Arsip Tag: S.Th

Mar 18 2017

Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua Ke-XVII “Semua Indah Pada Waktu-Nya”

Liputan Khusus dari Raja Ampat: Frans F Rumere **

Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua Ke-XVII yang dipusatkan di ibu kota kabupaten Bahari Raja Ampat dari tanggal 11-17 mempunyai daya tarik tersendiri bagi ribuan masyarakat yang terdiri dari warga jemaat dan peserta sidang tetapi juga para pedagang karena bukan hanya sidang tetapi juga ada pameran dari setiap Klasis,karnafal budaya serta panggung hiburan yang mendatangkan artis rohani ibu jakarta kota seperti Joy Tobing  dan Jhon Tanamal serta artis local lainnya.

       Sidang yang dibuka dengan ibadah syukur pada tanggal 11 maret 2017 berpusat di Pantai Waisai Tercinta dengan melibatkan delapan utusan Negara antara lain, Filipina, Papua New Guinea (PNG), Australia, Afrika, Fiji, Jerman, Jepan dan Swiss. Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (PGI), Henderina Hutabarat-Lebang, MA berpesan agar jemaat GKI Di Tanah Papua yang memiliki ratusan aneka ragam suku, tradisi dan budaya serta bahasa tetap bersatu dalam kristus “Kita boleh berbeda suku, budaya,politik tetapi jangan jadi pemecah melainkan memperkaya Iman Kristus” Kata ketua PGI saat membuka sidang sinode tersebut.

      Ketua BPAM sinode GKI  Di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku, S.Th mengatakan mengundang anggota dewan gereja sedunia karena wilayah Raja Ampat hampir 80 persen perairan laut dan pesisir merupakan  tempat destinasi wisata dunia “Pesona Raja Ampat ibarat wanita cantik di tanah papua yang menarik perhatian internasional. Maka itu GKI mengundang mitra gereja agar Raja ampat di promosikan guna meningkatkan kunjungan wisata asing”, Kata Pdt. Albert Yoku, S.Th kepada wartawan di WTC, sabtu (11/3).

  Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan gereja GKI di tanah papua mempunyai peranan yang sangat penting di Tanah Papua oleh sebab itu jangan sampai gereja ini terpecah belah karena kalau gereja ini terpecah hancur juga tanah papua ini atau tanah ini bisa merdeka.Lain halnya juga yang dikatakan oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE mengaku acara sidang sinode bermamfaat bagi Kabupaten Raja Ampat karena ada beberapa Negara yang hadir dengan demikian kedepan wisata Raja Ampat akan lebih terkenal dan jumlah wisatawan yang berkunjung juga akan semakin meningkat.

 Sehari kemudian (12/3), Ketua sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku,S.Th di damping duta-duta Kristus dari seluruh Klasis yang ada di Tanah Papua menthabiskan dan meresmikan gedung gereja GKI Alfa Omega Waisai dan Kantor Klasis Raja Ampat Utara. Peresmian gedung gereja yang unik dengan motif penyu belimbing itu di tandai oleh penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita serta pembukaan selubung papan nama. Gereja GKI Alfa Omega yang katanya gereja terbesar di Indonesia timur tetapi juga terunik di dunia ini akan menjadi aikon GKI tetapi juga menjadi pemandangan wisata di Kabupaten Raja Ampat.

       Pada, (13/3) dimulai dengan sidang sinode yang di warnai oleh unjuk rasa oleh ratusan jemaat dan beberapa depan Gereja GKI Alfa Omega Waisai sekitar jam 9.30 pagi. Jemaat yang unjuk rasa tergabung dalam Forum Presbiter Jemaat untuk reformasi. Aksi ini muncul karena BPAM Sinode masa bahkti 2011-2016 yang terpilih secara sah yaitu Pdt. Matheus Adadikam, S.Th (Sekertaris Sinode) dan Pdt.Jemima J.Mirino-Krey, S.Th (Wakil Ketua) dan Drs.C.Ayatanoi, M.Si selaku Badan Pengawas Perbendaharaan Gereja GKI Di Tanah Papua, di pecat secara sepihak oleh Ketua Sinode. Tetapi sidang yang di warnai unjuk rasa ini tetap berjalan meskipun penuh dengan dukacita karena tidak ada rasa sukacita dari ratusan warga jemaat beberapa pendeta tetapi juga dari peserta sidang resmi klasis Baliem Yalimo. Sidang yang terus berlanjut ini berakhir pada tanggal (18/3) dengan terpilihnya BPAM Sinode GKI Di Tanah Papua Periode 2017-2021; Ketua Pdt.Andrikus Mofu, M.Th, Wakil Ketua Pdt.Hiskia Rollo, M.Th, Sekertaris Pdt.Daniel Kaigere, M.Th, Wakil Sekertaris Pdt.Syanur Abas, M.Th dan Bendahara Syms.Niko Satya, SE.

Dengan demikian habislah dukacita terbitlah sukacita, habislah gelap terbitlah terang dan semuannya indah pada waktu-Nya.

Penulis adalah Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi – Jemaat GKI Lembah Yordan – Emereuw

Share Button

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gkilembahyordan.org/2017/03/18/sidang-sinode-gki-di-tanah-papua-ke-xvii-semua-indah-pada-waktu-nya/