rayon C Klasis Jayapura.

Keterangan :

Ibadah PKB se-Rayon C – Klasis Jayapura pada tanggal 21 Mei 2017

Sumber Gambar : Google

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/06/26/pdt-m-pulalom-th-sosok-seorang-ayah/

Mar 26 2017

Pdt. M Pulalo, M.Th : Petrus, Thomas & Filipus mewakili kekristenan masa kini

“Jawab Yesus:  ‘Nyawamu akan kauberikan bagiKu?  Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:  Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  Yohanes 13:38

Minggu ini kita akan memasuki minggu advent yang kelima atau Laetare yang artinya Bersuka-citalah bersama-sama Yerusalem , dalam Pembacaan dan perenungan Firman Tuhan di pagi ini kita akan belajar bersama di dalam Kitab Yohanes : 13 – 36 – 38 dan Yohanes 14 : 5 – 9  Yesus telah menunjukkan kasihNya dan Allah dipermuliakan di dalam Yesus.  Begitu juga jika kita mempraktekkan kasih itu secara nyata kepada orang lain, kehidupan kita akan menjadi kesaksian bagi dunia yang sedang ‘kering’ kasih dan Tuhan pun dimuliakan melalui kita.  Maka dari itu kehidupan para pengikut Kristus haruslah berbeda dari orang dunia, dan yang membedakan itu adalah buah kasih yang dihasilkan.

Dalam pembacaan kita , terkait Pidato Tuhan Yesus yang menubuatkan tentang Jalan Via Dolorosa, seperti kita tahu bersama Jalan Via Dolorosa  adalah sebuah jalan di Kota Yerusalem Kuno. Jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggl salib menuju Kalvari. Jalan ini ditandai dengan 14 titik salib. Lima titik salib terakhir berada di dalam Gereja Sanctum Sepulchrum, dalam konteks kekristenan saat ini  jalan Penyangkalan, artinya ketika kita mau mengikuti Kristus ..kita harus berani menyangkal diri seperti di mimbar ini minggu sebelum saya ke Raja Ampat, saya sampaikan dalam Khotbah saya bahwa Iman Kristen itu sederhana saja, Katakan ” Ya” , bila Ya dan Katakan Tidak, bila tidak….sesungguhnya “ karakter dan perilaku dari Petrus menggambarkan Kita Warga Jemaat Lembah Yordan hari-hari ini, kita dengan karakter yang menunjukkan egoisme serta tekad yang kuat mengiringi Yesus tetapi sesungguhnya kita tidak mengenal Siapa Yesus sesungguhnya, Yesus mengajarkan kita Kasih , untuk itu kita juga harus berbuat kasih kepada sesama kita ,    Mengapa kita harus menunjukkan kasih kepada orang lain?  Karena Tuhan dapat memakai orang lain sebagai alatNya untuk menolong kita.  Orang lain juga bisa dipakai Tuhan untuk membentuk dan memproses kita.  Selain itu Tuhan pun bisa memakai kita menjadi alat untuk menjawab doa orang lain.  Selain itu, seorang pengikut Kristus haruslah memiliki kesetiaan.  Banyak orang pintar, cakap, rajin, tapi orang yang setia hanya bisa dihitung dengan jari.  Dalam keadaan apa pun kita harus setia mengiring Tuhan.  Petrus, berulang kali berjanji setia kepada Tuhan, namun janji tinggal janji.  Adalah paling mudah untuk berjanji, tapi bagaimana untuk menepatinya?  Simak pernyataan Petrus di hadapan Yesus:  “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”  (Matius 26:33),  “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”  (Lukas 22:23).  Tapi kenyataannya:  “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”  (Yohanes 13:38b).  Yang Tuhan mau dalam hidup kita bukan hanya mengatakan janji kepada Tuhan, tetapi kita juga harus melakukannya.  Seringkali kita berkata seperti Petrus,  “Aku akan setia melayani Tuhan kalau sakitku Kausembuhkan.  Aku akan setia beribadah dan ikut doa puasa kalau Tuhan pulihkan ekonomi keluargaku”.  Namun ketika semua telah dipulihkan Tuhan, apa yang pernah kita ucapkan itu begitu mudah kita lupakan.
Banyak orang Kristen begitu setia mengiring Tuhan ketika semua keadaan berjalan baik dan lancar, tapi saat masalah dan tantangan datang kita rentan sekali untuk tidak setia.

Sementara karakter Thomas dan Filipus, mewakili para intelektual atau akademisi yang kadang-kadang diluar logika dan hal-hal rasional mengukur pekerjaan Kristus melalui Gereja-Nya, saat ini dengan hadirnya media Komunikasi seperti Radio, Televisi banyak Orang Kristen menggunakan Logikanya untuk mengukur pekerjaan Kristus , yaitu mereka mengatakan tanpa ke Gereja mereka dapat mendengarkan injil dari Radio atau Televisi berupa Firman Tuhan, menurut Pdt. M Pulalo,M.Th ini adalah pemahaman yang keliru , salah satu Tripanggilan Gereja adalah bersekutu, Persekutuan itu penting agar didalam kehidupan ini ketika kita berada dalam situasi dukacita ada pelayanan dari Gereja dan Hamba-Nya serta warga Jemaat, untuk itu dalam kehidupan kekristenan masa kini karakter Petrus, Thomas dan Filipus masih kita jumpai, untuk itu warga Jemaat di ajak untuk merenung arti dan pengorbanan Kristus bagi kita.

 

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/26/pdt-m-pulalo-m-th-petrus-thomas-filipus-mewakili-kekristenan-masa-kini/